• Rabu, 22 April 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Popularitas Tuyul dalam Mitologi & Karya Ilmiah: Dari Menembus Istana Presiden Hingga Waktunya Pensiun

Redaksi

Ahad, 24 September 2017 21:50:41 WIB
Cetak
Popularitas Tuyul dalam Mitologi & Karya Ilmiah: Dari Menembus Istana Presiden Hingga Waktunya Pensiun

INHILKLIK.COM, JAKARTA - “Bekerjalah seperti tuyul: tak pernah kelihatan, tak butuh segala pujian, tapi hasilnya selalu memuaskan.” (anonim)

Kutipan di atas, yang saya comot dari status seorang motivator, sekurang-kurangnya menyodorkan dua kebenaran: pertama, seseorang memang tak sepatutnya menciptakan drama di tempat kerjanya; dan kedua, memang seperti itulah tuyul bekerja.

Dibandingkan makhluk halus beken lainnya, tuyul adalah yang paling tersohor dan paling spesifik tujuan keberadaannya. Mitologi mengenai tuyul menyebar tak hanya di Nusantara, melainkan merambah hingga semenanjung Indochina, meliputi Singapura, Malaysia, Kamboja, Thailand, bahkan sampai ke China dan Korea Selatan.

Uniknya, di seluruh mitologi yang berkembang di pelbagai negara itu, meski terdapat sedikit variasi bentuk tubuh dan karakteristiknya, tujuan keberadaan tuyul hanya satu: mencuri uang untuk tuannya.

Tak ada mitologi yang berkisah perihal tuyul yang mengincar istri orang seperti genderuwo, atau ongkang-ongkang kaki di dahan pohon dan menggoda orang lewat seperti sundel bolong.

Meskipun penyebarannya luas dan kisahnya sering diangkat menjadi film dan cerita fiksi, historiografi tuyul amatlah gelap. Belum ada satu pun sumber sejarah yang menerangkan etimologi tuyul, walaupun makhluk halus ini keberadaannya relatif baru, bahkan dibandingkan pocong yang baru masuk pada abad ke-16 sekalipun.

Hal ini barangkali disebabkan oleh stigma negatif sejarawan terhadap mitologi makhluk halus. Sejarah dianggap sebagai tumpukan data siap gali yang valid, rasional, dan bebas bias. Intinya, semua kriteria yang tak memungkinkan makhluk halus menjadi kajian ilmiah.

Namun, sulit menafikkan tuyul dalam perkembangan sosio-kultural masyarakat Jawa. Penyebaran mitologinya yang masif, keterkenalannya yang mencengangkan, dan fungsi praktisnya dalam perekonomian, membuat tuyul amat menggoda untuk dikaji lebih dalam.

Era Kolonialisme

Sumber tertua yang menyebut keberadaan tuyul adalah Mededelingen van het Nederlandsch Zendelingen Genootschap 4 (1860) karya S.E. Harthoorn pada tahun 1860. Tuyul di situ mendapat sebutan setan gundul, yang barangkali berasal dari penampakan fisik makhluk halus tersebut yang kepalanya licin plontos.

Nomenklatur setan gundul juga muncul di sumber berikutnya, yaitu De Javaansche geestenwereld karya Van Hien pada tahun 1894. Karakteristik setan gundul serupa dengan tuyul: makhluk halus berbentuk bocah berkepala gundul, senang bermain-main, dan digunakan sebagai pesugihan (dari bahasa Jawa sugih, yang artinya kaya).

Meskipun baru disebut pada abad ke-19, besar kemungkinan kalau setan gundul memiliki sejarah yang jauh lebih panjang. Beberapa sejarawan asing menduga bahwa mitologi tuyul bermula sejak uang digunakan sebagai alat tukar secara masif di Jawa, yaitu pada abad ke-13.

