• Ahad, 26 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Keluarga Petani Tersangka Karhutla di Inhil Sangat Memprihatinkan

Redaksi

Jumat, 25 April 2014 22:46:10 WIB
Cetak
http://riauterkini.com/gambar/nesta.jpg
Pondok tempat tinggal Salmah dan anaknya. 
INHILKLIK.COM, Tembilahan - Miris, melihat nasib Salmah (35) bersama dua anaknya sejak suaminya, Suryono (36) ditahan polisi, karena disangkakan melakukan pembakaran lahan, Sabtub(15/3/14) lalu.

"Beginilah nasib kami sekarang pak, untuk memberi makan dua anak saya hanya menjual ubi yang ditanam ini," cerita Salmah kepada rombongan Masyarakat Peduli Indragiri Hilir (MPI) yang melihat langsung kondisinya di Parit Surau Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra, Rabu (23/4/14) sore.

Diceritakan, sejak suaminya ditangkap tersebut, otomatis ia yang harus merawat tanam ubi dan sedikit tanaman sayur lain bagi mencari sesuai nasi dan biaya sekolah anak lelaki tertuanya, Andre (12) yang saat ini duduk di kelas VI SD tersebut.

"Saya juga tidak tahu kelanjutan sekolah anak saya ini, sejak ayahnya ditahan," ujarnya sambil menggendong anak bungsunya, Nazila (3).

Selama ini, suaminya hanya bekerja sebagai petani ubi dan sayur di lahan yang hanya seukuran empat baris atau sekitar 0,63 hektar. Mereka tidak memiliki kebun kelapa.

"Kami tidak memiliki tanaman kelapa, hanya menanam ubi ini saja, suami saya juga biasanya bekerja sebagai buruh angkut di pasar," katanya. Selama ini suaminya harus membawa ubi hasil panennnya ke Pasar Lama Sapat dengan jarak sekitar satu jam dari tempat tinggal mereka.

Sejak ditinggal suaminya, ia bersama dua anaknya 'memberanikan' diri tinggal di pondok (bukan rumah) yang berukuran sekitar 2,5 x 4 meter beratap dan berdinding daun rumbia. Kasihannya, pondoknya ini kalau malam sepi tanpa penerangan listrik, kecuali lampu teplok dan jauh dari pemukiman warga.

"Takut juga kalau malam, tapi mau macam mana lagi, inilah tempat tinggal kami," kisahnya.

Kedua anaknya, Andre dan Nazila selalu ingat ayahnya dan selalu bertanya. Si kecil Nazila juga kerap demam sejak ditinggal ayahnya. Ia mengharapkan suaminya, kalau pun dianggap bersalah dihukum ringan.

"Saya minta suami saya dapat segera berkumpul dengan kami, karena ia merupakan tulang punggung keluarga," pintanya.

Beberapa warga yang melihat kedatangan rombongan MPI juga berdatangan dan menyampaikan keprihatinan mereka atas nasib Salmah dan anak-anaknya tersebut.

"Kasihan kami melihat nasib mereka ini, padahal selama ini lahan yang dikerjakan suaminya ini hanya untuk bertanam ubi, karena tidak memiliki tanaman kelapa," sebut seseorang yang mengaku guru Andre, anak paling tua Salmah.

Adapun bekas pembakaran yang disangkakan sebagai pembakaran lahan merupakan bekas tumpukan hasil tebasan dengan ukuran sekitar sedepa orang dewasa yang dibakar untuk membersihkan lahan yang akan ditanami ubi.

"Sejak nenek moyang kami, kalau membersihkan lahan dengan cara seperti ini, bukan dibakar semuanya, tapi hanya bekas tebasan yang ditumpuk, itupun dalam ukuran kecil kemudian dibakar dan dijaga agar tidak membakar lahan atau tanaman lainnya," sebut pria tua yang mengaku masih kerabat dari Suryono.

Sejak ditangkapnya Suryono, para petani juga merasa was-was mengelola lahannya, karena takut dituding membakar lahan. Padahal, sudah lumrah pembakaran bekas tebasan, selain untuk membersihkan lahan dalam skala kecil secara tradisional. Juga biasanya untuk mengusir nyamuk dan binatang liar lainnya saat malam hari, biasanya dibakar tak jauh dari tempat tinggal.

"Sekarang kami membersihkan lahan menjadi takut, nanti membakar sikit saja dikira membakar lahan. Bahkan, saat menyalai (mengeringkan kelapa dengan cara dipanaskan dengan bara tempurung dan sabut kelapa) juga khawatir," imbuh warga lainnya.

Aktifis MPI, Tengku Suhandi alias Comel menyampaikan, pihaknya akan mengawal kasus yang menimpa Suryono ini.

"Kami bukan membela pelaku pembakaran lahan, silahkan lakukan penegakan hukum. Tapi, hendaknya juga harus melihat kearifan lokal dari petani saat mengolah lahannya dan melihat keadilan bagi petani ini," sebutnya.

Seharusnya, penegakan hukum juga harus tegas kepada perusahaan yang diduga sengaja dan atau lalai sehingga lahannya terbakar, ini biasanya yang langsung membawa dampak lingkungan hidup, yakni kabut asap. (*)


Source: riauterkini.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

Peristiwa

Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius

Jumat, 12 September 2025 - 21:15:15 WIB

Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .

Peristiwa

SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:21:10 WIB

TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.

Peristiwa

Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran

Jumat, 09 Mei 2025 - 11:55:51 WIB

Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.

Peristiwa

Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo

Kamis, 08 Mei 2025 - 22:40:03 WIB

Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network