• Selasa, 28 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home

Pemuda Ini Dipilih untuk Mengirim Surat Nabi SAW

Redaksi

Ahad, 21 Januari 2018 22:45:23 WIB
Cetak
Pemuda Ini Dipilih untuk Mengirim Surat Nabi SAW

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Abdullah bin Hudzafah dikenal sebagai pejuang dan penegak panji Islam. Dia tak segan berhadapan dengan penguasa di negeri seberang, seperti Raja Persia Khusraw Parvez dan Kaisar Bizantium Heraclius.

Kisah perjumpaannya dengan Khusraw Parvez dimulai pada tahun keenam hijrah. Saat itu, Nabi memutuskan untuk mengirim beberapa sahabatnya dengan surat kepada penguasa di luar semenanjung Arab untuk mengundang mereka memeluk Islam.

Utusan Rasul pergi ke negeri yang sebelumnya tidak memiliki kesepakatan atau perjanjian. Mereka pun tidak tahu bahasa di negara tersebut, termasuk aturan untuk bertemu penguasa mereka.

Misi ini tentu berbahaya karena mengundang penguasa dan mengajak mereka meninggalkan kekuatan serta kemuliaan dan kemudian menghamba pada Allah. Untuk rencana ini, Nabi memanggil teman-temannya bersama dan berbicara kepada mereka. Mereka pun langsung menyetujui permintaan Rasul.

Nabi menugaskan enam Sahabatnya untuk membawa surat-suratnya kepada penguasa Arab dan negara asing. Satu dari mereka adalah Abdullah bin Hudzafah. Dia dipilih untuk mengirim surat Nabi kepada penguasa negeri seberang, seperti Khusraw Parvez, Raja Persia.

Setelah mendapat surat perintah Abdullah menyiapkan untanya dan berpamitan dengan anak serta istrinya. Sepanjang perjalanan dia melalui gunung dan lembah hingga sampai di tanah Persia. Kemudian dia meminta izin untuk bertemu dengan Raja Persia serta memberitahu penjaga tentang surat yang dibawanya. Khusraw Parvez kemudian memerintahkan agar menyiapakan ruang pertemuan dan memberi izin Abdullah untuk masuk.

Abdullah masuk dan melihat orang Persia terlihat menawan dengan jubah halus dan mengenakan pakaian yang besar, serban tersusun rapi. Sedangkan Abdullah hanya mengenakan pakaian polos dan kasar khas Arab Badui. Meski begitu Abdullah memegang kehormatan Islam dan kekuatan imannya berdenyut di dalam hatinya.

Begitu Khusraw Parvez melihatnya mendekat, dia memberi isyarat kepada salah satu anak buahnya untuk mengambil surat itu. "Tidak," kata Abdullah. "Nabi memerintahkan saya untuk menyerahkan surat ini kepada Anda secara langsung dan saya tidak akan melakukannya melawan perintah utusan Allah."

"Biarkan dia mendekatiku," kata Khusraw pada para pengawalnya dan Abdullah maju dan menyerahkan surat Nabi kepada sang raja. Khusraw kemudian memanggil seorang pegawai Arab yang semula berasal dari Hira dan memerintahkannya untuk membuka surat di hadapannya dan baca isinya.

Dia mulai membaca: "Atas nama Allah Yang Mahapemurah Penyayang Dari Muhammad, Rasulullah, kepada Khusraw penguasa Persia. Perdamaian pada siapa pun ikuti panduannya..."

Khusraw hanya mendengar kalimat itu dari surat yang dibaca kemudian terlihat api kemarahan dari dalam dirinya. Wajahnya menjadi merah dan dia mulai berkeringat di lehernya. Dia menyambar surat itu dari tangan petugas dan mulai merobeknya berkeping-keping tanpa mengetahui apa lagi isinya dan berteriak, "Apakah dia berani menulis surat kepada saya seperti ini, siapa dia? "

Kemudian Khusraw memerintahkan Abdullah untuk diusir dari majelisnya. Abdullah dibawa pergi, tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. Apakah dia akan terbunuh atau dia akan bebas.Tapi, dia tidak mau menunggu untuk mencari tahu. Dia berkata, "Demi Tuhan, saya tidak peduli dengan apa yang terjadi pada saya. Tetapi, surat Nabi telah diperlakukan dengan sangat buruk." Dia berhasil sampai ke untanya dan pergi.

Saat kemarahan Khusraw mereda, dia memerintahkan agar Abdullah dibawa ke hadapannya. Tapi, Abdullah sudah pergi. Mereka mencarinya sampai ke semenanjung Arab, tapi ternyata di telah kembali ke Madinah. Abdullah mengatakan kepada Nabi SAW bagaimana Khusraw telah merobek suratnya sampai berkeping-keping dan Nabi hanya menjawab, "Semoga Tuhan merobek kerajaannya."

