• Jumat, 02 Oktober 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Kesehatan

Jaket Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Mematikan bagi Anak

Redaksi

Rabu, 19 April 2017 20:42:41 WIB
Cetak
Jaket Pintar Ini Bisa Deteksi Penyakit Mematikan bagi Anak
Peneliti Uganda yang menemukan alat pendeteksi pneumonia. (VOA News)

INHILKLIK.COM, UGANDA -  Tiga mahasiswa teknik di Uganda mempublikasikan purwarupa ciptaan mereka, berupa sebuah "jaket pintar" yang mereka namakan Mama's Hope. Benda itu diklaim dapat mendiagnosis penyakit pneumonia atau paru-paru basah lebih cepat dan lebih akurat ketimbang protokol pengobatan yang ada saat ini.

Tiga mahasiswa teknik di Uganda itu berusaha menciptakan alat tersebut untuk mengatasi penyebab utama kematian anak-anak di Afrika: pneumonia.

Nakato Christine yang berusia empat bulan menggeliat di ranjang rumah sakit dengan napas terengah-engah. Di satu sisi ranjang lain, saudara kembarnya juga berada dalam kondisi yang sama.

Nakato batuk saat Perawat Senior Kyebatala Loy menyesuaikan selang nasogastrik.

"Tubuh mereka telah dihubungkan dengan selang oksigen akibat kesulitan bernafas, sehingga mereka juga kesulitan makan karena nafas mereka yang terengah-engah," ujar Keybatala seperti dikutip dari VOA News, Selasa (18/4/2017).

Sejak bulan Januari, 352 bayi dirawat di rumah sakit akibat pneumonia di bangsal 16 kedokteran anak di Rumah Sakit Rujukan Nasional Mulago di Kampala.

Menurut World Health Organization (WHO), pneumonia adalah penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama anak balita di Afrika dan Asia Selatan. Pada 2015, pneumonia menyebabkan kematian hampir satu juta anak di seluruh dunia.

Permasalahan utama adalah kesulitan yang dihadapi dalam mendiagnosis penyakit ini.

Semakin cepat anak-anak yang sakit mendapatkan antibiotik, semakin besar peluang mereka untuk bertahan hidup. Namun para pekerja kesehatan yang dibekali dengan stetoskop dan termometer berpeluang untuk luput dalam mendiagnosis infeksi di tahap awal.

Dr. Flavia Mpanga dari UNICEF di Kampala mengatakan metode lain untuk mendeteksi pneumonia, seperti penanda waktu pernafasan, dapat menyebabkan kesalahan diagnosis.

"Apabila Anda mengamati penanda waktu pernafasan, alat tersebut memilik mekanisme yang berdetik yang dapat menyebabkan kerancuan di antara para pekerja kesehatan. Ketika mereka mencatat frekuensi pernafasan, mereka dapat mengalami kerancuan antara suara detak peralatan dan frekuensi pernafasan dan setiap anak hampir pasti akan selalu didiagnosis dengan pneumonia," ujar Dr. Mpanga.

Dr. Mpanga menuturkan, diagnosis yang kurang tepat artinya anak-anak mendapatkan obat antibiotik yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, yang juga menjadi permasalahan kesehatan masyarakat.

Trio mahasiswa lulusan jurusan teknik yang baru lulus di Uganda itu pun berpikir bahwa mereka memiliki jawabannya. Mereka kemudian bekerja sama dengan Sekolah Kesehatan Masyarakat Mulago untuk menguji purwarupa hasil temuannya, yakni jaket pintar bernama Mama’s Hope.

Dua dari penemu tersebut, Beseufekad Shifferaw (26 tahun) dan Brian Turyabagye (25 tahun), lantas mendemonstrasikannya kepada VOA.

"... Jaket ini akan mengukur tanda-tanda vital pneumonia. Yaitu frekuensi pernafasan, kondisi paru-paru dan suhu tubuh. Setelah itu tanda-tanda itu didistribusikan ke unit kami di sini, di mana seorang pekerja kesehatan dapat membaca hasil diagnosisnya, termasuk batuk, nyeri di dada, mual atau kesulitan bernafas," ujar Turyabagye.

"Dengan tanda-tanda dan gejala-gejala ekstra tersebut, mereka dikombinasikan dengan hasil pengukuran yang dibuat oleh jaket tersebut, sehingga hasil diagnosis lebih akurat," ujar Turyabagye.

Untuk saat ini, jaket itu masih dalam tahap purwarupa. Namun para penemu mengatakan, hasil uji coba menunjukkan bahwa jaket pintar ini dapat mendiagnosis pneumonia tiga kali lebih cepat dibanding cara deteksi tradisional.

UNICEF telah menghubungkan tim ini dengan kantornya di Kopenhagen, yang bertanggungjawab untuk inovasi guna membantu mereka melangkah lebih maju lagi ke tahap pra-percobaan. Dr. Mpanga melihat adanya potensi dari jaket pintar itu.

"Satu-satunya harapan saya adalah, jaket ini dapat mencapai nilai komersial dan disetujui oleh badan yang berwenang untuk membuat peraturan sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh dunia," ujar Dr. Mpanga.

Dr. Mpanga menyatakan, dengan menghilangkan diagnosis pneumonia melalui metode mereka-reka, maka dapat menyelamatkan banyak nyawa di negara berkembang. (l6c)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Kesehatan

Inovasi Bunda Jentik UPT Puskesmas Kuala Enok Sukses Tekan Kasus DBD Selama Satu Dekade

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:03:51 WIB

Kuala Enok — Upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di .

Kesehatan

Putri Daerah Indragiri Hilir Gelar Penyuluhan Cegah Kanker Payudara di Desa Simpang Tiga

Selasa, 01 Juli 2025 - 19:14:54 WIB

Indragiri Hilir – Semangat mengabdi pada kampung halaman ditunjukkan oleh Nurs.

Kesehatan

BRI Gunungsitoli Gelar BRI Peduli Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat

Kamis, 06 Maret 2025 - 15:49:30 WIB

Gunungsitoli | Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan sebagai bagian .

Kesehatan

Roscik : Pilihan Menu Sehat & Lezat Saat Ramadhan

Senin, 17 Februari 2025 - 01:46:11 WIB

Roscik, Rotisserie Chicken, memiliki menu ‘Ayam Western’ menjadi salah satu pilihan favorit m.

Kesehatan

Program Makan Sehat Bergizi (MBG) Dimulai di Kabupaten Sergai

Senin, 17 Februari 2025 - 12:41:48 WIB

SERGAI,INHILKLIK.COM,- Dapur Umum Program Makan Sehat Bergizi (MBG) di Kabupaten.

Kesehatan

Kinerja Puskesmas Simpang Gaung Dinilai Bobrok, Diduga Lakukan Pembiaran Terhadap Pasien

Sabtu, 15 Februari 2025 - 18:00:36 WIB

TEMBILAHAN - Pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indra.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
28 September 2026
BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
26 September 2026
Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
19 September 2026
PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
19 September 2026
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
17 September 2026
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
17 September 2026
PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
15 September 2026
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
11 September 2026
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
09 September 2026
Bantu Tangani Karhutla di Lahan Masyarakat Belantaraya, PT GIN Kerahkan Tim dan Peralatan Pemadam
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
  • 2 Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
  • 3 PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
  • 4 PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
  • 5 PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
  • 6 PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
  • 7 Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network