24 Pengungsi Ilegal Tewas Ditemukan di Lepas Pantai Libya
INHILKLIK.COM, TRIPOLI - Tim Relawan Palang Merah Internasional (Red Cross and Red Crescent) menemukan 24 jasad imigran pada Selasa 27 Juni 2017 malam, di wilayah timur Tripoli, Libya. Kala itu tim penyelamat melakukan pencarian dalam skala besar yang dilakukan di kawasan Laut Tengah.
Dikutip dari laman Arab News, Rabu (28/6/2017), warga di distrik Tajoura mengatakan, puluhan jasad tersebut telah terlihat pada akhir pekan lalu. Seorang petugas penjaga pantai setempat juga menuturkan bahwa beberapa di antaranya telah dimakan anjing liar.
Jumlah korban pun diperkirakan akan terus meningkat. Sebab, ribuan pengungsi ilegal berupaya menuju wilayah Eropa dengan kapal sederhana yang hanya berkapasitas 100 orang.
Sementara itu, kelompok bantuan Jerman menyebut, selama tindakan penelusuran yang dipimpin oleh kelompok Italia telah didapati korban tewas di Laut Mediterania. Tiga orang migran ditemukan dalam operasi pencarian tersebut.
Sementara itu ada 5.000 migran yang berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Telah ditemukan tiga orang meninggal, meski tak begitu banyak yang ditemukan, pihak kami akan terus berjuang untuk proses pencarian," ujar pihak Jugend Rettet sebuah kelompok kemanusiaan asal Jerman.
Jugend Rettet merupakan salah satu dari sembilan kelompok kemanusiaan yang berpartisipasi dalam pencarian migran di kawasan Laut Mediterania. Kawasan tersebut kerap dikenal sebagai jalur para pengungsi dan migran yang nekad melakukan perjalanan berbahaya selama empat tahun terakhir.
Menurut Badan Migrasi Internasional, sekitar 72.000 migran tiba di Italia dengan rute berbahaya dari Libya antara tanggal 1 Januari hingga 21 Juni 2017. Dari angka tersebut menunjukkan ada 20 persen peningkatan dibanding tahun 2016.
Insiden ini terjadi karena kondisi Libya yang tak aman untuk dihuni. Diduga konflik berkepanjangan sejak tahun 2011-lah yang menjadi pemicu utamanya. Negara tersebut telah menjadi tempat utama bagi para migran yang ingin melakukan keberangkatan ke Eropa.
Karena kondisi tersebut, banyak pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi. Beberapa oknum bahkan mengirim ribuan migran melalui kawasan laut tengah menuju Eropa.
Hal itu mengakibatkan banyak migran tewas akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam akibat muatan berlebih. Tak sedikit pula para pengungsi yang ditangkap oleh kapal-kapal Eropa, karena memasuki kawasan perairan internasional secara ilegal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Badan Migrasi Internasional mencatat Libya telah melayani puluhan ribu pengungsi tak berdokumen resmi yang ingin masuk wilayah Eropa melalui jalur laut.
Hingga kini Eropa masih menghadapi permasalahan migran gelap yang sebagian besar berasal dari zona konflik. Seperti Afrika Utara dan Timur Tengah terutama pengungsi asal Suriah. (l6c)
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
iKlik Network







