Teror Bom Marak, 14 Negara Larang Warganya ke Indoneisa

Kamis, 17 Mei 2018 - 22:55:59 WIB
Teror Bom Marak, 14 Negara Larang Warganya ke Indoneisa Wisatawan asing menikmati liburan di Bali. (Foto Radar Bali)

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Teror bom di sejumlah daerah, seperti yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo dan Riau berdampak buruk bagi branding Indonesia di dunia internasional. Sebanyak 14 negara resmi mengeluarkan travel advice atau peringatan keamanan untuk warganya yang akan berkunjung ke Indonesia.

14 negara yang saat ini telah mengeluarkan status travel advisory adalah Inggris, Amerika Serikat, Australia, Hongkong, Singapura, Selandia Baru, Malaysia, Polandia, Irlandia, Kanada, Prancis, Filipina, Brasil dan Swiss.

Kondisi ini disadari maupun tidak berpotensi mengancam pariwisata Bali, mengingat besarnya kunjungan negara-negara tersebut ke Bali selama ini.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, travel advice merupakan hal yang biasa.

“Itu bagus, artinya di mana saja sangat normal bahwa kejadian di satu negara akan menjadi perhatian negara lain, terutama menyangkut keselamatan warganya,” kata Fachir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5/2018) dikutip harianriauco dari laman pojoksatuid.

Fachir mengatakan, pihaknya sudah mencoba meyakinkan pada negara lain bahwa Indonesia aman meski ada sejumlah aksi teror dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita mengatakan kita aman, kita aman. Semua berjalan normal. Bahkan di Surabaya sudah berjalan normal,” tambahnya, seperti dikutip dari Radar Bali, Kamis (17/5).

Sementara itu, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati tidak terlalu mengkhawatirkan pengeluaran status advisory tersebut.

Dia mengklaim, dari hasil wawancara kecil-kecilan yang dilakukan internal PHRI, sejumlah tamu justru tidak perduli dengan adanya teror tersebut.

“Mereka tidak menghiraukan, karena mereka paham Bali lokasinya jauh,” kata Cok Ace sapaan akrabnya.

Namun, kata dia, kondisi ini tentu saja tetap ada pengaruhnya bagi pariwisata Bali. Dari laporan sejumlah anggota PHRI, sudah ada beberapa pembatalan kedatangan ke Bali akibat teror ini.

Hanya saja, dampak tersebut masih kecil yakni di bawah 5 persen. “Tidak seperti Gunung Agung kemarin,” tuturnya.

Dia berharap, teror yang terjadi di sejumlah wilayah bisa teratasi. Ini untuk menjawab, kepada dunia bahwa penanganan keamanan di Indonesia sangat baik.

Sehingga timbul kepercayaan untuk datang lagi ke Indonesia khususnya Bali. Tapi kalau aksi teror terus terjadi,

tidak menutup kemungkinan akan mengancam pariwisata Bali mengingat bisnis pariwisata merupakan bisnis yang sensitif menyangkut keamanan.

“Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan kompetitor untuk menyebarkan berita hoax, untuk tidak berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali,” terang tokoh puri Ubud ini.

Dia pun mengimbau kepada hotel, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan hotel.

Misalnya dengan melakukan penjagaan lebih ekstra serta memasang tambahan CCTV di sejumlah obyek vital hotel serta memperketat pemeriksaan kepada tamu hotel yang menginap.

“Ini untuk memaksimalkan keamanan. Kalau mereka dijelaskan pasti mengerti, ini juga demi keamanan dan kenyamanan tamu,” pungkasnya.

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis, 31 Mei 2018 - 23:00:21 WIB

ISIS Klaim Serangan Teror di Belgia yang Tewaskan Tiga Orang

INHILKLIK.COM, BRUSSELS – Kelompok Teroris ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan yang

Kamis, 15 Maret 2018 - 23:09:48 WIB

Teroris Neo-Nazi Ini Simpan Daftar Masjid yang Akan Dibom

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang neo-Nazi mengumpulkan komponen bom dan menyimpan daftar alamat masj

Ahad, 26 November 2017 - 20:48:49 WIB

Mesir membalas teroris yang serang masjid di Sinai Utara

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Angkatan Udara Mesir langsung mengirim jet tempur dan menggempur basis

Rabu, 04 Oktober 2017 - 10:34:36 WIB

Penduduk AS Lebih Banyak Dibunuh Pria Kulit Putih Daripada Teroris Islam Radikal

INHILKLIK.COM - Saat menjabat menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberlakukan perintah

Sabtu, 30 September 2017 - 23:23:09 WIB

Terbukti Melakukan Terorisme, Ulama Lebanon Dijatuhi Hukuman Mati

INHILKLIK.COM, BEIRUT – Seorang ulama ekstremis di Lebanon dijatuhi hukuman mati pada Kamis (2

Kamis, 10 Agustus 2017 - 21:45:14 WIB

Mantan Napi Teroris Sebut ISIS Gunakan Celah Untuk Ciptakan Konflik

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Mantan narapidana teroris Sofyan Sauri mengatakan, kasus penistaan agama ya