PILIHAN
Pemasaran Hasil Perikanan Di Inhil Dinilai Belum Maksimal
![]() |
| Ikan laut (Foto:Int) |
Hal ini diungkapkan Sulaiman (49), salah seorang penampung hasil tangkapan laut nelayan di Kuala Enok, Jumat (24/1). Menurutnya, sektor pemasaran yang belum dikelola dengan baik menjadi titik lemah kemajuan potensi perikanan yang besar di Inhil.
“Untuk meningkatan perekonomian masyarakat nelayan di Inhil ini, bantuan alat tangkapan kepada nelayan, seperti pompong, jaring, belat dan sebagainya bukan menjadi harapan utama kepada pemeirntah. Yang terpenting diperlukan nelayan ialah bagaimana sistem pemasaran hasil tangkapan mereka terjual,” jelas Sulaiman.
Ia melihat, rata-rata bantuan berbagai peralatan tangkapan ikan yang diberikan oleh Pemerintah belum mampu menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi nelayan.. bahkan tidak sedikit dari bantuan yang diberikan akhirnya dijual oleh nelayan karena ekonomi mereka tidak kunjung ada perubahan.
Untuk itu harapnya, jika pemerintah ingin melakukan upaya peningkatan kesejahteraan nelayan di Inhil, Pemerintah harus ikut andil untuk memantapkan sektor pemasaranan hasil perikanan itu sendiri. Karena merosotnya perekonomian nelayan sebagian besar diakibatkan lemahnya sektor pemasarannya.
“Kita bisa lihat sendiri nelayan Inhil selama ini tidak berkembang karena persoalan harga yang tergantung dan dimonopoli oleh pada toke ikan, sehingga ekonomi nelayan jalan ditempat,” tambahnya.
Padahal secara geografis, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki luas lautan mencapai 6,318 km2 dan perairan umum 888.97 km2 dengan potensi perikanan yang besar.
Hal senada juga dikatakan Ahmad . nelayan dari daerah kecamatan Mandah. Menurutnya, belum maksimalnya sektor pemasaran hasil tangkapan nelayan di Inhil selain berdampak pada menurunnya perekonominan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, para nelayan juga tidak mampu keluar dari monopoli harga toke ikan.
“Kita berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan fisik saja, namun juga bantuan yang sifatnya pemberdayaan petani nelayan, sehingga sedikit banyak SDM (sumber daya manusia) pengelolaan hasil potensi perikanan itu bisa bertambah, dan harga jual tangkapan nelayan bisa naik,“ ujarnya. (*)
Source: infopublik.kominfo.go.id
BERITA LAINNYA +INDEKS
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .
SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh
TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.
Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran
Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.
Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo
Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








