• Sabtu, 16 Mei 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Ekbis

Larangan Ekspor Kelapa Bukan Solusi, Cuma 'Akal-akalan' Pengusaha

Redaksi

Ahad, 26 Maret 2017 00:08:09 WIB
Cetak
Larangan Ekspor Kelapa Bukan Solusi, Cuma 'Akal-akalan' Pengusaha
Kebun kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Persatuan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) secara tegas menyatakan jika larangan ekspor bukanlah solusi, namun pemerintah perlu membuat regulasi tata niaga agar harga kelapa tetap stabil dan industri dalam negeri juga mempunyai harga dasar untuk menentukan harga pembelian.

Tidak seperti saat ini, industri mengklaim kekurangan bahan baku, sementara petani mengatakan harga belinya murah sehingga tidak menjual ke industri dan lebih memilih menjual kepada eksportir yang menghargai lebih mahal.

“Dasar itulah industri mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan larangan ekspor kelapa bulat untuk mengatasi kelangkaan bahan bakunya,” ungkap Ketua PERPEKINDO Muhaemin Tallo dalam rilsinya kepada Inhilklik.com.

Industry selama ini memang membeli hasil produksi petani dengan murah karena selalu berpatokan harga CNO Rotterdam yaitu harga dasar Kopra sementara industri dalam negeri sudah multi produk seharusnya berani menghargai kelapa petani lebih tinggi.

Baru sekitar tiga tahun terakhir harga kelapa membaik dengan masuknya ekpostir ke sentra sentra kelapa yang berani membeli kelapa petani dengan harga yang pantas. Masuknya eksportir ke sentra sentra kelapa baru industri mengangkat harga mengimbangi eksportir  kalau tetap berpatokan haga CNO Rotterdam mereka tidak dapat bahan baku.

“Oleh karena itu, Perpekindo tidak setuju adanya larangan ekspor kelapa bulat karena akan merugikan petani kelapa yang akan berpengaruh masalah harga jual dan itu bukan solusi terbaik bagi petani,” ujar Muhaemin.

 

Berikut solusi yang ditawarkan PERPEKINDO kepada pemerintah:

Satu : menertibkan ekspor kelapa yang ilegal karena itu sudah menyalahi aturan kenegaraan kita. Kalau mau ekspor kelapa harus dengan cara legal agar kelapa yang keluar dari Indonesia terdata dan jelas.

Kedua : membuat kebijakan larangan ekspor kelapa yang melalui undername (jasa forwarder) karena orang asing (WNA) banyak menggunakan hal tersebut tidak melalui jalur perdagangan yang resmi sebagaimana diatur dalam Undang-undang.

Ketiga : membuat regulasi untuk menetapkan pungutan bagi yang melakukan ekspor dengan cara legal (resmi) kami mengusulkan pungutan karena dana yang terkumpul bisa digunakan untuk replanting kelapa yang sudah tua dan perbaikan kebun yang rusak sebagaimana yang di terapkan di kelapa sawit. Kelapa sawit mempunyai lembaga Badan pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Sawit bisa mengumpulkan 7 Triliun / Tahun dengan pungutan US$ 25 / Ton, kita meminta juga kepada menteri Koordinator Perekonomian membuat lembaga khusus untuk pungutan ekspor kelapa seperti Badan pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa  kalau ini kita lakukan sebagai contoh kelapa kita ekspor rata-rata 3 milyard butir /tahun berarti ada 3 juta ton / tahun karena kelapa beratnya rata-rata satu kg per butir  dikalikan US$ 25/ton  asumsi 13000 per dolar akan memungut sebesar Rp. 975 milyard/tahun. Kalau kita menggunakan Biaya Keluar (BK) itu piur masuk ke APBN tidak bisa kita gunakan utk replanting atau perbaikan kebun makanya perpekindo lebih memilih pungutan seperti sawit.

Keempat: dari hulu ke hilir harus dibenahi, perlu ada gerakan nasional (Gernas) Replanting secara besar besaran libatkan semua stakeholder pemangku kepentingan seperti contoh Pramuka  ada 20 juta orang. Satu orang menanam satu pohon berarti ada 20 juta pohon tertanam secara serentak. 20 juta pohon di kalikan 100 pohon/Ha  200 ribu Ha tertanam secara serentak  sementera program kementan (Kementerian Pertanian) hanya 25 ribu Ha/ tahun kalau satu juta Ha yang perlu direplanting  butuh waktu  40 tahun baru selesai di replanting.

