• Jumat, 17 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Jokowi Besuk Para Korban Ledakan Bom Bunuh Diri

Redaksi

Sabtu, 27 Mei 2017 06:32:29 WIB
Cetak
Jokowi Besuk Para Korban Ledakan Bom Bunuh Diri

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Anggota Polda Metro Jaya Bripda Pandu Dwi Laksono tak menunjukkan perubahan raut muka saat rombongan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla membesuknya di kamar perawatan Rumah Sakit Polri Sukanto pada Kamis (25/5) malam.

Mengenakan baju rumah sakit warna merah muda, tubuh Pandu yang Anggota Unit 1 Peleton 4 Disabhara Polda Metro Jaya itu, tampak kaku di atas tempat tidur RS. Ia ditemani seorang saudara laki-lakinya.

Iriana Joko Widodo dan Mufidah Jusuf Kalla ikut menyertai Jokowi dan Jusuf Kalla saat membesuk dia malam itu.

"Bagaimana kondisi pendengaran?" tanya Presiden kepada dokter rumah sakit yang mendampingi.

Sambil mendengarkan penjelasan dokter, Presiden pun membuka sedikit selimut yang membalut tubuh Pandu dan menemukan perban menutup tubuh bagian kirinya serta di bagian kaki. Pandu tidak berkata apapun.

Pandu adalah korban pertama yang dibesuk Presiden sesaat setelah tiba di Jakarta setelah melakukan kunjungan kerja ke Malang dan Solo pada 24-25 Mei 2017. Presiden mempersingkat kunjungannya ke Solo setelah mengetahui adanya serangan bom di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (25/5) malam.

Saat ledakan itu terjadi, Pandu bersama rekan-rekannya sedang mengawal pawai obor menyambut bulan suci Ramadhan di kawasan Kampung Melayu.

Di kamar kedua, Presiden Jokowi menemui Bripda M. Al Agung Pangestu.

"Umur berapa?" tanya Mufidah.

"21 tahun," jawab sang ayah.

"Masih muda-muda," komentar Presiden.

Seperti Pandu, Agung pun tak berkomentar mengenai kejadian itu. Apalagi kulit di atas bibir Agung menghitam akibat terkena ledakan. Kepalanya pun diperban.

Sementara di kamar ketiga, ada Jihan, seorang mahasiswi yang kebetulan sedang berada di Terminal Kampung Melayu. Jihan awalnya berupaya untuk bangun dan mencoba menyodorkan salam ke Presiden Jokowi, tapi Presiden menunjukkan telapak tangan ke depan tanda mencegah Jihan bangun.

"Semoga bisa keluar (rumah sakit, red.) secepatnya ya. Mahasiswa mana?" tanya Jokowi ke Jihan.

"Azzahra Pak, di Kampung Melayu," kata Jihan pelan.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan ke kamar keempat menemui Nugroho Agung Laksono, seorang sopir Kopaja yang malam itu ditemani adik perempuannya dan sang ibu.

"Dia mau menolong korban ledakan pertama, tapi malah terkena ledakan kedua," kata sang ibu.

"Iya, dipikir sudah selesai tapi malah kena," kata Presiden.

Kaki kanan Agung memang tampak dibalut perban.

Di kamar kelima, Bripda Ferry Nurcahyo mendapatkan perawatan.

"Saya lagi stand by di bawah, menunggu pawai obor," kata Ferry kepada Mufidah.

"Pawai apa?" tanya Mufidah.

"Pawai menjelang Ramadhan," jawab Ferry.

Ferry yang juga tampak ingin menyambut Presiden pun sulit bangun dari tempat tidurnya. Presiden pun menggerakkan telapak tangannya ke depan untuk menandakan agar Ferry tidak perlu bangun dari tempat tidur.

Sementara Bripda Zulqron yang berada di kamar keenam berhasil mencium tangan Presiden meski ia mengalami luka di sekitar hidung dan mulut, serta tangan kirinya dibalut.

Dokter mengatakan kupingnya terkena dampak ledakan.

"Robek begitu?" tanya Presiden meminta penjelasan lebih lanjut.

Terakhir di kamar ketujuh, ada Bripda Pandu Dwi Laksono yang juga hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia hanya menunjuk telinga sebelah kanannya saat ditanya Presiden bagaimana dampak ledakan.

