• Kamis, 21 Mei 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Opini

Politik Demi Tuhan

Redaksi

Jumat, 24 November 2017 03:09:41 WIB
Cetak
Politik Demi Tuhan
Ahmad Tamimi.

Kataakanlah wahai pemilik kekuasaan, Engkau anugerah kekuasaan bagi siapa yang engkau kehendaki, dan mencabutnya dari siapa yang engkau kehendaki, Engkau muliakan bagi siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan bagi siapa yang Engkau kehendaki. dalam tangan-Mu segala kebajikan, sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.

(Qs. Ali Imran: 26)

Menurut Plato, politik merupakan aktivitas mulia karena ditinjau dari segi tujuan untuk menggapai kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kenapa politik dalam arti ini begitu penting, karena masyarakat dahulu memandang politik dapat menjadi alat mujarab untuk mengatur kehidupan, mengingat masyarakat ketika itu sering berhadapan dengan keterbatasan sumber kehidupan (Miriam Budiardjo, 2008: 13). Akan tetapi entah kenapa pada proses perlembangan selanjutnya ketika konsep ideal politik ini berhadapan dengan alam nyata terjadi ketimpangan arah dan tujuan terutama di Indonesia saat ini.

Aktivitas politik yang melahirkan kekuasaan dengan tujuan menegakkan keadilan, keamanan serta kesejahteraan masyarakat justru berbalik arah menjadi suasana gaduh yang penuh intrik, tipuan serta pengrusakan sendi-sendi kehidupan. Di manakah letak kelemahan itu?.Untuk mencari kelemahan ini jika digunakan perspektif yang lebih luas tentu banyak paradigma bisa memberikan jawaban. Akan tetapi dalam tulisan ini saya ingin melihat dari faktor niat atau motivasi politik para politikus yang mengakses kursi kekuasaan eksekutif maupun legislatif.         

Dalam pemahaman yang sederhana, saya meyakini bahwa segala motivasi kekuasaan yang dilandasi kepada selain Tuhan pasti akan menimbulkan belenggu, karena selain tujuan ke-Tuhanan pasti sifatnya terbatas, seperti manusia, jabatan, materi ataupun hal yang lain. Buktinya ketika kita perebutkan hal tersebut pasti akan menimbulkan persoalan. Akan tetapi tidak pernah menjadi persoalan, cemburu, iri hati ataupun dengki ketika seseorang memperebutkan Tuhan bahkan semua makhluk di permukaan bumi ini telah memperebutkan-Nya, tapi hingga kini tak pernah menjadi persoalan.

Ternyata Tuhan merupakan simbol pemersatu bagi setiap jiwa manusia maupun diluar dari itu. Sesuatu yang dilandasi atas nama Tuhan pasti menjanjikan kedamaian, kesejahteraan serta keselamatan, jangankan manusia sebagai makhluk mulia hewan dan tumbuh-tumbuhanpun turut mendapatkan perlindunagan dari pengelolaan kekuasaan atas nama Tuhan. Karena potensi serta motivasi kekuasaan itu telah bersemayam ke dalam diri setiap kita berupa sifat-sifat Tuhan (asmaul husna), jadi upaya kita adalah meniru sifat-sifat itu. Namun terkadang kita selalu terputus dari nama atau sifat-Nya bahkan melepaskan diri dari hakikat yang sesungguhnya kita sendiri tak akan pernah bisa lepas.

Hemat saya ini adalah motiv kekuasaan yang salah kaprah yaitu melupakan kekuasaan dari segala yang berkuasa atau melupakan kekuasaan dari yang mentakdirkan ia untuk berkuasa. Inilah karakter manusia yang memiliki paradigma otonom dari Tuhan dalam segala ketidak berdayaan, al-qur’an juga telah menyinggung bahwa” inilah kesombongan yang nyata”.

Dalam kondisi ini ia berusaha mempensiunkan Tuhan dari segala aktivitasnya walaupun terkadang nama Tuhan dan agamanya sering dikomersialisasi dalam segala kepentingan sosial-politiknya, tapi itu hanya untuk mendonkrak citra diri di hadapan orang-orang, yang sebenarnaya Tuhan tidak pernah dihadirkan kedalam jiwanya. Inilah politisi pengkhianat Tuhan dan manusia. Akibatnya tidak banyak hal yang bisa diperbuat atas nama Tuhan dan rakyat, janji manis yang diucapkan tidak jarang berujung dengan sumpahan dan caci maki dari mulut-mulut orang-orang yang di khianati.

