• Jumat, 24 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa
  • Pekanbaru

Sebelum Ditemukan Tewas, Ayah Ema Sempat Temui Supriadi

Redaksi

Sabtu, 19 Agustus 2017 19:10:54 WIB
Cetak
Sebelum Ditemukan Tewas, Ayah Ema Sempat Temui Supriadi

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Jejak kaki para pelayat yang menghantarkan Ema Desrita ke peristirahatan terakhirnya di perkuburan Umum Kampung Bukit masih basah.

Tempat itu hanya beberapa ratus meter dari tempat tinggal keluarga Ema, rumah tempat dia menetap selama ini.

Ratusan tetangga, karib kerabat dan masyarakat yang bersimpati terhadap kepergian wanita malang yang tewas dibunuh dan dibakar secara keji oleh kekasihnya itu masih terlihat hilir mudik.

Mereka masih membahas tentang peristiwa mengenaskan yang menghentak emosi itu. Apalagi mereka tahu kalau perbuatan tersebut dilakukan karena pelaku Supriadi tidak mampu bertanggung jawab atas perbuatannya dan menghilangkan nyawa perempuan muda itu.

Disela-sela keramaian warga tersebut, Dasril, Ayah Ema mengungkapkan bagaimana awal mulai kecurigaan keluarga dan pandangannya terhadap Supriadi.

Sementara ibu korban, Nurdiana hanya bisa tertunduk lemah. Wajahnya kuyu karena tak henti menangis.Suaranya pun semakin parau.

Menurut Dasril istrinya itu terus menangis sejak tahu Ema sudah meninggal. Tribun Pekanbaru melihat Nurdiana hanya berdiaman didalam rumah. Beberapa warga, tetangga dan kerabat tampak mengerubunginya.

Silih berganti keramaian itu ketika berada di dalam rumah dan sesekali mendengarkan Nurdiana bercerita pelan.

Namun ia lebih banyak termenung yang kemudian disemangati oleh kerabat yang datang membezuk.

Supriadi dan Ema, inset foto tubuh korban terbakar.

Dasril melanjutkan, bahwa ia ketahui anaknya Ema sudah setahun belakangan ini dekat dengan pelaku.

Namun selama proses kedekatan tersebut, Dasril menyebutkan sosok SU bukanlah sosok yang baik.

"Secara etika ia tidak pernah berbicara langsung pada saya. Ketika menjemput dan mengantar Ema, ia seperti mencari celah agar tidak ketahuan saya dan ibu Ema. Kadang menunggu dipersimpangan, kadang mesin sepeda motor sengaja dimatikan jika memang menjemput sampai di depan rumah. Itu agar saya tidak tahu," ungkap Dasril.

Dengan sikap SU yang kurang disukainya itulah, ungkap Dasril kepada tribun Pekanbaru, ia tidak menyetujui hubungan Ema dengan SU. Namun Ema tetap kukuh dan menyebutkan SU sosok yang baik.

"Saya juga tanya sama Abangnya Ema (Nanang Satria) katanya SU itu baik. Jadi saya awasi saja hubungan tersebut," ujar Dasril.

Suatu hari Dasril pernah meminta Ema untuk serius saja dengan SU dengan menikahi SU. Namun Ema mengatakan bahwa SU belum siap.

Keduanya diketahui berkenalan sejak November 2016 lalu meresmikan hubungan mereka Desember 2016.

CURIGA PERUT EMA KIAN BESAR

Dasril kembali menceritakan terakhir kali ia bertemu dengan Ema anaknya.

Menurut Dasril pada Selasa pagi Ema memang pamit pergi ke pasar buah untuk tes wawancara.

Ema memang sudah memasukkan lamaran di pasar buah dan akan bekerja di tempat tersebut.

Pagi itu, Nurdiana melihat perut Ema tampak berbeda. Ada kecurigaan Ema dalam kondisi hamil.

Namun saat dipertanyakan, Ema tidak memberikan jawaban atau tidak mengakui atas kehamilannya.

"Saya dan istri berencana akan memeriksa perutnya. Memang sudah ada kecurigaan. Namun Ema tidak merespon. Jadi dia kemudian tetap pergi keluar rumah," ujar Dasril .

Kemudian sampai malam hari anaknya tidak kunjung pulang.

Ia berupaya menghubungi nomor ponsel Ema Namun tidak aktif.

Sejak itu Dasril dan Nurdiana diliputi kekhawatiran.

"Karena itulah saya berusaha hendak mencari tahu keberadaan Ema secara gaib. Saya berencana akan mencari Ema dengan memanggil ruh kemudian dimasukkan pada media orang lain. Ada orang pandai disini (dekat perumahan)," ungkap Dasril.

