PILIHAN
LIPI: Masyarakat Indonesia Belum Mengetahui Manfaat Cacing Laut
![]() |
| Berdasarkan analis proksimat, cacing laut atau polychaeta kaya protein. |
"Belum banyak yang tahu, apalagi masyarakat di Indonesia bagian barat, selama ini yang diketahui hanyalah ada cacing laut yang bisa dimakan tapi tidak tahu seperti apa bentuknya atau pemanfaatannya bagaimana," kata Joko di Ambon, Seini (24/3).
Joko mengatakan, berdasarkan analis proksimat yang dilakukannya, cacing laut atau polychaeta kaya protein, namun hingga kini hanya orang Maluku yang banyak memanfaatkannya sebagai lauk.
"Biasanya orang Maluku mengenal panen laor dengan timba laor, pada dua hari sesudah purnama. Untuk di Pulau Ambon sendiri, kita bisa menemukannya di Desa Alang, Liliboi, Latuhalat, Hutumuri dan beberapa kawasan lainnya," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, polychaeta hidup dalam terumbu karang pada pantai tropis yang berada dekat dengan Samudera Pasifik. Di Indonesia sendiri ada beberapa daerah yang diketahui menjadi habitat biota laut tersebut, di antaranya Maluku dan Lombok.
Di Maluku, cacing laut tersebut dikenal dengan nama laor, sedangkan di Lombok bernama nyale. Sejauh ini yang paling banyak diteliti adalah yang berada di Maluku.
"Belum ada bahasa Indonesia baku untuk nama hewan ini, biasanya tiap daerah memiliki nama tradisionalnya. Kalau di Maluku ada 54 jenisnya tapi Palola viridis dan Lysidice oele yang paling dominan," ucapnya.
Menurut Joko, polychaeta yang berada di perairan Maluku, pertama kali diteliti oleh Rumphius, seorang peneliti Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) keturunan Jerman, dalam Ekspedisi Rhumpius III pada 1977.
Penelitian lanjutan yang lebih mendalam terhadap polychaeta secara keseluruhan baru dilakukan oleh peneliti Jerman lainnya pada 1995.
"Tahun 1995 ada seorang peneliti Jerman yang berhasil menemukan 13 jenis Polychaeta yang lain, sayangnya tulisannya itu ditulis dalam bahasa Jerman dan hanya tersimpan di museum Hamburg, jadi tidak banyak yang tahu ada temuan itu," ujarnya. | beritasatu
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