Ada pula yang mengaitkan setan gundul sebagai makhluk halus yang sama dengan Ama Menthek, lelembut penghancur padi yang dalam perkembangannya berevolusi menjadi pencuri padi. Jika hipotesis ini benar, maka sejarah setan gundul bermula sejak sebelum abad ke-10.

Selama masa Depresi Besar dan Perang Dunia, kapitalisme di Jawa turut mendapatkan pukulan telak. Kesempatan untuk mendapat pendapatan besar amat minim dan perekonomian memasuki masa senjanya.

Saat itu, penduduk miskin meningkat jumlahnya dengan kecepatan yang mengagumkan, dan penduduk kaya serta golongan bangsawan terepresi habis-habisan.

Imbas dari krisis tersebut tak hanya terjadi pada sektor ekonomi, melainkan juga pada mitologi. Setan gundul, yang barangkali dianggap tak lagi memadai di masa krisis, pelan-pelan menghilang.

Perekonomian kembali bangkit pada tahun 1940-an, dan bangkit pula mitologi tentang pesugihan. Orang-orang membutuhkan hantu baru sebagai pengganti setan gundul untuk menjelaskan fenomena kaya mendadak.

Tuyul, yang barangkali sebelumnya telah ada tapi tak terkenal, dibuatkan panggung dalam mitologi baru yang hendak diusung.  Sejak itu dimulailah era hantu bocah gundul yang terkenal ini.

Era Post-Kolonial dan Modern

Sejarawan pertama yang mengulas tuyul pada era ini adalah Clifford Geertz, seorang antropolog asal Amerika Serikat yang melakukan penelitian di Mojokuto, Jawa Timur. Dalam bukunya yang berjudul Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Clifford Geertz mendeskripsikan tuyul secara detail.

Geertz tak hanya mendeskripsikan anatomi tubuh tuyul dengan detail yang mengagumkan. Ia juga menguraikan secara panjang lebar mengenai aktivitas tuyul, karakter orang yang memilikinya, hingga bagaimana cara mendapatkannya.

Dalam khazanah pertuyulan, Clifford Geertz pantas menyandang gelar ‘Bapak Tuyul’.

Hasil penelitian Clifford Geertz lalu disempurnakan oleh Peter Boomgaard. Pada bukunya yang berjudul Illicit Riches: Economic Development and Changing Attitudes Toward Money and Wealth as Reflected in Javanese Popular Belief, Boomgaard fokus mengulas relasi antara makhluk halus dengan mentalitas ekonomi masyarakat Jawa.

Mitologi Jawa, dan khususnya tuyul, mengalami zaman yang gilang gemilang pada era ini. Buku-buku yang mengulasnya bermunculan, baik non-fiksi maupun novel, studi sejarah, ataupun kitab klenik. Tak hanya dalam media cetak, tuyul juga dipopulerkan oleh media elektronik dan layar lebar.

Tak hanya populer sebagai bahan kajian, pesugihan tuyul juga mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan era sebelumnya. Kondisi ekonomi yang semakin membaik, masih kuatnya mistisisme di tengah masyarakat, dan kesenjangan sosial yang makin melebar akibat kapitalisme, membuat pesugihan tuyul makin digandrungi sebagai jalan pintas menuju kemakmuran.

Memang tak ada data valid yang bisa dirujuk, entah dari kepolisian maupun dinas perpajakan. Kita hanya bisa menarik kesimpulan tersebut dari menjamurnya iklan pesugihan tuyul di berbagai media dan makin ramainya orang-orang yang mengalap berkah di tempat-tempat wingit yang dipercaya sebagai markas tuyul.

Yang paling menarik adalah pemakaian frasa ‘setan gundul’ oleh Presiden Soeharto kala itu untuk menyebut para aktivis pro-demokrasi. Hal itu membuktikan bahwa tuyul atau setan gundul mencapai puncak popularitas hingga menembus Istana Presiden, sesuatu yang tak pernah digapai pada era sebelumnya.

Namun, kita tahu, bahwa setelah mencapai titik puncaknya, sebuah kurva hanya punya satu kepastian: menukik turun.