Sebelum pembunuhan dilakukan terhadap Erma Desrita (21) pelaku yang merupakan pacar korban sempat mengajak jalan-jalan.

Pelaku berinisial S menjemput korban di Pasar Buah Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Kemudian mengajak pulang ke rumah di Rumbai Pesisir.

Kemudian pelaku pergi meninggalkan korban untuk bekerja.

Pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB pelaku kembali keluar dengan korban.

Keliling kota dan sampai di lokasi pembunuhan di wilayah Rumbai Pesisir.

Korban kemudian meminta pertanggungjawaban pelaku atas kehamilan korban.

Korban mengatakan kehamilannya sudah semakin besar sedangkan pelaku belum juga mempertanggungjawabkannya dengan menikahi korban.

Mendengar pernyataan tersebut, pelaku mulai kalut. Namun ia masih sempat membelai korban dari belakang.

Saat korban pelaku kemudian mengikat leher korban menggunakan jilbab korban sampai tak sadarkan diri.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian membakar tubuh korban menggunakan mancis dan fiber yang ada di lokasi kejadian.

Selanjutnya pelaku kabur meninggalkan lokasi. Pelaku S berhasil ditangkap polisi, Kamis (17/8/2017) dini hari.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menuturkan, terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal dari adanya laporan tentang penemuan mayat yang wajah dan sebagian tubuhnya terbakar pada Rabu, (16/8/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Personil dari Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek Rumbai langsung menuju ke TKP. Kemudian dilakukan olah TKP. Selanjutnya jasad korban di bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," ujar Kapolresta.

SEMPAT TEMUI SUPRIADI

Keluarga Ema Desrita (21) wanita hamil yang dibunuh dan dibakar oleh pacarnya tidak pernah menyangka nasib putri mereka akan berakhir tragis.

Ayah Ema, Dasril tidak banyak menuntut atas perlakuan Su (27) yang tega menghabisi nyawa anaknya Ema Desrita (20) dengan mencekik dan membakarnya.

Ia hanya berharap SU dihukum setimpal dengan apa yang sudah diperbuat terhadap anak bungsunya tersebut.

"Saya serahkan kepada penegak hukum. Apalagi yang harus saya katakan. Ema sudah tidak adalagi. Meski saya begitu sakit atas apa yang dilakukan lelaki tersebut (SU). Saya menilai sangat kejam," ungkap lelaki paruh baya ini ditemui Tribunpekanbaru di kediamannya di Jalan Kampung Bukit, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Kamis (17/8/2017).

Dalam penjelasannya pada tribunpekanbaru, Dasril mengaku bahwa pelaku (SU) sebagai orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Sebab, menurutnya pada Rabu pagi ia masih ke rumah SU untuk menanyakan keberadaan anaknya.

"Saya tahu kalau SU itu kawan dekat Ema. Jadi saat Ema sudah tidak nampak lagi pulang kerumah, saya datangi rumah SU. Saya kemudian tanyakan keberadaan Ema. Saat itu ia mengatakan tidak tahu dengan kemungkinan pergi dengan temannya. SU juga menyebutkan sudah mengantarkan Ema pulang sampai di persimpangan dekat rumah," ungkap Dasril.

Setelah tidak ada jawaban keberadaan Ema, Dasril berusaha terus mencari.

Ia dengan istrinya Nurdina dan keluarga lain terus berusaha menghubungi kawan atau keluarga lain perihal keberadaan Ema.

"Saya tidak menemukan titik terang. Tidak tahu dimana Ema. Karena tidak ada kepastian, saya berniat akan mencari Ema secara gaib," ungkap Dasril.

Namun setelah dipastikan Ema ditemukan di wilayah Rumbai dengan kondisi meninggal dunia, Dasril pasrah dan berusaha tegar.

"Saya tidak bisa berkata-kata lagi untuk mengungkapkan perasaan kehilangan anak. Betapa kejamnya pelaku itu. Namun saya serahkan semua pada penegak hukum," ujarnya.

Sosok Ema dimata Dasril adalah anak yang baik.

Meski dalam beberapa hal Ema tidak terbuka namun ia dan istrinya tentu saja menyayangi Ema.

"Karena itu ia mencari pekerjaan. Kadang ia butuh uang saya juga berikan. Kadang dari uang hasil bekerjanya Ema bisa mandiri," terang Dasril.

Terakhir Ema bekerja di toko kain.

Namun karena selalu pulang malam, Dasril meminta Ema berhanti dari pekerjaan tersebut.

Ema menurutinya yang kemudian mencari pekerjaan baru.

"Itulah sampai terakhir saya tahunya ia akan interview (wawancara) di pasar buah. Katanya akan bekerja disana," ungkap Dasril. (rsc)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 2 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 3 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 4 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 5 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 6 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 7 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network