• Sabtu, 18 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

DPR Usulkan Puluhan Daerah Pemekaran, Apa Urgensinya?

Redaksi

Selasa, 29 Oktober 2013 20:57:00 WIB
Cetak
Peta Indonesia
Jakarta (Inhilklik) - Ini soal pemekaran daerah.  Wakil rakyat kita di Senayan mengusulkan pembentukan 65 Daerah Otonomi Baru (DOB). Delapan di antaranya adalah provinsi baru. Menyebar di seluruh Indonesia. Meski banyak dikritik, bahkan sejumlah tokoh di Papua tegas menolak, rencana pemekaran ini tampaknya jalan terus.

"Semoga bisa disampaikan kepada Presiden minggu-minggu ini," begitu kata Ketua Komisi II DPR, Agun Gunanjar Sudarsa, kepada VIVAnews, Selasa 29 Oktober 2013.  

Sekretariat Komisi II hari-hari ini tengah sibuk membereskan masalah administrasi usulan itu, juga alasan pemekaran tiap daerah. Jika sudah beres, usulan ini masuk meja presiden, lengkap dengan segala polemiknya. 

Di Senayan sendiri, pemekaran daerah yang begitu banyak itu sudah dibahas dalam sidang paripurna 24 Oktober lalu. Delapan provinsi baru yang diusulkan adalah Provinsi Tapanuli, Provinsi Kepulauan Nias, Provinsi Pulau Sumbawa, Provinsi Kapuas Raya, Provinsi Bolaang Mongondow Raya, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Barat Daya. “Rancangan Undang Undang itu segera dibahas mulai masa persidangan yang akan datang," kata Ketua DPR Marzuki Alie dalam pidato penutupan masa sidang I Tahun 2013-2014 tersebut.

Mengapa begitu banyak daerah otonomi baru yang diusulkan? Inilah jawaban Marzuki Alie. Pemekaran, katanya, memperkokoh NKRI. Mengembangkan potensi daerah. Memperpendek rentang kendali. Demi keamanan, alasan kultural budaya dan alasan historis. Sejumlah alasan yang tentu saja terbuka untuk diperdebatkan. 

Dalam sidang paripurna tanggal 24 Oktober itu, Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara. Usul itu ditolak. "Kami meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk lengkapi persyaratannya," kata Ketua Komisi II Agun Gunanjar.

Mengapa DPR begitu bersemangat membahas daerah otonomi baru itu? Begini jawaban Agun Gunanjar. Usulan tersebut, katanya, merupakan tugas DPR sebagai penyambung aspirasi rakyat. Sejumlah 65 daerah otonomi tadi adalah bagian dari 200 usulan yang diproses. Usulan sebanyak itu merupakan akumulasi dari tahun 2002, yang lama mengendap di Senayan.

“Bagi DPR, sebagai lembaga penampung dan penyalur aspirasi rakyat, tentunya aspirasi sudah melalui proses yang tidak mudah untuk memprosesnya. Para pengusul  sudah bolak-balik menanyakan nasibnya, kata Agun.

Demi memeriksa semua usulan itu, DPR kemudian membentuk dua panitia kerja (Panja). Tugas mereka adalah membahas semua usulan itu bersama pemerintah. Satu dari dua Panja itu adalah khusus membahas pemekaran wilayah Papua dan Papua Barat. Satu lagi khusus membahas di luar Papua. 

Agun mengakui banyak suara sumbang seputar pembahasan pemekaran wilayah itu. Dia menggaransi, proses penyerapan aspirasi hingga menjadi usulan dilakukan secara terbuka. ”Silakan orang berkomentar A sampai Z. Saya bertanggung jawab akan segala sesuatunya. Pemekaran bukan tanpa tujuan,” kata Agun.

Papua Menolak?

Usul pembentukan daerah otonom baru itu ditolak keras anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Alasan mereka jelas. Pemekaran kabupaten dan kota di Provinsi Papua terkesan asal-asalan dan tidak bermutu. Rancangan undang-undang baru itu dinilai tidak mempertimbangkan sejumlah apek penting dalam pemekaran wilayah seperti jumlah penduduk, geografi wilayah, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.

"Pemekaran atau pembentukan daerah otonom baru yang kini RUU-nya sedang dibahas DPR tidak memperdulikan syarat-syarat yang ditentukan. Sehingga terkesan sangat tak berkulitas alias serampangan," kata Sekretaris Komisi A DPRP Bidang Pemerintahan Julius, Miagoni, Senin 28 Oktober.

Pemerintah pusat maupun DPR RI, lanjutnya, seperti tidak mempunyai aturan baku, yang digunakan sebagai landasan melahirkan daerah otonomi baru (DOB). "Pusat tak punya batasan, berapa sebenarnya syarat jumlah penduduk untuk lahirnya DOB," katanya.

