Santiriwati Ponpes yang Hilang Misterius Akhirnya Ditemukan Tidak Bernyawa
INHILKLIK.COM, DUMAI - Tiga hari dinyatakan hilang, Rahayu Meliana (12) Santri Pondok Pesantren Baitul Quran Basilam Baru ditemukan, Rabu (11/10/2017) pagi tadi.
Jasad korban ditemukan sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi di tepi pantai Kelurahan Basilam Baru.
Saat ditemukan, Rahayu sudah meninggal dunia alias tidak bernyawa lagi. Dia ditemukan warga yang kebetulan melihatnya saat sedang mencari kayu.
Kepada wartawan, Kapolres Dumai AKBP Restika SIK melalui Kapolsek Sungai Sembilan AKP H Silalahi membenarkan penemuan sosok wanita yang diduga adalah santri bernama Rahayu yang hilang dari rombongannya ketika berkunjung ke tepi pantai Kelurahan Basilam Baru
''Ya, korban memang sudah ditemukan. Perkiraannya memang santri yang hilang. untuk memastikannya, saat ini apara tkepolisian masih melakukan identifikasi terhadap jasad korban,'' ungkap Kapolsek.
Korban, kata dia, ditemukan masih di tepi pantai oleh masyarakat yang sedang mencari kayu.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, seorang santriwati bernama Rahayu Meliana berusia 12 tahun, murid pondok pesantren Baitul Quran Basilam Baru tiba-tiba dilaporkan hilang di Musholla pantai Basilam Baru.
Saat itu ia hendak mengambil wudhu. Namun guru pembimbing menyadari setelah salah satu santrinya kurang satu.
Kejadian ini berawal Ahad, (8/10/2017) siang, ketika para santri/wati pondok pesantren Baitul Quran basilam baru beserta guru pembimbing memilih berlibur ke pantai Basilam Baru.
Usai mandi di pantai para santri kembali untuk sholat Zhuhur ke Mushalla yang berada tak jauh dari pantai. Saat pulang guru pembimbing menyadari jumlah santriwatinya kurang satu.
Hingga kini kita belum menemukan Rahayu (korban hilang red), kita masih mencari Rahayu Meliana di lokasi kejadian bersama pihak Kepolisian, Babinsa dan masyarakat.
"Saat kejadian kita melaporkan kepada orang tuanya namun Rahayu juga belum pulang, disini kita merasa ada terjadi kejanggalan, karena Rahayu bukan hilang di laut tapi di Musholla saat itu ia hendak mengambil air wudhu, "ujar Ustadz Nurdin, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Quran basilam Baru, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/10/17).
Nurdin mengatakan, jumlah mereka saat itu sebanyak 129 orang, santai dan santriwati.
"Saat itu diatas sekira jam 15.30 WIB atau setelah sholat ashar, mereka main air dan berenang, anak- anak melaksanakan sholat ashar, setelah sholat ashar dan akan pulang ternyata kurang satu dan setelah di cari hingga sekarang belum ditemukan," jelasnya. (Riausky)
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
iKlik Network







