PILIHAN
Kantor Dispora Riau Digeledah Terkait Kasus Korupsi Sport Center
![]() |
| penggeledahan kantor Dispora Riau. ©2014 Merdeka.com |
Dalam penggeledahan ini Tipikor Sat Reskrim Polresta Pekanbaru memeriksa berkas-berkas yang mereka minta dikumpulkan pihak Dinas tersebut, di ruang rapat lantai 2 Kantor Dispora Riau. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria SH SIK saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, penggeledahan tersebut untuk mendalami penyidikan dugaan korupsi kasus tersebut.
"Kita geledah Kantor Dispora Riau untuk mendalami penyidikannya, terkait dugaan korupsi Chiller Genset Hall A Sport Center Rumbai," kata Arief.
Meski pada Senin (2/6) lalu, Polresta Pekanbaru menetapkan dua orang tersangka Pengadaan barang koneksi unit Chiller ke Genset Hall A Sport Center Rumbai, di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau melalui APBDP Riau 2011 dengan pagu anggaran Rp 1,83 miliar. Namun Arief Fajar enggan berkomentar, "Kalau tersangkanya nanti dulu ya," Arief Fajar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK kepada merdeka.com membenarkan perkembangan laporan dugaan korupsi tersebut masuk kepihaknya secara tertulis dari jajaran Polresta Pekanbaru. Dalam laporan itu, diketahui, setelah lelang dilakukan Dispora Riau tahun 2011 terdapat penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh dua tersangka.
"Dua tersangka tersebut yakni Perdamaian (56) PNS Dispora Riau selaku PPTK dan Andri Putra (46) rekanan atau kontraktor dalam pengerjaan proyek tersebut. Untuk mengungkap dugaan korupsi itu penyidik Polresta Pekanbaru sudah memeriksa dua orang saksi yakni Saksi Ir Mujiana (51) PNS Dispora Riau dan Sukirman (58)," kata Guntur.
Dugaan korupsi ini berawal pada saat dilakukan pelelangan, yang dimenangi oleh CV Merpati yang dibawa oleh Sukirman selaku kuasa dari Direktur CV Merpati. Kemudian Sukirman menjual proyek tersebut ke Andri Putra. Namun saat dikerjakan ternyata tidak selesai karena ada kabel yang tidak sampai sesuai dengan batas waktu pelaksanaan pekerjaan.
"Kemudian pelaku dibantu oleh Andri merekayasa laporan kemajuan proyek sebesar 27,88 persen untuk mencairkan dana. Setelah cair Andri memberikan fee sebesar Rp 32 juta kepada Amir Syaripuddin, saat ini penyidik terus mendalami dugaan korupsi ini," pungkas Guntur. | merdeka
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








