Perempuan Tidak Disarankan Lakukan Hal ini ketika Hamil
KEHAMILAN bukan penghalang untuk pasangan berhubungan seks. Namun mungkin ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan. Mulai dari posisi hingga hal-hal yang harus diwaspadai seperti penyebaran virus.
Ketika usia kehamilan masih di bulan-bulan awal, mungkin posisi berhubungan seks tidak menjadi persoalan. Tapi, ketika kandungan sudah memasuki trimester ketiga, posisi berhubungan sudah agak sulit karena perut wanita membesar. Untuk tetap mendapatkan kepuasan, biasanya oral seks dijadikan pilihan.
Akan tetapi, oral seks sering dikaitkan dengan penyakit infeksi menular seksual seperti gonore dan herpes. Maka dari itu, ibu hamil disarankan untuk tidak melakukan kegiatan ini paling tidak sampai anaknya lahir. Sebab, daya tahan ibu hamil lebih rendah dan dapat dengan mudah tertular penyakit.
Risiko terkena infeksi menular seksual bertambah besar apabila calon ibu atau pasangannya terkena herpes. Penulis buku “The Good News About The Bad News: Herpes: Everything You Need to Know” mengatakan, jika seorang ibu hamil memiliki infeksi maka kemungkinan bayinya terkena infeksi yang sama saat dilahirkan sebanyak 50%.
Proses infeksi pada bayi berlangsung saat ia bergerak menuju jalan lahir melalui vagina. Apabila bayi terlahir dengan virus herpes, biasanya disebut herpes neonatal. Infeksi ini menyebabkan lecet yang menyakitkan pada mata, mulut, atau kulit bayi.
Namun, kondisi ini bisa bertambah parah bila virus menyebar ke organ vital seperti otak. Hampir sepertiga bayi dalam situasi tersebut berada pada posisi kehidupan yang mengancam hingga meninggal. Bila virus menginfeksi otak, walaupun sudah diobati dan melakukan perawatan, hal itu akan menjadi sia-sia. Tapi beda cerita apabila sudah terdeksi sejak awal. Bayi akan sembuh dengan pengobatan antiviral.
Bayi berisiko terkena herpes jika ibunya mengidap herpes genital untuk pertama kalinya enam minggu sebelum kelahiran dan dilahirkan lewat persalinan normal. Risiko akan jauh lebih rendah bila ibu mengembangkan herpes genital atau mengalami flare-up suatu periode yang signifikan sebelum kehamilan.
Selain itu, Ibu hamil yang terkena herpes memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk melahirkan bayi dengan kondisi autisme. Maka, penting bagi ibu melakukan hubungan seks yang aman selama kehamilan. Konsultasikan ke dokter bila ada hal yang tidak nyaman selama berhubungan seks. Demikian seperti yang dilansir dari The Sun, Kamis (7/9/2017).
(okz)
Inovasi Bunda Jentik UPT Puskesmas Kuala Enok Sukses Tekan Kasus DBD Selama Satu Dekade
Kuala Enok — Upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di .
Putri Daerah Indragiri Hilir Gelar Penyuluhan Cegah Kanker Payudara di Desa Simpang Tiga
Indragiri Hilir – Semangat mengabdi pada kampung halaman ditunjukkan oleh Nurs.
BRI Gunungsitoli Gelar BRI Peduli Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat
Gunungsitoli | Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan sebagai bagian .
Roscik : Pilihan Menu Sehat & Lezat Saat Ramadhan
Roscik, Rotisserie Chicken, memiliki menu ‘Ayam Western’ menjadi salah satu pilihan favorit m.
Program Makan Sehat Bergizi (MBG) Dimulai di Kabupaten Sergai
SERGAI,INHILKLIK.COM,- Dapur Umum Program Makan Sehat Bergizi (MBG) di Kabupaten.
Kinerja Puskesmas Simpang Gaung Dinilai Bobrok, Diduga Lakukan Pembiaran Terhadap Pasien
TEMBILAHAN - Pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indra.
iKlik Network







