PILIHAN
8.209 Bom Air Padamkan Titik Kebakaran Riau
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Sebanyak 8.209 bom air (water bonbing) telah dijatuhkan di sejumlah kawasan berbagai kabupaten/kota di Riau untuk memadakan titik kebakaran hutan dan lahan yang mulai marak terjadi sepanjang kemarau."Itu merupakan upaya pemadaman yang dilakukan sejak beberapa bulan terakhir dengan 246 kali sorti," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri kepada pers di Pekanbaru lewat pesan elektronik yang diterima, Kamis.
Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Bencana Kabut Asap Provinsi Riau menerapkan upaya pemadaman menggunakan "water bombing" sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran tidak meluas.
Selain juga ada upaya pemadaman yang dilaksanakan melalui jalur darat dengan mengerahkan pasukan masyarakat peduli api (MPA) dan TNI/Polri serta pasukan pemadam kebakaran dari masing-masing kabupaten/kota.
Saat ini diriliskan, jumlah titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau cenderung meningkat seiring dengan minimnya terjadi hujan untuk berbagai wilayah itu.
Pada dua hari lalu, Satelit Modis Terra dan Aqua sempat merekam kemunculan 366 titik panas di darata Riau.
Namun setelaha upaya "water bombing", hanya dalam waktu kurang dari 24 jam berkurang drastis menjadi hanya 16 titik, demikian Pusat Data BPBD Riau melaporkan.
Titik panas merupakan hasil rekaman satelit dari suhu udara di atas 40 derajat celsius sehingga patut diduga sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Jika sebelumnya ratusan titik panas tersebar di hampir seluruh wilayah kabupate/kota di Riau, pada Rabu (25/6) sore hanya tinggal berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (13 titik), Indragiri Hulu (2) dan Kuantan Singingi (1 titik).
Berbeda dengan Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat yang dioperasikan Singapura, pada waktu yang sama justru merekam keberadaan 86 titik panas di daratan Sumatera dan di Riau sebanyak 58 titik.
Sepanjang 2014, BPBD juga mencatat, kebakaran dan pembakaran telah menghanguskan lebih dari 24 ribu haktare hutan dan lahan serta mengakibatkan dua orang meninggal dunia. (atntara)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







