• Kamis, 21 Mei 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Dikira Pengedar Narkoba, Polisi Tembak Mati Remaja Tak Bersalah

Redaksi

Ahad, 20 Agustus 2017 11:55:20 WIB
Cetak
Dikira Pengedar Narkoba, Polisi Tembak Mati Remaja Tak Bersalah

INHILKLIK.COM, MANILA - Seperti yang kita tahu, presiden Filipina, Duterte, benar-benar gencar memberantas para pengedar dan pengguna narkoba di negaranya.

Bahkan dia telah memberi wewenang kepada polisi untuk menembak siapa saja yang dicurigai sebagai pengedar dan pengguna dan yang melawan.

Rodrigo Duterte yang berjuluk "The Punisher" mengeluarkan kebijakan Perang Melawan Narkoba dimana bagi yang ketahuan memakai atau mengedarkan narkoba diijinkan untuk langsung ditembak mati di tempat.

Namun, lantaran pihak berwenang diberi wewenang besar seperti ini, banyak cerita petugas polisi yang menyalahgunakan wewenangnya.

Bahkan wewenang itu digunakan untuk membunuh orang yang tidak berdosa.

Seorang pengguna facebook dengan akun Ezra Acayan membagikan sebuah kisah yang mengiris hati tentang seorang remaja tak berdosa yang dibunuh oleh polisi.

"Kian Lloyd Delos Santos baru saja menutup toko untuk malam itu ketika polisi berpakaian preman tiba-tiba menembaknya hingga tewas. Mereka mengatakan itu adalah operasi polisi yang legal," tulis Ezra dalam unggahan facebooknya.

Menurut polisi, Kian berlari saat melihat petugas mendekat.

Dia mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan ke arah polisi, polisi hanya membalasnya.

Polisi mengatakan Kian adalah pengedar narkotika.

Namun saksi mengatakan malam itu Kian tidak bersenjata, dan justru dipukuli polisi dengan brutal.

"Tama na po! Tama na po! Semoga test pa ako bukas! "(Stop! Stop! Saya masih ada ujian besok!), Kian terdengar memohon pada orang yang memukulinya.

Rekaman CCTV menangkap Kian diseret ke tempat gelap oleh polisi.

"Ito dan baril, iputok mo tapos tumakbo ka" (Ambil pistol ini, tembakkan dan larilah), saksi tersebut mendengar polisi berbicara pada Kian.

Kian kemudian ditembak hingga mati.

Ayah Kian, Saldy, menangis dan yakin bahwa Kian tidak terlibat dalam pengedaran narkoba.

Dia tidak pernah ada di daftar pemakai maupun pengedar narkoba.

Kian hanya menjual permen untuk membayar uang sekolahnya.

Dia bahkan bercita-cita menjadi polisi.

Ibu Kian Lorenza menyebutkan bagaimana anaknya begitu menyukai serial kriminal 'Narcos'.

Ia juga bertugas untuk melakonkan drama itu di acara sekolah.

 

Kian mengatakan kepada teman-teman sekelasnya bahwa dia tidak ingin berperan sebagai Pablo Escobar.

Dia justru ingin berperan sebagai agen Steve Murphy atau Javier Peña, yang berperan pada pihak yang baik.

Malangnya di usia 17, kehidupan Kian berakhir.

Tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat Kian dan banyak orang tak berdosa lainnya kembali hidup.

Lorenza pun hanya bisa menangis di sebelah peti mati anaknya.

"Suaraku sudah habis. Aku ingin berteriak. Aku ingin meneriakkan keadilan untuk anak saya," ujar sang ibu, seperti dikutip dari worldofbuzz.


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
20 Mei 2026
Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
15 Mei 2026
PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
14 Mei 2026
Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
13 Mei 2026
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
  • 2 PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
  • 3 Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
  • 4 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 5 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 6 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 7 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network