• Sabtu, 04 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

China Klaim Laut Natuna sebagai Wilayahnya di Laut China Selatan

Redaksi

Ahad, 22 Juni 2014 22:24:22 WIB
Cetak
Natuna3.jpg
Peta laut cina selatan/Int
INHILKLIK.COM, Jakarta - Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamananan (Polkam) mengungkapkan, China mengklaim Laut Natuna sebagai bagian dari wilayah mereka di Laut Cina Selatan.

China telah mencantumkan peta Laut Natuna masuk dalam wilayah Laut China Selatan dengan sembilan dash line atau garis terputus. Bahkan, gambar tersebut sudah tercantum dalam paspor terbaru milik warga China.

Klaim sepihak China ini menyangkut zona wilayah NKRI, tentu akan berdampak terhadap keamanan Laut Natuna," kata Majyen TNI Fahru Zaini, Asisten Deputi Bidang Strategi Pertahanan Kementerian Koordinator Polkam, di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Menurut Fahru, klaim sepihak China atas Laut Natuna ini dampak dari sengketa antara China dengan Filipina terkait sengketa Kepulauan Spratky dan Paracel. "Klaim sepihak tersebut terkait sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel antara China dan Filipina," katanya.

Selain Laut Natuna yang merupakan wilayah Indonesia, menurutnya, China juga mengklaim seluruh wilayah laut negara lainnya yang berbatasan dengan Laut China Selatan. China juga membuat peta wilayah Laut Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan Taiwan yang bersinggungan langsung dengan Laut Cina Selatan.

Atas klaim China ini, kata Fahru, Kementerian Polkam akan meminta pemerintah untuk memperkuat Kabupaten Natuna demi terjaganya keuntuhan NKRI.

"Wilayah yang berada di perbatasan, seperti Kabupaten Natuna, persatuan dan kesatuan antar-warga maupun etnis, perlu diperkokoh. Persatuan antar-warga perlu dijunjung tinggi. Ini dimaksudkan supaya tak mudah disusupi atau diadu domba oleh negara lain," katanya.

Kementerian Polkam, ungkapnya, telah menyiapkan strategi pertahanan utama NKRI di Natuna guna mempertahankan klaim China atas Laut Natuna yang dianggap sebagai wilayah Laut China Selatan milik mereka.

"Kami sudah datang ke Natuna ini melihat secara nyata strategi dari komponen utama pertahanan NKRI, yaitu TNI, terutama dalam kemampuan, kekuatan dan gelar pasukan bila terjadi sesuatu di wilayah ini," kata Mayjen TNI Fahru Nahri. 

Sementara itu, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum mendapat informasi klaim China atas Laut Natuna.

"Itu informasi dari mana?. Presiden belum mendapatkan informasi mengenai kabar Pemerintah Republik Rakyat China, mengklaim wilayah perairan Natuna," kata Faizasyah.

Sepengetahuannya, pemerintah China tidak pernah berurusan mengenai batas wilayah dengan Indonesia, apalagi mengklaimnya.

Ia membenarkan bahwa China telah menggambarkan peta Laut Natuna di Laut Cina Selatan masuk peta wilayahnya, dengan sembilan dash line atau garis terputus.

"Yang saya ketahui, memang Cina mengeluarkan peta sembilan garis putus. Itu memang klaim tumpang tindih dengan negara lain seperti Brunei, Malaysia, Vietnam, Taiwan dan Filipina, tapi tidak dengan Indonesia," katanya. 

Faizasyah kemudian mengungkapkan, pemerintah Indonesia sebenarnya telah menyampaikan keberatan atas batas Laut China Selatan dengan Laut Natuna saat Menteri Luar Negeri dijabat Ali Alatas.

"Kalau di sekitar Natuna, kita sempat menyampaikan keberatan saat era Pak Ali Alatas (menjabat Menteri Luar Negeri). Kita tidak ada masalah dengan perbatasan," ungkapnya. 

Ia menegaskan, peta sembilan dash line atau garis terputus yang dibuat Cina masih dipermasalahkan oleh kelima negara itu, berdasarkan hukum Internasional, bukan oleh Indonesia.

"Kita tidak ada masalah dengan cina. Kita tidak memiliki keragu-raguan soal batas wilayah," tegasnya. 

Sementara Anggota Komis I DPR Susaningtyas mengatakan, klaim China atas Laut Natuna menambah daftar klaim negara lain atas wilayah NKRI karena posisinya yang sangat strategis.

"Pertahanan laut kita harus kuat mengingat saat ini dari 17.499 pulau yang dimiliki Indonesia, terdapat 92 pulau terluar dan 12 pulau di antaranya merupakan pulau-pulau strategis yang tersebar di sepanjang perbatasan dengan negara tetangga," kata Susaningtyas.

Pulau-pulau terluar tersebut, katanya, digunakan sebagai titik-titik batas terluar pengukuran batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Terkait dengan fungsi pertahanan dan keamanan negara, kedudukan pulau terluar merupakan beranda nusantara yang harus terus dipantau dan diawasi," katanya. 

Seperti diketahui, Kabupaten Natuna yang memiliki luas wilayah 2.009,04 km2 ini berbatasan langsung beberapa dengan tetangga seperti China di Laut China Selatan, Vietnam, Kamboja dan Malaysia.

Kabupaten Natuna sendiri, yang sebelumnya telah dimekarkan menjadi Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, kini diusulkan kembali untuk dimekarkan menjadi tiga daerah otonom baru lagi, yakni Kota Ranai, Kabupaten Kepulauan Natuna Barat dan Kabupaten Kepulauan Natuna Selatan. (*)


Source: batamtoday.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung
02 Juli 2026
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
18 Juni 2026
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
17 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network