• Rabu, 15 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Hukrim

Kisah Samir, Pemuda Yang Menjadi Korban Pemerasan Karena "Phone Sex"

Redaksi

Rabu, 29 Maret 2017 22:23:04 WIB
Cetak
Kisah Samir, Pemuda Yang Menjadi Korban Pemerasan Karena
Ilustrasi Obrolan Melalui Sosial Media (foto/int)

INHILKLIK.COM, LONDON -  Suatu malam, seorang pemuda Palestina yang tinggal di luar negeri menjadi korban pemerasan seksual di dunia maya. Pelakunya menggunakan dua hal untuk menjeratnya: kamera dan 'perempuan cantik'.

Siapa identitas sang pemuda yang jadi korban tak diungkap. Sebut saja namanya samir.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (29/3/2017), korban mengaku seorang gadis memintanya untuk jadi teman di Facebook. Ia tak merasa aneh, sebab, sebelumnya banya permintaan serupa yang dilayangkan kepadanya -- dari orang-orang yang tak dikenal atau mereka yang pernah hadir di masa lalu.

Teman barunya itu rajin mengirim pesan bahkan terang-terangan mengaku tertarik padanya. Korban pun mengecek profilnya, "Dia terlihat 'hot'," kata Samir.

Dari Facebook, perbincangan lewat teks pindah ke Skype. Gadis itu mengaku berusia 23 tahun, yatim piatu, dan tinggal bersama kakak perepuannya di Sidon, Lebanon.

Setelah berbincang-bincang, sang gadis mengaku punya hobi tak biasa: seks. "Kupikir...itu menarik," kata Samir.

Namun, keduanya tak sampai saling tatap di layar komputer. 'Gadis' itu hanya bersedia mengobrol melalui pesan teks Skype.

Alasannya, "agar tak ketahuan kakak perempuannya". Kian lama obrolan makin panas.

Sejurus kemudian, menyadari bahwa Samir telah terangsang, lawan bicaranya itu meminta Samir menunjukkan kemaluannya.

'Gadis' itu pun membalas dengan menyiarkan dirinya sedang melakukan masturbasi.

Samir tergoda dan ikut melakukan masturbasi, bahkan dengan memperlihatkan wajah seperti diminta oleh lawan bicaranya di seberang sana, sambil tidak lupa menanyakan pekerjaan Samir.

Sekitar 1 jam kemudian, Samir mendapatkan pesan ancaman melalui Facebook. Pelaku mengancam akan menyebarkan videonya sedang bermasturbasi kepada teman dan kerabat yang tercantum di Facebook.

Samir diminta membayar uang senilai 5000 euro. Korban pun segera menghapus "wanita" itu dari dalam daftar kontak Skype.

Namun, tak lama kemudian muncul pesan melalui WhatsApp.

 

BUKAN SATU-SATUNYA

Samir bukan satu-satunya korban. Kelompok pemeras memang mengincar pria, juga para wanita yang diduga berasal dari kalangan masyarakat paling konservatif di dunia.

Caranya, memeras dengan memanfaatkan rasa malu.

Samir mencoba melawan dan menantang pelaku itu untuk mengunggah video dirinya sedang bermasturbasi melalui Skype.

Ia berpikir, kiriman ke rekan-rekannya mungkin akan diseleksi oleh Facebook.

Tapi, pelaku kemudian menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan suatu tautan (link) ke laman YouTube. Samir melawan dengan mengadukan konten pornografi ke situs berbagi media, berulang kali.

Terbayang oleh Samir jika para teman dan kerabat sempat menonton video dirinya sedang melakukan masturbasi. Apalagi jika tayangan itu sempat ditonton ibunya.

Setelah video itu ditarik Samir mengira ia telah bebas. Apalagi, ia bukan korban yang memiliki uang yang cukup untuk diperas.

Pelaku itu pun sesumbar, "Kamu kira saya tidak mengincar para pria kaya di negara-negara Teluk? Tentu saja saya melakukan itu."

"Kamu beruntung, dari laman Facebookmu aku mengetahui bahwa kamu belum menikah. Kalau bukan demikian, aku akan meminta jauh lebih banyak."