Industri harus membenahi diri agar bisa memproduksi multi produk yang bisa member nilai tabah lebih banyak lagi kepada petani  dan membeli kelapa petani 5000/kg (umpamanya) kalau ini kita lakukan ekspor akan hilang dengan sendirinya tidak perlu ada regulasi larangan.

Kelima: pemerintah perlu melonggarkan regulasi tetang sertifikasi bibit, karena banyak yang terbentur masalah itu dalam hal penyediaan bibit kunci suksesnya replanting adalah ketersediaan bibit.

Keenam: tempatkan penyuluh kelapa di desa desa sentra kelapa  yang selama ini tidak pernah ada, produksi kelapa petani yang biasanya hanya 40 butir / pohon/tahun bisa ditingkatkan menjadi 200 butir/ pohon/tahun kalau ada pendampingan penyuluh kelapa.

Keenam: Khusus Wilayah Sumatra dan kalimatan yang daerah rawa atau pinggir aliran sungai karena daerah tersebut wilayah pasang surut jadi perlu penanganan secara khusus seperti  normalisasi parit dan pembuatan dam untuk mengatur tata air sementara yang berada di pinggir laut perlu dibuatkan tanggul untuk menahan air laut masuk ke perkebunan masyarakat.

Ketujuh: karena ketidak singkronan data dari berbagai lembaga mulai dari BPS, Statistik Perkebunan, APCC dan HIPKI serta Kemenperindag agar tidak selalu menjadi pertetangan di setiap pertemuan karena cukup menghabiskan energy banyak hanya mempertentangkan hal tersebut, maka kami mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan sensus secara nasional dan menyeluruh dalam artian mulai dari luas kebun yang produktif, luas kebun yang perlu diremajakan, jumlah produksi dan kebutuhan industry serta kebutuhan untuk konsumsi masyarakat Indonesia

Perpekindo selalu menyuarakan hal tersebut diatas disetiap acara FGD (focus Group Discusien) tentang Perkelapaan yang diadakan oleh Kementerian maupun pertemuan-pertemjuan di level nasional yang berkaitan dengan kelapa bahkan sudah kami suarakan sampai ke Watimpres (Dewan Pertimbangan presiden) walaupun bukan kami yang menyampaikan secara lansung tetapi berdasarkan saran masukan dari kami selaku organisasi yang menaungi petani kelapa agar disampaikan di wantimpres dan al hamdulillah semua masukan dari kami tersampaikan dan dicatat secara khusus serta wantimpres menyatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Presiden.

Seiring dengan hal tersebut diatas Perpekindo akan mengadakan Rapat kerja untuk merumuskan masalah-masalah tersebut diatas untuk mencari solusi terbaik dan membuat rekomendasi kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian untuk menentukan harga dasar yang pantas  petani terima dan tidak memberatkan industri. (yan/ard/rls)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ekbis

Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran

Selasa, 21 April 2026 - 14:04:11 WIB

TEMBILAHAN - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. Eko Radhippa, MM, menegaskan .

Ekbis

PT Guntung Idamannusa Gelar Panen Jagung Kuartal IV Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:29:16 WIB

MANDAH – PT Guntung Idamannusa (PT GIN) melaksanakan kegiatan Panen Jagung Kuartal IV sebagai b.

Ekbis

Mayoritas Pemilik Lahan di Sungai Guntung Setujui Proses HGU Pola Kemitraan

Ahad, 07 Desember 2025 - 14:08:49 WIB

Sungai Guntung — Mayoritas pemilik lahan di wilayah Sungai Guntung menyatakan .

Ekbis

Rapimprov Kadin Riau 2025: Kolaborasi Bangun Ekonomi Daerah

Rabu, 19 November 2025 - 12:38:25 WIB

PEKANBARU – Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau tahun 20.

Ekbis

UMKM Expo dan Pameran Ekonomi Kreatif Inhil 2025 Akan Digelar 10-16 Desember 2025

Selasa, 18 November 2025 - 16:20:08 WIB

TEMBILAHAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerja sama .

Ekbis

103 Pemilik Kapal Dibawah GT-7 Di Inhil Terima E-Pass Gratis Dari KSOP Kelas IV Tembilahan

Selasa, 18 November 2025 - 16:13:12 WIB

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan resmi menyerahkan 103 E-P.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
15 Mei 2026
PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
14 Mei 2026
Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
13 Mei 2026
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 2 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 3 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 4 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 5 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 6 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 7 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network