PILIHAN
Mengingat Besarnya Potensi, Pemerintah Disarankan Bentuk Badan Pengelolaan Kelapa
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Eka Sastra dalam seminar bertema ‘Selamatkan Kelapa Indonesia’ di Operation Room, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/07/2016) menyarankan kepada Pemerintah untuk membentuk badan pengelolaan kelapa. Pasalnya, di beberapa negara bahkan sudah memiliki menteri khusus yang menangani kelapa.
Seperti dikutip dpr.go.id Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga yakin, jika potensi kelapa yang besar ini dapat dikelola dengan baik, maka lapangan kerja dan devisa negara juga akan bertambah, sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat
“Padahal kalau kita pelajari dengan baik, kelapa ini bisa menjadi komoditas ekspor. Dan bagian-bagian dari kelapa bisa diolah, bisa dikembangkan menjadi komoditi yang laku di pasar internasional. Saya sudah mempraktekannya dari zaman kuliah dulu sampai sekarang,” kata Eka.
Namun ia menyayangkan, masih ada beberapa permasalahan sehingga pengembangan potensi kelapa ini menjadi terhambat. Salah satunya adalah masalah harga. Ia mencatat, harga komoditas di negara tetangga, dihargai sebesar Rp 3000-4000 per kilogram. Sementara di Indonesia hanya Rp 1500-2000 saja untuk setiap 1 kilogram kelapa.
“Kita belum mengembangkan industri yang mengolah kelapa, sehingga sebagian besar kelapa ini dijadikan konsumsi. Padahal negara lain, seperti Malaysia, Thailand, sudah mengolah kelapa menjadi komoditas industri, sehingga harga lebih mahal. Ini yang menyebabkan petani atau pengusaha kelapa lokal, lebih tertarik menjual kelapa ke luar negeri,” papar Eka.
“Mau tidak mau tanggung jawab kita adalah bagaimana membuka pengelolaan kelapa ini menjadi komoditas ekspor, sehingga permintaan kelapa untuk menjadi komoditas ekspor dapat terpenuhi,” pesan politisi asal dapil Jawa Barat itu.
(inhilpunya)
Seperti dikutip dpr.go.id Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga yakin, jika potensi kelapa yang besar ini dapat dikelola dengan baik, maka lapangan kerja dan devisa negara juga akan bertambah, sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat
“Padahal kalau kita pelajari dengan baik, kelapa ini bisa menjadi komoditas ekspor. Dan bagian-bagian dari kelapa bisa diolah, bisa dikembangkan menjadi komoditi yang laku di pasar internasional. Saya sudah mempraktekannya dari zaman kuliah dulu sampai sekarang,” kata Eka.
Namun ia menyayangkan, masih ada beberapa permasalahan sehingga pengembangan potensi kelapa ini menjadi terhambat. Salah satunya adalah masalah harga. Ia mencatat, harga komoditas di negara tetangga, dihargai sebesar Rp 3000-4000 per kilogram. Sementara di Indonesia hanya Rp 1500-2000 saja untuk setiap 1 kilogram kelapa.
“Kita belum mengembangkan industri yang mengolah kelapa, sehingga sebagian besar kelapa ini dijadikan konsumsi. Padahal negara lain, seperti Malaysia, Thailand, sudah mengolah kelapa menjadi komoditas industri, sehingga harga lebih mahal. Ini yang menyebabkan petani atau pengusaha kelapa lokal, lebih tertarik menjual kelapa ke luar negeri,” papar Eka.
“Mau tidak mau tanggung jawab kita adalah bagaimana membuka pengelolaan kelapa ini menjadi komoditas ekspor, sehingga permintaan kelapa untuk menjadi komoditas ekspor dapat terpenuhi,” pesan politisi asal dapil Jawa Barat itu.
(inhilpunya)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








