• Jumat, 03 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Keluarga Petani Tersangka Karhutla di Inhil Sangat Memprihatinkan

Redaksi

Jumat, 25 April 2014 22:46:10 WIB
Cetak
http://riauterkini.com/gambar/nesta.jpg
Pondok tempat tinggal Salmah dan anaknya. 
INHILKLIK.COM, Tembilahan - Miris, melihat nasib Salmah (35) bersama dua anaknya sejak suaminya, Suryono (36) ditahan polisi, karena disangkakan melakukan pembakaran lahan, Sabtub(15/3/14) lalu.

"Beginilah nasib kami sekarang pak, untuk memberi makan dua anak saya hanya menjual ubi yang ditanam ini," cerita Salmah kepada rombongan Masyarakat Peduli Indragiri Hilir (MPI) yang melihat langsung kondisinya di Parit Surau Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Rabu (23/4/14) sore.

Diceritakan, sejak suaminya ditangkap tersebut, otomatis ia yang harus merawat tanam ubi dan sedikit tanaman sayur lain bagi mencari sesuai nasi dan biaya sekolah anak lelaki tertuanya, Andre (12) yang saat ini duduk di kelas VI SD tersebut.

"Saya juga tidak tahu kelanjutan sekolah anak saya ini, sejak ayahnya ditahan," ujarnya sambil menggendong anak bungsunya, Nazila (3).

Selama ini, suaminya hanya bekerja sebagai petani ubi dan sayur di lahan yang hanya seukuran empat baris atau sekitar 0,63 hektar. Mereka tidak memiliki kebun kelapa.

"Kami tidak memiliki tanaman kelapa, hanya menanam ubi ini saja, suami saya juga biasanya bekerja sebagai buruh angkut di pasar," katanya. Selama ini suaminya harus membawa ubi hasil panennnya ke Pasar Lama Sapat dengan jarak sekitar satu jam dari tempat tinggal mereka.

Sejak ditinggal suaminya, ia bersama dua anaknya 'memberanikan' diri tinggal di pondok (bukan rumah) yang berukuran sekitar 2,5 x 4 meter beratap dan berdinding daun rumbia. Kasihannya, pondoknya ini kalau malam sepi tanpa penerangan listrik, kecuali lampu teplok dan jauh dari pemukiman warga.

"Takut juga kalau malam, tapi mau macam mana lagi, inilah tempat tinggal kami," kisahnya.

Kedua anaknya, Andre dan Nazila selalu ingat ayahnya dan selalu bertanya. Si kecil Nazila juga kerap demam sejak ditinggal ayahnya. Ia mengharapkan suaminya, kalau pun dianggap bersalah dihukum ringan.

"Saya minta suami saya dapat segera berkumpul dengan kami, karena ia merupakan tulang punggung keluarga," pintanya.

Beberapa warga yang melihat kedatangan rombongan MPI juga berdatangan dan menyampaikan keprihatinan mereka atas nasib Salmah dan anak-anaknya tersebut.

"Kasihan kami melihat nasib mereka ini, padahal selama ini lahan yang dikerjakan suaminya ini hanya untuk bertanam ubi, karena tidak memiliki tanaman kelapa," sebut seseorang yang mengaku guru Andre, anak paling tua Salmah.

Adapun bekas pembakaran yang disangkakan sebagai pembakaran lahan merupakan bekas tumpukan hasil tebasan dengan ukuran sekitar sedepa orang dewasa yang dibakar untuk membersihkan lahan yang akan ditanami ubi.

"Sejak nenek moyang kami, kalau membersihkan lahan dengan cara seperti ini, bukan dibakar semuanya, tapi hanya bekas tebasan yang ditumpuk, itupun dalam ukuran kecil kemudian dibakar dan dijaga agar tidak membakar lahan atau tanaman lainnya," sebut pria tua yang mengaku masih kerabat dari Suryono.

Sejak ditangkapnya Suryono, para petani juga merasa was-was mengelola lahannya, karena takut dituding membakar lahan. Padahal, sudah lumrah pembakaran bekas tebasan, selain untuk membersihkan lahan dalam skala kecil secara tradisional. Juga biasanya untuk mengusir nyamuk dan binatang liar lainnya saat malam hari, biasanya dibakar tak jauh dari tempat tinggal.

"Sekarang kami membersihkan lahan menjadi takut, nanti membakar sikit saja dikira membakar lahan. Bahkan, saat menyalai (mengeringkan kelapa dengan cara dipanaskan dengan bara tempurung dan sabut kelapa) juga khawatir," imbuh warga lainnya.

Aktifis MPI, Tengku Suhandi alias Comel menyampaikan, pihaknya akan mengawal kasus yang menimpa Suryono ini.

"Kami bukan membela pelaku pembakaran lahan, silahkan lakukan penegakan hukum. Tapi, hendaknya juga harus melihat kearifan lokal dari petani saat mengolah lahannya dan melihat keadilan bagi petani ini," sebutnya.

Seharusnya, penegakan hukum juga harus tegas kepada perusahaan yang diduga sengaja dan atau lalai sehingga lahannya terbakar, ini biasanya yang langsung membawa dampak lingkungan hidup, yakni kabut asap. (*)


Source: riauterkini.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung
02 Juli 2026
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
18 Juni 2026
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
17 Juni 2026
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
16 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network