PILIHAN
Kebakaran lahap puluhan hektare lahan gambut di Riau
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kebakaran selama lebih dari satu pekan telah melahap lahan gambut seluas sedikitnya 30 hektare di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kebakaran tersebut, sebagaimana dilaporkan wartawan setempat, MQ Rudi, bermula pada Selasa (08/06) malam.
Sejak saat itu upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan karyawan PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.
"Untuk mengantisipasi meluasnya api, puluhan karyawan menetap sementara di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, puluhan masyarakat juga turut melakukan pengawasan dan pemadaman api di lahan konsesi perusahaan,” kata MQ Rudi.
Selain dari perusahaan dan masyarakat, BPBD Riau menurunkan satu unit helikopter Air Tractor ke lokasi kebakaran untuk mempercepat pemadaman api.
Image copyright MQ Rudi Image caption Kebakaran di Pelalawan, Riau, melahap sekitar 30 hektare lahan gambut.
Menurut kepala BPBD Riau, Edward Sanger, api telah dipadamkan.
“Kami sudah mengirim helikopter dan personel guna memadamkan api. Lahannya gambut, tapi gambut basah. Jadi relatif mudah untuk mematikan api. Dari laporan yang kami dapat, kebakaran sudah dipadamkan,” kata Edward kepada BBC Indonesia.
Ketika ditanya, lahan siapa yang terbakar dan apa penyebab kebakaran, Edward mengaku tidak tahu.
Kebakaran di lahan gambut tersebut berlangsung setahun setelah kejadian serupa menyisakan trauma bagi sebagian besar masyarakat Pekanbaru.
“Jangan sampailah kabut asap muncul lagi. Kita cukup trauma terutama melihat anak-anak ini. Pemerintah harusnya segera menindak perusahaan yang membakar lahannya itu. Atau siapa sajalah yang membakar lahan atau hutan. Kita korbannya disini. Mereka enak-enak saja membakar lahannya,” ungkap Syafaruddin, salah seorang warga Pekanbaru.
Pada Maret lalu, kebakaran hutan dan lahan melanda sebagian wilayah Provinsi Riau sehingga pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, jumlah titik api di Sumatra per Jumat (17/06) nihil. Adapun di Kalimantan, jumlah titik api berada di 15 lokasi. (*)
Sumber: BBC Indonesia
Kebakaran tersebut, sebagaimana dilaporkan wartawan setempat, MQ Rudi, bermula pada Selasa (08/06) malam.
Sejak saat itu upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan karyawan PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.
"Untuk mengantisipasi meluasnya api, puluhan karyawan menetap sementara di sekitar lokasi kebakaran. Selain itu, puluhan masyarakat juga turut melakukan pengawasan dan pemadaman api di lahan konsesi perusahaan,” kata MQ Rudi.
Selain dari perusahaan dan masyarakat, BPBD Riau menurunkan satu unit helikopter Air Tractor ke lokasi kebakaran untuk mempercepat pemadaman api.
Image copyright MQ Rudi Image caption Kebakaran di Pelalawan, Riau, melahap sekitar 30 hektare lahan gambut.
Menurut kepala BPBD Riau, Edward Sanger, api telah dipadamkan.
“Kami sudah mengirim helikopter dan personel guna memadamkan api. Lahannya gambut, tapi gambut basah. Jadi relatif mudah untuk mematikan api. Dari laporan yang kami dapat, kebakaran sudah dipadamkan,” kata Edward kepada BBC Indonesia.
Ketika ditanya, lahan siapa yang terbakar dan apa penyebab kebakaran, Edward mengaku tidak tahu.
Kebakaran di lahan gambut tersebut berlangsung setahun setelah kejadian serupa menyisakan trauma bagi sebagian besar masyarakat Pekanbaru.
“Jangan sampailah kabut asap muncul lagi. Kita cukup trauma terutama melihat anak-anak ini. Pemerintah harusnya segera menindak perusahaan yang membakar lahannya itu. Atau siapa sajalah yang membakar lahan atau hutan. Kita korbannya disini. Mereka enak-enak saja membakar lahannya,” ungkap Syafaruddin, salah seorang warga Pekanbaru.
Pada Maret lalu, kebakaran hutan dan lahan melanda sebagian wilayah Provinsi Riau sehingga pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, jumlah titik api di Sumatra per Jumat (17/06) nihil. Adapun di Kalimantan, jumlah titik api berada di 15 lokasi. (*)
Sumber: BBC Indonesia
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








