• Jumat, 10 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Pulau Basu, Suku Laut dan Tradisi Menongkah Kerang di Negeri Seribu Parit

Redaksi

Rabu, 25 November 2015 21:44:04 WIB
Cetak
Pemukiman Suku Duano dan Pulau Arang Bakau yang diambil dari ketinggian sekitar 40 meter. Foto: Abdul Ronny / tripriau

Inilah Kampung Sungai Bela, Indragiri Hilir. Pemukiman Suku Duano. Dahulunya suku ini hidup di kapal dengan mengarungi lautan. Foto: Abdul Ronny / tripriau
Melihat anak-anak Suku Duano mandi di pinggiran sungai. Foto: Abdul Ronny / tripriau
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Sebuah speedboat bermesin ganda 200 PK yang membawa kami baru saja bertolak dari pelabuhan di Kota Tembilahan, Indragiri Hilir. Menyusuri sungai Indragiri yang berwarna kecokelatan. Bergerak ke arah Timur menuju Selat Malaka. Tujuan kami, melihat kehidupan Suku Laut yang ada di Pulau Basu.

Suku Laut atau biasa juga disebut Duano ini merupakan suku asli yang bermukim di wilayah pesisir Inhil. Dulunya, mereka tinggal di dalam perahu. Menjalani hidup secara berpindah. Kini, mereka membangun rumah-rumah kayu di sepanjang pesisir Desa Sungai Bela, Kuala Indragiri.

Mengunjungi Pulau Basu dan melihat kehidupan Suku Duano merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di Kabupaten Inhil. Tempat ini sudah menyajikan segalanya. Mulai dari wisata budaya hingga ekowisata.

Pulau Basu sendiri adalah salah satu pulau yang berada di Indragiri Hilir. Dari ibukota Tembilahan dapat ditempuh selama 1,5 jam perjalanan. Pulau ini memiliki luas lebih kurang 25.672,28 hektar, dengan hamparan pantai lumpur seluas 9.200 hektar. Sekeliling pulau dikelilingi dengan ekosistem hutan mangrove yang sebagian besar masih baik.

Nah, di Pulau Basu inilah Suku Laut tinggal. Mereka menggantungkan hidup dengan sektor perikanan. Mencari ikan dan udang.

Speedboat kami terus melaju meninggalkan dermaga. Aktivitas bongkar muat di sekitar pelabuhan mulai lenyap dari pandangan. Berganti dengan pemandangan rumah-rumah kayu yang berdiri di sepanjang sungai.

Speedboat yang kami tumpangi syarat dengan muatan. Ada 20an penumpang hari itu. Saban hari speedboat ini melayani rute Tembilahan-Sungai Bela. Speedboat ini juga mengangkut berbagai kebutuhan logistik dari Kota Tembilahan. Mulai dari sembako hingga minyak tanah.

Logistik ini akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat yang bermukim di wilayah perairan di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Parit ini. 


Speedboat yang kami tumpangi terus melaju kencang di atas permukaan sungai Indragiri yang tenang. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan berupa pohon nipah, burung elang, hingga deretan hutan bakau. Sesekali kami berselisih jalan dengan kapal-kapal dan perahu nelayan.


Menongkah Kerang Hingga Melihat Anak-anak Bermain di Jerambah

Menjelang sore, kami sampai di tempat tujuan. Speedboat merapat di sebuah dermaga kecil milik orang Laut.

Pemukiman Suku Laut ini sangat unik. Seluruh bangunannya terbuat dari kayu. Sementara atapnya terbuat dari Rumbia. Tiap rumah terhubung oleh jembatan kayu yang biasa disebut Jerambah. Ada 2000 KK yang mendiami pemukiman ini.

‘’Suku Laut itu dulunya hidup mengembara di lautan lepas dengan menggunakan kapal. Sekarang tinggal di daerah-daerah pesisir pulau,’’ kata Saini, ketua RT di kampung ini.

Kami tinggal di rumah orang Laut selama beberapa hari. Menikmati keindahan, keunikan serta kearifan lokal komunitas ini.

Mulai dari aktivitas mencari udang nenek, membuat arang dari tanaman bakau, mencicipi kuliner nasi lemak hingga menyantap hidangan laut semisal, ketam, kepiting maupun udang. Kami juga menyaksikan proses pengolahan ikan asin perak, hingga melihat anak-anak bermain di jerambah.

Kami terkesima dengan Pulau Basu atau dikenal oleh masyarakat lokal dengan Pulau Bakung. Hutan Bakau, pantai lumpur danau air hitam, hingga burung migran dari Australia menjadi daya tarik dari tempat ini.

Kami juga mengagumi Bluwok. Burung putih susu bernama latin Mycteria Cinerea. Ini spesies burung langka yang mendiami Pulau Basu.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi dunia untuk konservasi alam, populasi burung ini diperkirakan hanya tinggal 2 ribu ekor di dunia. Artinya, spesies ini sedang terancam punah.

Menongkah Kerang merupakan keunikan lainnya yang kami temukan pada Suku Laut.  Menongkah kerang ini merupakan tradisi mencari kerang khas orang-orang Duano. Ini tradisi paling terkenal dari suku Duano.


Menongkah Kerang adalah cara atau teknik yang digunakan suku Laut dalam menangkap kerang di area berlumpur. Mereka menggunakan sebilah papan (Tongkah) sebagai tumpuan sebelah kakinya dan tempat mengumpulkan kerang yang sudah ditangkap. Sementara, sebelah kakinya lagi berfungsi sebagai pengayuh tongkah.

Menurut catatan, Tongkah ini biasanya terbuat dari belahan kayu besar dalam keadaan utuh.  Tapi, tak jarang pula Tongkah terdiri dari gabungan bilah-bilah papan. Panjangnya berkisar antara 2-2,5 meter dengan lebar 50-80 cm dan ketebalan 3-5 cm. (*)


 Penulis: Rio Sunera / Trip Riau


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 2 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 3 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 4 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 5 Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
  • 6 Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
  • 7 Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network