• Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Lingkungan
  • Pekanbaru

Kopi Liberika Terancam Punah

Redaksi

Sabtu, 22 Juli 2017 13:14:25 WIB
Cetak
Kopi Liberika Terancam Punah

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Kopi liberika Meranti menjadi primadona. Tidak hanya di Riau, kopi ini menjadi incaran nomor satu di Malaysia. Kopi jenis liberoit yang dibudidayakan di Pula Rangsang Kepulauan Meranti ini selalu diborong habis. Tapi nasibnya kini terancam karena abrasi dan serbuan air asin.

Antusiasme Ketua Harian petani kopi kelompok Indikasi Geografis (IG) Masyarakat Peduli Kopi Li berika Rangsang Meranti (MPKLRM) Al-Hakim kepada Riau Pos menerangkan, potensi liberika Meranti mampu menutupi kegelisahan dirinya dan ratusan petani kopi asli Riau ini. Al-Hakim yang baru-baru ini sempat datang ke Pekanbaru menceritakan keluh kesahnya. Di saat liberika jadi barang buruan para pengusaha asal Malaysia, justru kopi ini pelan tapi pasti menjadi langka. Pasalnya dari semula mampu memproduksi hingga 700 ton buah kopi segar, kini hanya tersisa 300 ton saja.

Hal itu membuat hasil pertanian kopi kelompok IG MPKLRM ini jadi rebutan. Namanya petani lokal, modal masih jadi masalah utama. Bukan hanya soal perawatan dan pupuk, tapi kini lahan perkebunan yang memang berada tidak jauh dari bibir pantai itu terancam eksistensinya.

Hakim mencoba mengingat kembali bagaimana budidaya kopi liberika ini pertama kali dikembangkan di Pulau Rangsang. Dulu itu pernah dikembangkan di Desa Sempian. Kebun itu maju dan penduduk desa kaya raya dan banyak yang naik haji. Namun karena minimnya pengetahuan dan persiapan, ketika pasang besar datang, semua perkebunan kopi itu hancur. Bahkan desa itu kini ditinggalkan penduduknya karena abrasi.

‘’’Ini juga bisa terjadi di perkebunan kopi di Pulau Rangsang sekarang. Karena pohon kopi ini akan sangat produktif di lahan mineral, di tepi laut. Tapi dia akan mati kalau kena air asin. Kejadian dulu bisa terulang kalau tidak ada bantuan,’’ sebutnya.

Sebenarnya musibah banjir karena pasang dan abrasi tersebut sudah dirasakan kelompok tani kopi di Pulau Rangsang. Pasalnya dari sekitar 700 hektare lahan, kini hanya bisa memproduksi 300-ton kopi segar per tahun. Padahal sebelumnya bisa menghasilkan sampai 700-ton per tahun.

‘’Jadi sekarang itu berapun hasil produk petani, bagaimanapun hasilnya, langsung habis. Bahkan jadi rebutan sampai lima pengusaha. Sangat disayangkan kalau potensi ini dibiarkan hilang. Apalagi ini permintaan akan terus meningkat. Karena baru-baru ini kami dengar pula ada yang dari Korea mau pesan. Karena memang Liberika Meranti ini punya ciri khas dan sudah punya sertifikat. Pasti makin banyak yang mencarinya,’’ kata Hakim.

Hakim menceritakan bagaimana pengusaha dan pedagang besar datang ke Rangsang. Mereka tidak lagi melihat atau menyortir kopi liberika yang dipanen di Meranti, besar kecil, segala bentuk diangkut semua. Dia memastikan, 90 persen kopi Liberika jadi mangsa pengusaha Malaysia. Hanya 10 persen saja yang akhirnya dilepas ke pasar Indonesia, termasuk Riau. Makanya Liberika belum terlalu terkenal dan bisa dikatakan langka di pasaran atau kedai kopi.

Saat ini memang sudah dibangun pemecah Ombak dari Kabupaten Merani, tapi itu belum cukup. Maunya ada di sepanjang pantai, karena kebun kopi itu ada hampir di sepanjang pantai Pulau Rangsang. Memang itulah ekosistem terbaiknya, tanah mineral hingga membuat produksi buahnya maksimal,’’ kata Hakim.

Selain soal abrasi dan serangan pasang, masalah lainnya dari perkebunan Kopi di Pulau Rangsang kata hakim adalah soal pupuk. Pupuk terbaik bagi Liberika adalah pupuk organik. Hal ini terkait penjagaan kondisi tanah agar terus berkesinambungan dan terus dapat dibudidayakan dalam waktu lama. Hal ini juga menjadi kendala bagi para petani.

Hakim sebagai Ketua Harian IG MPKLRM yang sekaligus petani kopi Liberika Meranti menyebutkan, nilai ekonomis kopi Riau ini sangat tinggi. Untuk buah kopi segar saat ini dihargai Rp3-5 ribu per kilogram. Dirinya yakin nilai itu berpotensi terus naik karena sudah memegang sertifikat baik dari Kementrian Pertanian dan maupun Kemenkumham untuk Hak Paten. ‘’Jangan heran kalau kopi liberika Meranti ini yang jual sedikit dan terbatas. Kadang kami saja cuma hadir, ’’ tutur Hakim. (hrc)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Lingkungan

Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Ahad, 26 Juli 2026 - 14:10:33 WIB

MANDAH – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa (PT GIN) bersam.

Lingkungan

PT Bumi Palma Lestari Persada Gelar Apel Siaga Karhutla, Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Musim Kemarau

Selasa, 02 Juni 2026 - 11:29:56 WIB

ENOK – PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP), anak perusahaan Sinarmas Agribusi.

Lingkungan

DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 18 April 2026 - 15:46:45 WIB

TEMBILAHAN - Menanggapi berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat terkait pengelola.

Lingkungan

PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa

Selasa, 14 April 2026 - 16:37:29 WIB

Indragiri Hilir – PT Guntung Idamannusa (PT GIN) menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi pe.

Lingkungan

DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:09:41 WIB

Tembilahan — Menanggapi keluhan masyarakat terkait persoalan sampah yang kian tidak terkendali .

Lingkungan

PT SRL Gelar Rapat Penilaian Desa Bebas Api, Dua Desa Raih Reward Rp100 Juta

Ahad, 23 November 2025 - 10:24:13 WIB

TEMBILAHAN - PT Sumatera Riang Lestari  (SRL) Blok VI, bersama komite Desa Bebas Api yang te.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
14 Agustus 2026
Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
04 Agustus 2026
LBH Sri Rakyat Dorong Perlindungan Hukum bagi UMKM, Pelaku Usaha Berhak Dapat Pendampingan Hukum dari Negara
01 Agustus 2026
Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
26 Juli 2026
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
  • 2 LBH Sri Rakyat Dorong Perlindungan Hukum bagi UMKM, Pelaku Usaha Berhak Dapat Pendampingan Hukum dari Negara
  • 3 Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
  • 4 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 5 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 6 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 7 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network