Lantaran tidak punya tolok ukur yang jelas, pemekaran ini, kata Julius, hanya menjadi semacam gula-gula politik yang diberikan pusat kepada daerah. "DPR seperti memberikan gula-gula tanpa memikirkan aspek yang akan timbul," katanya.

Apa yang menjadi keputusan DPR dengan DPR Papua juga tidak pernah sejalan atau sinkron. Sejumlah daerah yang direkomendasikan DPR Papua untuk dimekarkan malah tidak diakomodir. "Tidak ada sinergi antara DPR dan DPR Papua, akibatnya yang dilahirkan adalah pemekaran murahan tanpa bobot, dan terkesan hanya kepentingan politik sesaat menjelang Pemilu 2014," katanya.

Jumlah penduduk yang sangat sedikit di beberapa willayah yang dimekarkan itu sama sekali tidak menjadi pertimbangan. Penduduk sedikit tidak seimbang dengan jumlah pemekaran yang saat ini sedang digodok. "Jumlah penduduk orang asli Papua hanya sekitar 1,5 juta selebihnya orang non-Papua. Pemekaran terkesan sebagai topeng transmigrasi, karena pada akhirnya nanti pendatanglah yang mendominasi DOB." DPR Papua meminta, pemekaran kabupaten/ kota apalagi provinsi untuk sementara dihentikan. "Moratorium pemekaran harus dilaksanakan."

DPR Papua juga mendukung Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe yang menegaskan, untuk saat ini pemekaran provinsi tidak ada. "Kami dukung kebijakan gubernur, yang tidak menyetujui adanya pemekaran provinsi, tapi kalau kabupaten/kota silahkan," katanya.

Agun sendiri menganggap wajar penolakan dari Papua itu. Setiap usulan, katanya, mengundang pro dan kontra. "Mereka memandang dari sisi berbeda. Kami penyalur aspirasi tidak ingin ada keberpihakan,” ujar Agun.

Banyak yang Gagal

Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng, menyebutkan bahwa usulan pemekaran 65 DOB itu merupakan bagian dari begitu banyak usulan daerah otonom baru yang sekarang sedang antri di Senayan. Meskipun pemerintah telah memoratorium pemekaran daerah sejak 2010, usulan baru terus mengalir. Mengapa? Karena usulan terbuka lewat tiga pintu, yaitu pemerintah, DPR, dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

”Bagi DPR, pilihan politiknya memang harus mekar. Dengan begitu mereka bisa mendistribusikan kader politik ke kursi jabatan politik,” ujar Endi.

Endi mengingatkan DPR akan temuan tim evaluasi pelaksanaan otonomi daerah yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Dimana 80% daerah otonom baru tidak mencapai tujuan pemekaran, yaitu menyejahterakan rakyat. Dalam skala 1-10, hanya ada dua daerah yang meraih nilai 6, yaitu Kabupaten Cimahi, Jawa Barat, dan Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Indikator penilaian itu adalah kesejahteraan rakyat, good governance, pelayanan publik, dan daya saing.

“Sebagian besar DOB masih harus menempuh jalan panjang untuk sukses atau dengan kata lain gagal,” katanya.

Dia mengkritisi DPR yang dinilainya memaksakan diri untuk memproses usulan pemekaran wilayah itu. Alih-alih mendukung pemerintah yang melakukan moratorium pemekaran, sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014, DPR justru mengajukan usul tersebut. Bolanya kini, kata Endi, sudah di tangan pemerintah.  Apakah pemerintah terlena menari di atas gendang politisi Senayan. 

Pemerintah sendiri, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, belum bersedia menanggapi usulan pemekaran dari DPR itu. Dia juga belum mendapat amanat presiden untuk menindaklanjuti usul itu.  ”Sampai saat ini saya belum menerima usulan tersebut dan saya juga belum menerima Ampresnya. Karena itu saya tidak bisa menanggapinya,” kata Gamawan melalui pesan pendek. (viva)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

Peristiwa

Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius

Jumat, 12 September 2025 - 21:15:15 WIB

Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .

Peristiwa

SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:21:10 WIB

TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.

Peristiwa

Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran

Jumat, 09 Mei 2025 - 11:55:51 WIB

Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.

Peristiwa

Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo

Kamis, 08 Mei 2025 - 22:40:03 WIB

Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
12 Maret 2026
Merajut Kepedulian Ramadan, PT Pulau Sambu di Kuala Enok & YBDA Santuni Anak Yatim
11 Maret 2026
Safari Ramadhan PT Guntung Idamannusa Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim dan Berbagi 180 Paket Sembako
09 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 2 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 3 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 4 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
  • 5 Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
  • 6 PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
  • 7 Pemdes Sungai Intan Gelar Patroli Poskamling, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban di Bulan Ramadhan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network