 

Oleh karena itu, bicara persoalan kekuasaan dunia, al-qur’an telah jelas-jelas memberikan mandat kepada manusia untuk menjadi khalifah fil ardh (pemimpin bumi) (Qs. Al-Baqarah: 30) dengan tujuan bagaimana setiap manusia mampu menciptakan kedamaian, keadilan, kesejahteraan serta kebahagiaan yang berpandu pada nilai-nilai Ilahi.

 

Ketika itu Tuhan juga pernah menawarkan pada laut, gunung dan bumi atas amanat ini, tapi mereka tak sanggup karena bebannya terlalu berat, namun manusialah yang menerimanya. Kini selaku manusia tentu kita tak punya pilihan selain menjalankan amanah itu sesuai dengan selera-Nya, sebab, diluar dari itu pasti mengalami kehancuran.

 

Inilah sekilas gambaran tentang hakikat kekuasaan yang hari ini cenderung kita perebutkan yaitu suatu hal yang ringan secara status tapi berat secara fungsi. Harapannya dengan hadirnya tulisan sederhana ini dapat melawan rasa lupa kita bahwa kekuasaan dunia sangat erat hubungannya dengan persoalan ke-Tuhanan.

Jadi, janganlah bermain-main dengan kekuasaan karena segalanya ada pertanggungjawaban. Mungkin tidak akan ada penyimpangan jika segala aktivitas politik dilakukan DEMI TUHAN. Hanya satu kata yang perlu diingat bahwa Tuhan melihat aku. (*)

 

 

Oleh: AHMAD TAMIMI

Penulis adalah Ketua Panwaslu Kec. Mandah, Indragiri Hilir


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Sisi yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Pemimpin: Catatan untuk Pemilukada 2024

Selasa, 26 November 2024 - 13:45:12 WIB

Tepat pada tanggal 27 November 2024 nanti Indonesia menghelat pemilu kepala daerah. Pada perhelat.

Opini

Empat Syarat Pemimpin Ada di Fermadani

Senin, 07 Oktober 2024 - 17:15:25 WIB

INHILKLIK.COM - Tim Pemenangan Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati I.

Opini

Manajemen Pertanian Kelapa di Indragiri Hilir untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Senin, 18 September 2023 - 16:00:00 WIB

INHILKLIK.COM - Indragiri Hilir atau Inhil, merupakan kabupaten di Provinsi Riau yang terletak di.

Opini

3 Tokoh Jawa yang Berpeluang Maju di Pilkada Inhil

Kamis, 05 Januari 2023 - 13:52:19 WIB

INHILKLIK.COM - Gemericik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Indragiri Hili.

Opini

Menaja Kenduri Budaya Melayu Sebagai Entitas Bangsa Untuk Indonesia Segera Pulih Lebih Cepat

Rabu, 10 Agustus 2022 - 07:05:31 WIB

INHILKLIK.COM - Pandemi semoga segera berlalu, hampir jutaan masyarakat di muka bumi me.

Opini

Komitmen Sambu Group dalam Penerapan Budaya K3 di Era Digitalisasi

Ahad, 20 Februari 2022 - 00:37:25 WIB

INHILKLIK.COM - Peringatan bulan K3 setiap tahunnya seakan menjadi momentum bagi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
20 Mei 2026
Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
15 Mei 2026
PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
14 Mei 2026
Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
13 Mei 2026
‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
23 April 2026
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
22 April 2026
Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
21 April 2026
DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
18 April 2026
Lebih dari Kemitraan, Sambu Group Perkuat Ekosistem Lewat Kenduri Kelapa
17 April 2026
PT Guntung Idamannusa Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Karhutla, Libatkan Masyarakat Desa
14 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Raya Kelapa Perlu Dikelola Bijak, Dinas Pertanian Inhil Ajak Petani Pahami Dinamika Harga
  • 2 PT GIN Salurkan 18 Ekor Sapi Qurban untuk Desa Binaan dan Karyawan
  • 3 Penghitungan Suara Calon Anggota BPD Sungai Intan 2026-2034 Berlangsung Terbuka
  • 4 ‎Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
  • 5 Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
  • 6 Dinas Perikanan Inhil Sudah Keluarkan 551 Rekomedasi Aplikasi XSTAR untuk Nelayan, Dorong Subsidi BBM Tepat Sasaran
  • 7 DLHP Inhil Tegaskan Komitmen Bersama Kelola Sampah, Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network