Era Internet

Alon-alon waton kelakon. Peribahasa Jawa tersebut, yang bersepadan dengan peribahasa ‘biar lambat asal selamat’, dianggap tak lagi relevan dengan dunia yang bergerak makin gegas seperti sekarang. Orang-orang menuntut kecepatan dalam segala hal dengan tak mengorbankan kepastian atau keselamatan.

Hal itu juga berlaku pada upaya seseorang dalam mencapai kekayaan secara praktis. Pesugihan, lambat tapi pasti, sepi peminat. Situs-situs wingit masih tetap dikunjungi, hanya saja tak seramai era sebelumnya.

Iklan-iklan klenik yang dulu menjajakan tuyul dan bentuk pesugihan lain, mulai beralih menawarkan jasa terawang togel dan pelbagai azimat pengasihan.

Tuyul barangkali adalah pesugihan yang paling terdampak. Keterbatasannya dalam mencuri (tuyul memiliki semacam kuota yang membatasinya mengambil uang dalam sehari), kelemahannya pada mainan yang telah jamak diketahui, dan uba-rampe yang tak bisa dibilang sepele selama pemeliharaannya, menjadikan tuyul tak lagi diminati oleh masyarakat.

Tak berarti pesugihan lantas mati. Dengan kecanggihan teknologi dan kemajuan pola pikir, berkembanglah pesugihan-pesugihan jenis baru yang relatif mudah dipelajari, bebas tumbal, dan tentunya menghasilkan kekayaan dengan kecepatan yang mengagumkan.

Kita bisa menggolongkan skema Ponzi ke dalam pesugihan jenis baru tersebut. Jangan lupakan pula investasi bodong dan penipuan berkedok agama. Ketiga jenis penipuan tersebut, serta belasan modus penipuan lainnya, berhasil menenggelamkan kejayaan pesugihan tradisional pada era saat ini.

Popularitas tuyul memang tak terdampak secara signifikan. Setahun lalu film tentang tuyul dirilis di bioskop, dan masih kita dapati berita-berita tentang penangkapan tuyul di pelbagai pelosok negeri.

Namun, kemajuan zaman dan perubahan pola pikir masyarakat memunculkan satu pertanyaan: sudahkah waktunya bagi tuyul memikirkan masa pensiun?. (voxpop)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

Peristiwa

Mobil Terbakar di Tembilahan, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius

Jumat, 12 September 2025 - 21:15:15 WIB

Indragiri Hilir, Riau – Sebuah mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi .

Peristiwa

SPPG Minta Maaf, Pastikan Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Inhil Ditangani Hingga Sembuh

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:21:10 WIB

TEMBILAHAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang menyampaikan permo.

Peristiwa

Wujud Implementasi BCM, BRI BO Gunungsitoli Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran

Jumat, 09 Mei 2025 - 11:55:51 WIB

Gunungsitoli - Kegiatan Business Continuity Management (BCM) menjadi hal yang kr.

Peristiwa

Warga Asahan Kini Semakin Mudah Bayar Tagihan PDAM Tirta Silaupiasa Dengan BRImo

Kamis, 08 Mei 2025 - 22:40:03 WIB

Kisaran | PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi memberikan pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
09 April 2026
DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
31 Maret 2026
PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
31 Maret 2026
Kadis Koperindag Inhil Angkat Bicara soal Lonjakan Harga Ayam dan Daging Jelang Lebaran ‎
20 Maret 2026
PT BumiPalma LestariPersada Gelar Bazar Murah Minyak Goreng di 4 Kecamatan Inhil
18 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 2 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
  • 3 Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
  • 4 PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
  • 5 Kades dan Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Imbau Masyarakat Jangan Membakar Lahan
  • 6 DPRD Inhil dan Pemda Bahas Darurat Sampah Tembilahan, Sepakati Langkah Strategis
  • 7 PT RSUP Sigap Tangani Karhutla di Labuan Bilik Inhil
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network