• Jumat, 17 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Kisah Kesaksian Seorang Mantan Jaksa yang Menguak Bagaimana Prosesi Hukuman Mati di Indonesia Dilaksanakan

Redaksi

Ahad, 07 Mei 2017 23:13:15 WIB
Cetak
Kisah Kesaksian Seorang Mantan Jaksa yang Menguak Bagaimana Prosesi Hukuman Mati di Indonesia Dilaksanakan

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Indonesia adalah salah satu negara yang masih menganut atau menerapkan metode hukuman mati. Hukuman mati di Indonesia memang punya sejarah yang sangat panjang. Sejak dari zaman kerajaan hukuman mati sudah diberlakukan. Kemudian hukuman mati diberlakukan pula di zaman penjajahan Belanda dan pendidikan Jepang.

Bahkan, sampai Indonesia merdeka hingga sekarang, metode hukuman mati sama sekali tak dihapus. Di zaman Orde Lama, saat Soekarno masih jadi Presiden, hukuman mati diberlakukan kepada mereka yang dianggap membangkang kepada pemerintah yang sah atau dalam kata lain memberontak. Di zaman Soeharto berkuasa pun demikian.


Sekarang di era Jokowi, hukuman mati tetap diberlakukan. Tapi, hukuman mati bukan lagi khusus diberikan kepada mereka yang dianggap subversif. Namun kebanyakan hukuman mati diperuntukkan bagi para bandar narkoba dan narapidana pembunuhan berencana serta pelaku terorisme.

Namun seperti apakah hukuman mati dilaksanakan? Ya, selama ini hanya kabar burung yang beredar, bahwa hukuman mati dilakukan oleh satu regu eksekutor dari kepolisian. Tapi seberapa mencekamkah suasana menjelang detik-detik hukuman mati dilakukan? Jarang ada saksi mata yang menceritakan itu.

Nah, Boombastis.com mau sedikit berbagi cerita tentang kisah seorang mantan jaksa yang pernah menyaksikan langsung detik-detik dilaksanakannya hukuman mati. Seperti apa kisahnya?

Adalah Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan jaksa itu. Tentu kita tak asing lagi dengan nama yang satu ini. Apalagi bagi yang bergelut dengan dunia anti korupsi. Ya, ia selain pernah jadi jaksa, juga pernah jadi salah satu pimpinan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satu lembaga superbodi yang ditakuti para koruptor.

Ternyata Tumpak pernah punya pengalaman yang menurutnya mencekam, ketika dia jadi saksi langsung bagaimana prosesi hukuman mati dilakukan. Kesaksian itu, sempat Tumpak ceritakan ketika dia diwawancarai oleh sebuah majalah politik terkemuka di negeri ini, Majalah Tempo.

Tumpak berkisah, saat itu ia masih jadi jaksa aktif. Ia ketika itu sedang menjabat sebagai Kepala Seksi Intel Kejaksaan Meter Jakarta Utara. Saat menjabat kepala seksi intel itulah, Tumpak masih ingat, ia jadi saksi yang menyaksikan langsung bagaimana seorang narapidana mati dieksekusi oleh regu tembak.

Ketika itu, Tumpak ditugaskan institusinya untuk mengawal prosesi eksekusi seorang narapidana yang telah di vonis terlibat dalam kasus G30S/PKI. Tempat eksekusi pun sudah ditentukan, akan dilakukan di sebuah lapangan terpencil di sebuah pulau yang juga tak kalah terpencil. Pulau itu ada di gugusan kepulauan Seribu, tak jauh dari daratan Jakarta.

Tengah malam, semua yang ikut terlibat dalam proses eksekusi itu berangkat ke pulau yang akan jadi tempat eksekusi. Termasuk juga narapidana yang akan dieksekusi. Mereka yang berangkat adalah tim dari kejaksaan, puluhan tentara dan personil polisi, dan juga tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat. Ikut juga tokoh agama.

Menggunakan kapal, saat senyap malam, mereka berangkat mengarungi lautan dari Tanjung Priok menuju pulau yang akan jadi tempat eksekusi. Selama perjalanan tak ada yang banyak bicara. Menjelang subuh, baru kapal merapat ke pulau. Semuanya turun dan langsung bergegas menuju lapangan yang akan jadi tempat eksekusi. Satu regu tembak yang terdiri beberapa personil kepolisian bersenjata lengkap disiapkan. Mereka yang akan jadi tim eksekusi.

Tumpak masih ingat, napi yang akan dieksekusi berpakaian hitam dan putih. Mereka pun lalu dibawa ke sebuah tiang yang telah disiapkan di lapangan. Napi yang akan dieksekusi pun kemudian diikat di tiang tersebut. Tangannya ditelikung kebelakang lalu diikat di tiang kayu. Situasi saat itu sungguh tegang. Tak ada yang bicara keras-keras. Kalau pun ada yang bicara, hanya bisik-bisik saja.

Selanjutnya regu tembak bersiap setelah napi diikat di tiang kayu. Mereka berbaris dan bersiap mengokang senjata. Moncong senjata semuanya diarahkan ke si napi yang sudah pasrah di ikat di tiang kayu. Aba-aba pun diberikan. Lalu satu rentetan senjata terdengar memecah subuh. Dalam remang subuh, setelah rentetan senjata tak terdengar, napi yang diikat di tiang terlihat terkulai. Kepalanya lunglai.

Kemudian tim media yang mendekat. Dokter yang ikut lalu memeriksa keadaan si napi, untuk memastikan, apakah  yang dieksekusi benar-benar telah meninggal atau tidak. Setelah dipastikan meninggal, napi yang telah mati pun disalatkan. Dikafani. Kemudian di kubur di pulau itu juga. Pertanyaannya, apakah semua senjata yang dipakai regu tembak berisi peluru tajam semua? Atau hanya satu yang berisi peluru?

Tentang ini, saat masih jadi Kapolri, Jenderal  Sutarman pernah mengatakan,  bahwa satu regu eksekutor biasanya terdiri dari 13 orang personil. Mereka  dipimpin oleh seorang perwira. Masih kata Sutarman, di antara personil yang masuk regu tembak, tidak ada satu yang tahu, senjata mana yang mereka pegang yang berisi peluru tajam. Mengenai jarak antara regu eksekutor dengan yang dieksekutor, menurut Sutarman antara 5-10 meter. Pokoknya kata Sutarman, tak boleh lebih dari itu. (boombastis)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 2 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 3 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 4 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 5 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 6 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 7 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network