PILIHAN
SMP N 2 Tanah Merah: Perpisahan Awal Menuju Gerbang Pertemuan Sejati
SMPN 2 Tanah Merah merupakan salah satu SMP Negeri yang berada di Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Riau yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Enok. SMPN 2 Tanah Merah ini sudah berdiri semenjak puluhan tahun yang lalu, yang dulunya berasal dari SMP YPU dan baru di negeri pada tahun 1991. SMPN 2 Tanah Merah terletak di Desa Tekulai Bugis dan berbatasan dengan Desa Tekulai Hilir Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Riau.
Pada Hari Selasa Tanggal 31 Mei 2016 mengadakan acara Perpisahan yang cukup sederhana yang dihadiri oleh siswa siswi kelas VII, VIII, IX, dan Majelis Guru beserta staf Tata Usaha. Perpisahan kali ini tidak mengundang orang tua wali murid dan pihak desa setempat disebabkan oleh dana perpisahan yang terbatas dan juga tidak mau membebankan siswa kelas IX yang nanti nya sangat membutuhkan dana untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Walaupun demikian acara perpisahan berjalan dengan hikmat dan penuh dengan kegembiraan.
Pada awal acara disungguhkan dengan kata-kata perpisahan dari siswa kelas IX dan adik kelas (Kelas VII dan VIII). Untuk kelas IX di wakili oleh Teguh dan adik kelas diwakili oleh Adrean (Kelas VII). Pada penyampaian nya, mereka sangat berterima kasih kepada guru-guru mereka yang telah mendidik mereka selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Tanah Merah. Menurut mereka pembinaan dan pendidikan bapak/ibu gurunya yang telah mereka terima tidak dapat terbalaskan dan mereka hanya dapat mengucapkan terima kasih. Dan mereka juga meminta maaf kepada seluruh civitas akademik selama proses pembinaan dan pendidikan di SMPN 2 Tanah Merah terdapat perilaku yang kurang berkenan.
Acara dilanjut dengan kata sambutan kepala sekolah SMPN 2 Tanah Merah oleh Bapak Muhammad Amin, S.Pd.,MM. yang mengatakan bahwa siswa-siswa kelas IX yang nanti lulus diharapkan agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi jangan hanya tamat pada tingkat SMP saja tetapi berjuang dan berikhtiar untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya.
Disamping itu juga kepala sekolah menyampaikan bahwa pada saat pengumuman kelulusan siswa-siswa kelas IX jangan mencoret-coret baju dan konvoi yang nanti nya mengundang bahaya bagi diri sendiri dan masyarakat. Sedangkan baju yang nanti nya tidak dipakai agar dapat disumbangkan kepada adik-adik kelasnya, sehingga baju tersebut bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Pada pertengahan acara diisi dengan paduan suara oleh siswa kelas IX dan gabungan kelas VII dan VIII. Acara ini cukup mendapat perhatian karena dengan lantunan lagu-lagu yang mereka nyanyikan membawa para seluruh guru terharu dan diantara mereka ada yang meneteskan air mata sehingga memancing beberapa guru. Namun Perpisahan sudah menjadi bagian dari kehidupan, setiap yang hidup tentu akan mengalami pertemuan-pertemuan dan tentu saja pada saatnya nanti akan berpisah. Sangat jarang ada yang siap ketika mengalami saat berpisah, terkadang “lebih baik meninggalkan dari pada ditinggalkan”. Perpisahan selalu menimbulkan rasa sedih dan ketidak nyamanan, dan hal ini sering di iringi dengan air mata.
Perpisahan selalu memberikan pelajaran yang bermakna, dimana kita dapat memahami dan menghargai arti pentingnya seseorang dan mampu memaknai hidup yang sebenarnya. Tidak perlu perpisahan diratapi secara mendalam tetapi kita perlu berikhlas diri karena dengan perpisahan ini akan membuat kita ingin selalu dekat dengan mereka dan akan menimbulkan rasa kepedulian dan perhatian sesama.
Marilah kita memaknai perpisahan ini dengan bijak, karena perpisahan bukan akhir dari segalanya tapi merupakan langkah awal membuka pintu pertemuan kita selanjutnya. Sebuah perpisahan hanyalah suatu masa atau jenjang waktu yang terputus agar kita dapat menyerahkan dan mengingat perasaan yang sempat ada dan sempat atau terjadi dalam proses kehidupan kita yang sudah berjalan.
Sebelum acara doa di bacakan terlebih dahulu ditampilkannya acara tarian dari siswa siswi kelas VII dan VIII yang menambahkan kegembiraan dan keharuan pada suasana perpisahan. Demikan kegiatan SMPN 2 Tanah Merah semoga di tahun ke depan dapat lebih ditingkatkan.
Ingatlah kata-kata berikut bahwa Perpisahan memang merupakan hilangnya wujud suatu benda atau orang sehingga kita tak bisa lagi melihat dengan jelas bagaimana rupa dan wajah orang tersebut sebagaimana yang sering kita llihat ketika sebelum terjadinya perpisahan. Namun, sebuah perasaan tak bisa dibohongi, perasaan itu akan selalu tetap melekat sampai kapanpun walaupun dipisahkan oleh jarak, ruang waktu bahkan dipisahkan oleh dunia yang berbeda.
