• Selasa, 02 Juni 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Kenapa Jendela Pesawat Bulat Bukan Kotak? Ini Alasannya.....

Redaksi

Kamis, 16 Maret 2017 20:38:05 WIB
Cetak
Kenapa Jendela Pesawat Bulat Bukan Kotak? Ini Alasannya.....
Pojok-pojok sebuah kotak mengumpulkan tekanan dan dapat mengarah kepada kegagalan akibat kelelahan struktur (foto/int)

INHILKLIK. JAKARTA - British Overseas Airways Corporation (BOAC) mengoperasikan pesawat jet komersial pertama yang mengudara pada 1952, de Havilland Comet. Desain burung besi itu disebut sebagai pembawa perubahan.

Pada zaman pesawat masih menggunakan baling-baling, kapal terbang buatan Inggris itu telah menggunakan mesin jet sebanyak empat buah. Burung besi itu bisa terbang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya. Pesawat Comet juga memiliki jendela luas berbentuk kotak.

Sejak beroperasi, Comet telah mengangkut jutaan orang. Pada tahun pertama, pesawat itu telah mengangkut 30.000 orang, termasuk Ratu Elizabeth.

Tak hanya menjadi jet komersial pertama, Comet juga berkontribusi terhadap dunia penerbangan dengan sejumlah tragedi yang menimpa pesawat itu.

Iniden pertama terjadi pada 1954. Pesawat de Havilland Comet meledak di angkasa hanya 15 menit setelah lepas landas. Jet yang berangkat dari Roma menuju London dan membawa 35 penumpang dan kru itu, jatuh di Laut Mediterania.

Beberapa bulan sesudahnya, 21 kru dan penumpang de Havilland Comet tewas dalam penerbangan dari London menuju Johannesburg, Afrika Selatan. Pesawat itu kembali jatuh di Laut Mediterania dalam insiden yang terjadi pada 1954 tersebut.

Dikutip dari News.com.au, Kamis (16/3/2017), kecelakaan jet Comet itu mendorong Menteri Transportasi Inggris memberhentikan penerbangan pesawat jenis tersebut.

Prototipe pesawat Comet 1 yang memiliki jendela berbentuk kotak. (Public Domain)

Sementara itu, jenazah korban kecelakaan pesawat itu menunjukkan cedera serupa, yakni keretakan tengkorak dan pecahnya paru-paru.

Penyelidikan kecelakaan akhirnya menemukan penyebab kecelakaan dua pesawat itu. Menurut laporan kelelahan logam yang menyebabkan dekompresi dan berpisahnya udara menjadi penyebab insiden itu.

Dilansir oleh Telegraph, jendela pesawat Comet yang berbentuk kotak berperan penting terhadap kelelahan logam (fatigue) -- kecenderungan logam untuk patah bila menerika tegangan berulang -- yang menyebabkan kecelakaan jet itu.

Sudut tajam jendela membuat logam di sekitarnya mengalami tekanan ekstra dalam ketinggian--dengan tekanan dua hingga tiga kali lebih besar dibanding pesawat pada umumnya.

Tegangan yang terkonsentrasi di sempat sudut jendela menyebabkan logam pesawat menjadi lelah.

Setelah dilakukan penyelidikan, de Havilland membuat sejumlah perubahan pada desain pesawat, termasuk mengubah jendela menjadi bulat. Dengan demikian, tegangan mengalir lebih merata di sekitar tepi jendela.

"Kita paling sering belajar dari kesalahan. Hal ini terutama berlaku untuk kemajuan di bidang teknik. Sayangnya bagi para insinyur di industri penerbangan, harga untuk membayar kegagalan tinggi," ujar mantan peneliti dan insinyur desain, Brian McManus, dalam rekaman yang ia unggah di saluran situs berbagi video miliknya, Real Engineering.

 

Fungsi Lubang Kecil di Pesawat

 

Masih soal jendela pesawat, beberapa dari kita mungkin pernah memperhatikan lubang kecil yang terdapat di sana, dan menebak-nebak apa sebenarnya fungsinya.

Seperti yang dilansir oleh The Sun, UK Federal Aviation Administration menjelaskan bahwa bagian tersebut berfungsi untuk mengatur tekanan udara di dalam kabin.

Ketika mengudara di angkasa, tekanan udara di luar pesawat itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan di dalam kabin.

Perbedaan tersebut membuat bagian jendela mendapatkan penumpukan tekanan.

Lobang kecil di jendela pesawat terbang menggelitik rasa penasaran pembaca. Walau kecil ternyata besar manfaatnya.

Sebagai perbandingan, tekanan udara di permukaan laut sekitar 14,7 PSI, sedangkan pada pesawat yang sedang berada di ketinggian 9.150 meter dan 12.200 meter sekitar 4,3 PSI. Jika tak diatur dan disesuaikan, kondisi seperti dapat membahayakan penumpang.

Jendela pesawat terdiri dari tiga lapis, yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Lubang kecil yang kita lihat terdapat di lapisan kaca tengah dan dikenal sebagai breather atau lubang napas.

Seperti yang dikutip dari News.com.au pada Senin (4/4/2016), breather tersebut bekerja untuk menyeimbangkan tekanan antara kabin dan udara yang terkurung di antara kaca jendela. Selain itu, lapisan kaca tengah merupakan cadangan apabila kaca di bagian luar retak karena tekanan.

Tak hanya mengatur tekanan, lubang kecil itu juga berfungsi untuk melepaskan kelembaban untuk mencegah jendela pesawat membeku atau berkabut. (l6c)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
PT Bumi Palma Lestari Persada Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Musim Kemarau
02 Juni 2026
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
27 Mei 2026
Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau
27 Mei 2026
APINDO Serahkan Bantuan Alat Damkar dan Sembako di Pulau Kijang
24 Mei 2026
Polsek Sungai Batang Nandur Jagung Bersama Kelompok Tani Dukung Swasembada Pangan 2026
23 Mei 2026
Peran Aktif Bhabinkamtibmas Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
23 Mei 2026
Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM
22 Mei 2026
Polsek Sabak Auh Hadir di Tengah Masyarakat, Bhabinkamtibmas Beri Imbauan Kamtibmas
22 Mei 2026
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
20 Mei 2026
Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
15 Mei 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
  • 2 Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau
  • 3 APINDO Serahkan Bantuan Alat Damkar dan Sembako di Pulau Kijang
  • 4 Polsek Sungai Batang Nandur Jagung Bersama Kelompok Tani Dukung Swasembada Pangan 2026
  • 5 Peran Aktif Bhabinkamtibmas Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil di Lahan 1 Hektare
  • 6 Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM
  • 7 Polsek Sabak Auh Hadir di Tengah Masyarakat, Bhabinkamtibmas Beri Imbauan Kamtibmas
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network