Empat Penyortir Buah Pinang Asal China Diamankan Polisi
INHILKLIK.COM, MEDAN – Empat warga negara asing (WNA) asal China ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara karena bekerja di Indonesia tanpa izin. Mereka lalu diserahkan ke Kator Imigrasi.
Keempat warga Tiongkok itu yakni Limao (34) Liu Jianqiang (29) dan Zeng Youfang (42) asal Provinsi Hunan dan Li Xin Lin (42) asal provinsi Guang Xi.
Direktur Reskrimsus Poldasu, Kombes Toga Panjaitan melalui Kasubdit IV/Tipiter AKBP Robin Simatupang mengatakan, keempat WNA Tiongkok ini ditangkap dari lokasi pabrik milik PT.Pinang Makmur Inddonesia Lestari, di Dusun I Lorong Delima, Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat pada Selasa 24 Januari 2017.
Berita RekomendasiDuh, 3 Pekerja Tiongkok Diusir dari BengkuluEkonomi Lagi Lesu, Pemerintah Diminta Tak Perlu Dirikan BPOA
Keempat tenaga kerja asing ini datang ke Indonesia dengan visa wisata, tapi ternyata dipekerjakan sebagai tenaga ahli sortir biji pinang kwalitas ekspor ke Tiongkok.
“Mereka itu sendiri-sendiri. Mereka ada yang sudah bekerja dua bulan, 2 minggu dan ada yang baru2 hari,” kata Robin, saat menyerahkan keempat warga Tiongkok itu ke Kantor Imigrasi Medan, di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Rabu (25/1/2017) malam.
Robin mengatakan, selain keempat warga asing itu, perusahaan yang mempekerjakan mereka juga tidak memiliki izin untuk mempekerjakan warga asing.
“PT PMIL yang bergerak dibidang eksportir biji pinang mempekerjakan empat tenaga kerja asing tanpa memiliki dokumen IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing) dari Kemenakertrans RI dan KITAS (Kaŕtu Izin Tinggal Terbatas) dari Dirjen Imigrasi RI. Keempat warga asing itu hanya memiliki paspor sebagai dokumen keimigrasian mereka,”tukasnya.
Keempat warga China itu, kata Robin, melanggar Pasal 122 Huruf B Undang-Undang RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Mereka kini terancam dideportasi dan menjalani penahanan selama lima tahun serta denda hingga Rp500 juta.
“Sementara untuk perusahaan yang mempekerjakan mereka akan kita jerat dengan pasal 42 ayat (1) dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp.400.000.000, sesuai dengan Pasal 185 UU RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” tegasnya. (Okezone)
Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora
TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.
2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan
INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan
INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.
Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026
INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.
Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton
INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun
INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.
iKlik Network







.jpg)