Pandu tidak meringis untuk menunjukkan rasa sakit yang ia derita, mungkin karena saat itu juga sudah malam sekitar pukul 21.15 WIB, atau sudah genap 24 jam setelah ia terkena serangan bom.

Ia mungkin juga belum tahu ada tiga rekannya sesama polisi yang gugur, yaitu Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan, dan Bripda Imam Gilang Adinata yang diberikan kenaikan pangkat luar biasa, anumerta.

"Tadi kita sudah membesuk dan melihat langsung korban ledakan bom di Kampung Melayu dan betul-betul kita sangat menyesalkan ini. Karena kalau kita lihat tadi korbannya ada mahasiswi, ada sopir Kopaja, ada kemudian juga anggota Polri juga ada, kemudian pegawai juga ada," kata Presiden di hadapan wartawan yang berkumpul di RS Polri.

Ia pun meminta agar seluruh masyarakat di Indonesia tetap tenang sekaligus menjaga kewaspadaan.

"Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat, seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan. Tetapi kita juga tetap semuanya harus waspada dan kita semua harus bersatu melawan terorisme ini. Dan saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada tempat di negara kita di Tanah Air kita ini bagi terorisme!" tegas Presiden.


Revisi UU

Setelah membesuk para korban, Presiden dan rombongan meluncur ke lokasi ledakan, yaitu Terminal Kampung Melayu. Di sana sudah ada Kepala Badan Intelijen Budi Gunawan, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin, Panglima Kodam Jaya Mayjen Jaswandi, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Presiden bersama Wapres tampak menghabiskan sekitar 15 menit berbicara intens dengan Budi Gunawan dan Syafruddin di lokasi kejadian. Masih tampak sejumlah mikrolet Nomor 01 jurusan Kampung Melayu-Senen yang diparkir di tempat kejadian.

Pembicaraan serius itu tidak dapat didengar wartawan yang berjarak sekitar 10 meter dari mereka. Tapi pembicaraan di TKP pengeboman tentu bukanlah membicarakan hal yang main-main.

Dalam pernyataan persnya, Presiden pun menyampaikan bahwa sudah saatnya mempercepat revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme agar mempermudah aparat dalam bertindak.

"Kita ingin pemerintah dan DPR segera menyelesaikan (revisi, red.) Undang-Undang Anti Terorisme sehingga akan memudahkan aparat penegak hukum agar memiliki sebuah landasan yang kuat," kata Presiden.

Revisi UU tersebut diharapkan Presiden dapat memudahkan aparat untuk melakukan pencegahan terhadap tindakan terorisme.

"Terorisme sudah menjadi masalah semua negara sudah menjadi masalah dunia dan kalau kita lihat negara yang lain ini memiliki undang-undang, memiliki regulasi yang memudahkan aparat untuk menyerukan sebelumnya artinya pencegahan," tambah Presiden.

Ia pun memerintahkan Menko Polhukam Wiranto untuk segera menyelesaikan revisi undang-undang tersebut agar aparat hukum mempunyai landasan yang kuat untuk bertindak, utamanya dalam mencegah.

Salah satu isi revisi UU Pemberantasan Terorisme adalah memberikan kewenangan bagi badan intelijen untuk melakukan tindakan "preemtive" sehingga dibolehkan untuk melakukan interogasi terhadap orang atau suatu pertemuan yang diduga terkait dengan terorisme.

Revisi UU itu sudah dikerjakan sejak beberapa tahun lalu namun belum selesai hingga saat ini.

Syafruddin pada Jumat (26/5) menyatakan bahwa dugaan sementara pelaku serangan bom bunuh diri merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

JAD merupakan kelompok yang telah muncul sejak 2015 dan selama ini dikenal mendukung aksi teror yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Secara hirarkis JAD juga ada hubungannya dengan ISIS," ungkapnya.

Syafruddin mengaku bahwa anggota kepolisian kerap menjadi salah satu target aksi radikal JAD. JAD juga disebut sebagai organisasi payung yang terdiri atas ratusan simpatisan ISIS, yang berada di seluruh penjuru Indonesia.

Memang saatnya untuk melakukan perlawanan nyata terhadap teror dalam berbagai bentuk. UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi salah satu payung hukum.

Akan tetapi, bersikap waspada terhadap sekitar dan tidak memaklumi aksi teror sebagai ekspresi agama menjadi sikap yang harus mulai dilakukan. Jadi jangan hanya meringis melihat aksi teroris.  (ant)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 2 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 3 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 4 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 5 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 6 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 7 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network