Pada Hari Selasa Tanggal 31 Mei 2016 mengadakan acara Perpisahan yang cukup sederhana yang dihadiri oleh siswa siswi kelas VII, VIII, IX, dan Majelis Guru beserta staf Tata Usaha. Perpisahan kali ini tidak mengundang orang tua wali murid dan pihak desa setempat disebabkan oleh dana perpisahan yang terbatas dan juga tidak mau membebankan siswa kelas IX yang nanti nya sangat membutuhkan dana untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Walaupun demikian acara perpisahan berjalan dengan hikmat dan penuh dengan kegembiraan.
Pada awal acara disungguhkan dengan kata-kata perpisahan dari siswa kelas IX dan adik kelas (Kelas VII dan VIII). Untuk kelas IX di wakili oleh Teguh dan adik kelas diwakili oleh Adrean (Kelas VII). Pada penyampaian nya, mereka sangat berterima kasih kepada guru-guru mereka yang telah mendidik mereka selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Tanah Merah. Menurut mereka pembinaan dan pendidikan bapak/ibu gurunya yang telah mereka terima tidak dapat terbalaskan dan mereka hanya dapat mengucapkan terima kasih. Dan mereka juga meminta maaf kepada seluruh civitas akademik selama proses pembinaan dan pendidikan di SMPN 2 Tanah Merah terdapat perilaku yang kurang berkenan.
Acara dilanjut dengan kata sambutan kepala sekolah SMPN 2 Tanah Merah oleh Bapak Muhammad Amin, S.Pd.,MM. yang mengatakan bahwa siswa-siswa kelas IX yang nanti lulus diharapkan agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi jangan hanya tamat pada tingkat SMP saja tetapi berjuang dan berikhtiar untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya.
Disamping itu juga kepala sekolah menyampaikan bahwa pada saat pengumuman kelulusan siswa-siswa kelas IX jangan mencoret-coret baju dan konvoi yang nanti nya mengundang bahaya bagi diri sendiri dan masyarakat. Sedangkan baju yang nanti nya tidak dipakai agar dapat disumbangkan kepada adik-adik kelasnya, sehingga baju tersebut bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Pada pertengahan acara diisi dengan paduan suara oleh siswa kelas IX dan gabungan kelas VII dan VIII. Acara ini cukup mendapat perhatian karena dengan lantunan lagu-lagu yang mereka nyanyikan membawa para seluruh guru terharu dan diantara mereka ada yang meneteskan air mata sehingga memancing beberapa guru. Namun Perpisahan sudah menjadi bagian dari kehidupan, setiap yang hidup tentu akan mengalami pertemuan-pertemuan dan tentu saja pada saatnya nanti akan berpisah. Sangat jarang ada yang siap ketika mengalami saat berpisah, terkadang “lebih baik meninggalkan dari pada ditinggalkan”. Perpisahan selalu menimbulkan rasa sedih dan ketidak nyamanan, dan hal ini sering di iringi dengan air mata.
Perpisahan selalu memberikan pelajaran yang bermakna, dimana kita dapat memahami dan menghargai arti pentingnya seseorang dan mampu memaknai hidup yang sebenarnya. Tidak perlu perpisahan diratapi secara mendalam tetapi kita perlu berikhlas diri karena dengan perpisahan ini akan membuat kita ingin selalu dekat dengan mereka dan akan menimbulkan rasa kepedulian dan perhatian sesama.
Marilah kita memaknai perpisahan ini dengan bijak, karena perpisahan bukan akhir dari segalanya tapi merupakan langkah awal membuka pintu pertemuan kita selanjutnya. Sebuah perpisahan hanyalah suatu masa atau jenjang waktu yang terputus agar kita dapat menyerahkan dan mengingat perasaan yang sempat ada dan sempat atau terjadi dalam proses kehidupan kita yang sudah berjalan.
Sebelum acara doa di bacakan terlebih dahulu ditampilkannya acara tarian dari siswa siswi kelas VII dan VIII yang menambahkan kegembiraan dan keharuan pada suasana perpisahan. Demikan kegiatan SMPN 2 Tanah Merah semoga di tahun ke depan dapat lebih ditingkatkan.
Ingatlah kata-kata berikut bahwa Perpisahan memang merupakan hilangnya wujud suatu benda atau orang sehingga kita tak bisa lagi melihat dengan jelas bagaimana rupa dan wajah orang tersebut sebagaimana yang sering kita llihat ketika sebelum terjadinya perpisahan. Namun, sebuah perasaan tak bisa dibohongi, perasaan itu akan selalu tetap melekat sampai kapanpun walaupun dipisahkan oleh jarak, ruang waktu bahkan dipisahkan oleh dunia yang berbeda.
Penulis : Syarifuddin, SP.,S.Pd.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network











