PILIHAN
Istrinya Dibawa Kabur, Pria Tua di Tembilahan ini Curhat ke PWI
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Rukman (60), warga kota Tembilahan masih berjuang untuk mendapatkan cintanya kembali. Meski sudah berumur, Rukman mengaku masih mengharapkan YA (29) yang sudah 12 tahun membangun rumah tangga bersamanya untuk kembali.
Rukman, pensiunan PNS dengan jabatan terakhir sebagai Kasubag Pengamanan, Kesbangpolinmas Kabupaten Inhil ini menceritakan, jika sebulan yang lalu, istrinya YA pergi dari rumah bersama dengan SPO (31), salah seorang warga Tembilahan juga.
"Isteriku lari dengan laki-laki lain dengan membawa anak-anakku," kata Rukman saat mengadu dengan sejumlah wartawan di kantor Persatuan Wartawan Indonesia cabang Inhil, Tembilahan Hulu, Minggu (23/8).
Dijelaskan Rukman, bahtera rumah tangga yang dibinanya bersama YA memang sudah kurang harmonis sejak tahun 2013 lalu. Bahkan, pada tanggal 26 juni 2015 lalu, YA telah mengadukan gugatan cerai ke Kantor Pengadilan Agama Tembilahan.
"Namun di persidangan, hakim memutuskan jika alasan yang dibuat YA tidak layak untuk cerai," katanya.
Pria setengah baya yang tinggal di Parit 14, Gang Ceri, ini mengatakan alasan istrinya menggugat cerai dirinya dengan alasan saya tidak memberikan nafkah secara layak, sering berhutang tanpa sepengetahuannya dan sering berkata kasar bahkan sering memukul.
"Saya akui, terutama tentang nafkah bathin karena saya sudah tua. Namun halitu tidak semestinya dijadikan alasan karena harusnya dia sudah paham akan hal ini karena saat menikah saya sudah 48 tahun sedangkan dia baru 17 tahun. Bersama YA, saya sudah dikaruniai 2 orang anak laki-laki," katanya.
Saat itu, kenang Rukman, YA sangat mesra meski tahu jika dirinya sudah beristri. Karena sayangnya dengan YA, Rukman memilih untuk menceraikan isterinya saat itu.
Sedangkan tuduhan dirinya sering berhutang tanpa sepengetahuan YA dan sering berkata kasar dan memukul, Rukman membantah. "Saya tidak pernah ngutang dengan orang, saya cuman ada pinjam uang di bank itupun saya belikan emas untuk dia dan juga untuk membeli tanah," tuturnya.
Saya, lanjutnya tidak pernah memukul dia karena saya sayang sekali dengan dia. "Kalau saya berkata kasar, jujur memang ada, tapi itu karena saya sudah terlalu kesal dengan sikap dia yang sering merendahkan saya dan berkata tidak sopan, seperti memanggil saya si tua bangka dll," jelas Rukman.
Meski mengaku sakit hati terhadap isterinya yang lari bahkan telah menikah siri dengan orang lain, namun berharap YA bisa kembali padanya. (Rentakriau)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