Menurut tulisan Reda el Mawy di BBC, si "gadis Lebanon berusia 23 tahun" itu kemungkinan besar adalah seorang pemuda dari Oued Zem, kota kecil di tengah-tengah Maroko yang sekarang dikenal sebagai ibukota pemerasan seksual--dikenal dengan istilah "sextortion."

Para penipu di sana merambah Facebook untuk menjebak korbannya. Ketika ada pria yang menjawab panggilan video, baik melalui Skype maupun Facebook, mereka menjalankan program komputer yang menayangkan video seorang wanita seksi sedang mengobrol melalui video. Video itu sendiri dibajak dari situs webcam pornografi.

Para penjahat itu sudah hafal dengan isi video sehingga bisa mengajak korban bertukar pesan, seakan-akan pesan yang berasal dari wanita yang sedang mengetik dalam video bajakan tadi.

Menurut salah satu penipu dengan nama samaran Omar, "Kami meminta korban untuk membuka pakaian dan pamer gaya mesum."

"Penting agar kelaminnya terlihat ketika ia sedang bergaya mesum. Rekaman dilakukan dengan tampilan wajahnya sehingga dipercaya orang."

"Ketika rekaman tuntas, kami mengunggah video ke YouTube dan mengirim pesan privat kepadanya. Ancaman pun dimulai. Kami memerlukan 20 menit untuk mengobrol, 20 untuk video, dan 20 menit untuk mengancam dan tawar menawar. Mereka semuanya membayar."

Omar menambahkan, "Titik lemah orang Teluk adalah seks. Jadi, kalau tahu kelemahannya, manfaatkanlah. Mereka sangat taat."

Omar mengaku meraup sekitar US$ 500 setiap hari dari tipuan itu dan ada ratusan pemuda lain di Oued Zem yang melakukan hal serupa. Ada banyak kantor pengiriman uang di kota itu.

Menurut seorang pemilik kantor penukaran, ia menerima sekitar US$ 8500 setiap hari, sebagian besar adalah uang hasil pemerasan.


Perlawanan Netizen

Wayne May yang menjalankan komunitas daring bernama Scam Survivors menawarkan nasihat dan dukungan bagi para korban pemerasan daring tontonan masturbasi.

Sejak 2012, ia menerima lebih dari 14 ribu permintaan tolong dari para korban di seluruh dunia, kebanyakan berasal dari kaum pria Arab. Menurutnya, sepertiga dari tipuan (scam) itu berasal dari Maroko.

Sebelum maraknya media sosial, Oued Zem mengandalkan pemasukan dari kiriman para pekerja di Eropa. Setelah krisis ekonomi 2008, kiriman menyusut bersamaan dengan semakin lazimnya Facebook dan webcam sebagai sarana komunikasi.

Pegiat buruh Salaheddin El-Kennan maklum mengapa kaum muda di sana melakukan pemerasan walaupun ia tidak menyetujuinya.

Katanya, "Angka pengangguran di kota itu lebih tinggi daripada di tempat lain. Secara nasional, angka pengangguran adalah 8,7 persen sedangkan angka di sana diduga sekitar 60 persen."

Omar, penipu yang berbicara kepada BBC, mengaku bahwa ia tidak bangga dengan apa yang dilakukannya dan ingin berhenti.

Dengan kecerdasan, kelugasan, dan kefasihannya dalam urusan teknologi, bisa dibilang Omar sebenarnya dapat dengan mudah meraup US$ 500 per hari dengan bekerja legal di tempat lain.


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:10:57 WIB

Tembilahan - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan dalam mewujudkan lingku.

Hukrim

PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi

Senin, 06 Juli 2026 - 17:49:05 WIB

PEKANBARU – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbar.

Hukrim

PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:51:34 WIB

PEKANBARU-Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sam.

Hukrim

Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:24:33 WIB

PEKANBARU – Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wart.

Hukrim

Refleksi Akhir Tahun 2025, Kejari Inhil Paparkan Capaian Kinerja Penegakan Hukum

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:07:11 WIB

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 pad.

Hukrim

Kejari Inhil Umumkan Capaian Penanganan Korupsi pada Momentum HAKORDIA 2025

Senin, 08 Desember 2025 - 16:41:32 WIB

TEMBILAHAN — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kej.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 2 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 3 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 4 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 5 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 6 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 7 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network