PILIHAN
Ibu Rumah Tangga di Tembilahan "Menjerit"
![]() |
| Ilustrasi (radarbangka.co.id) |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Masyarakat terutama ibu rumah tangga (IRT) mengeluhkan harga pangan yang terus naik di pasaran. Terutama untuk harga cabe yang sudah melonjak dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu.
Seperti yang disampaikan Siti, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Tembilahan. Dirinya mengatakan kepada bertuahpos harga yang naik sudah sangat tinggi.
“Naiknya lumayan banyak biasa cabe, Rp 30 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu satu kilogramnya. Bukan hanya cabe hampir semuanya naik,” katanya Senin (15/02/2016).
Siti menuturkan biasanya untuk berbelanja ke pasar cukup membawa Rp 50 ribu. "Uang Rp 50 ribu sudah bisa beli sayur sama lauk yang lain. Sekarang malah tidak cukup belanja bawa uang segitu," tambahnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ida, seorang pembeli. "Saya maunya harga barang-barang kembali seperti biasa, kalau naik gini kami jadi susah mengatur pengeluaran. Ini jadi penderitaan semua ibu-ibu rumah tangga." jelas ida.
Dirinya berharap pemerintah bisa mengatur harga-harga supaya tidak terus naik. “Kasihan masyarakat yang kurang manpu seperti kami ini, tambah menderita dengan kenaikan harga ini,” tambahnya.
Aman, seorang pedagang mengakui ada kenaikan harga sembako. “Iya ibu-ibu mengeluh kenapa harga pangan sekarang naik. Jadi saya bilang saja mungkin karena musibah banjir itu,” sebutnya.
Aman juga mengeluhkan akibat kenaikan harga, kini dagangannya sulit untuk laku semua. “Saya jualan sehari habis 50 kilo sekarang cuma bisa 30-35 kilo saja. Saya tidak bisa apa dari sananya sudah naik,” katanya.
Aman menyebut kebijakan untuk menaikan harga bukan berasal dari pemerinath. Tetapi disebabkan harga yang dinaikkan para agen sembako. “Kami naikkan juga harga jualnya di pasar. Kalau kami menjualnya dengan harga lama ya bisa rugi,” jelasnya.
Kenaikan harga pangan di Pasar Tembilahan, ini mengharuskan ibu-ibu rumah tangga untuk menambah pengeluaran di era perekonomian yang semakin sulit ini.
Apalagi dengan kebutuhan yang semakin tinggi diharapkan pemerintah biasa mengambil kebijakan dengan mengedepankan masyarakat yang kurang mampu. (Bertuahpos)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