Sementara itu, Khusraw menulis surat kepada Badhan, wakilnya di Yaman, untuk mengirim dua orang kuat ke  "orang itu yang telah muncul di Hijaz" dengan perintah untuk membawanya ke Persia. Badhan mengirim dua orang terkuatnya kepada Nabi dan memberi mereka surat tersebut. Badhan juga meminta kedua orang itu untuk dapatkan informasi apa pun yang mereka bisa pada Nabi dan untuk mempelajari pesannya dengan saksama.

Orang-orang itu berangkat, bergerak sangat cepat. Di Taif mereka bertemu dengan beberapa pedagang Quraisy dan bertanya kepada mereka mengenai Muhammad. "Dia ada di Yatsrib," kata mereka dan mereka pergi ke Makkah dengan sangat bahagia. Ini adalah kabar baik bagi mereka dan mereka berkeliling mengatakan kepada orang Quraisy lainnya, "Anda akan senang. Khusraw akan menangkap Muhammad dan orang Quraisy akan bebas kembali."

Kedua pria itu kemudian menuju Madinah menemui Nabi. Ketika menyerahkan surat itu, Badhan berkata kepada Nabi, "Raja Khusraw telah menulis surat kepada penguasa kami, Badhan. Kami datang untuk membawa Anda bersama kami. Jika Anda datang dengan rela, Khusraw telah mengatakan bahwa itu akan baik untukmu dan dia akan membebaskanmu dari hukuman apapun. Jika Anda menolak, Anda akan tahu kekuatan hukumannya. Dia memiliki kekuatan untuk menghancurkan Anda dan orang-orang Anda."

Nabi tersenyum dan berkata kepada mereka, "Kembalilah ke gunungmu hari ini dan kembali besok." Keesokan harinya, mereka mendatangi Nabi dan berkata kepadanya, "Apakah Anda siap untuk pergi bersama kami untuk bertemu Khusraw?"

"Anda tidak akan bertemu dengan Khusraw setelah hari ini," jawab Nabi. "Tuhan telah membunuh dia dan anaknya Shirwaih telah mengambil kekuasaannya tadi malam."

Kedua pria itu menatap wajah Nabi. Mereka benar-benar tercengang. "Anda tahu apa yang Anda katakan?" mereka bertanya. "Haruskah kita menulis tentang ini ke Badhan?"

"Ya," jawab Nabi, "dan katakan kepadanya bahwa agamaku telah memberitahu saya tentang apa yang telah terjadi di kerajaan Khusraw. Jika dia harus menjadi Muslim, saya akan menunjuk dia sebagai penguasa wilayahnya.

Kedua pria itu kembali ke Yaman dan memberitahu Badhan apa yang telah terjadi. Badhan berkata, "Kalau Muhammad telah mengatakan itu benar, maka dia adalah seorang Nabi. Jika tidak maka kita akan melihat apa yang terjadi padanya."

Tidak lama kemudian, sepucuk surat dari Shirwaih sampai ke Badhan. "Saya membunuh Khusraw karena tirani terhadap rakyat kita. Dia menganggap halal sebagai pembunuhan para pemimpin, penangkapan wanita dan pengambilalihan kekayaan mereka. Saat ini, suratku sampai di tanganmu, terima kesetiaan siapapun yang bersamamu atas nama saya."

Begitu Badhan membaca surat Shirwaih, dia membuangnya dan mengumumkan bahwa dia masuk Islam.

 

Sumber: republika.co.id


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Pemkab Sergai Gelar Isra Mi’raj di Serbajadi

Jumat, 11 Maret 2022 - 08:13:13 WIB

INHIKLKLIK.COM, SERGAI, -Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya dan Wak.

Raden Cici Sistiansyah: Sukseskan FSQ ke-XVIII Tahun 2021 Kabupaten Serdang Bedagai

Kamis, 23 September 2021 - 20:08:42 WIB

INHILKLIK.COM, SERGAI,| Dalam mensukseskan penyelenggaraan Festival Seni Qasidah.

Potret Kolam Mewah Kerajaan Majapahit, Ditemukan Usai Ratusan Tahun Tertimbun Lahar

Jumat, 26 Maret 2021 - 17:40:46 WIB

INHILKLIK.COM- Sejarah bangsa Indonesia memang sangat menyenangkan unt.

Bhabinkamtibmas Desa Igal Bripka Firdaus Khotbah Keliling Masjid

Ahad, 21 Maret 2021 - 13:36:21 WIB

INHILKLIK.COM, MANDAH - Bhabinkamtibmas Bripka Firdaus Agusril melaksanakan shalat Jumat keliling.

Kawasan Candi Borobudur akan Dipugar Jadi Cagar Budaya Kelas Dunia

Ahad, 14 Maret 2021 - 14:03:49 WIB

INHILKLIK.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan revitalisasi t.

Arkeolog Temukan Harta Karun dari Periode Awal Islam di Israel

Jumat, 12 Maret 2021 - 13:16:02 WIB

INHILKLIK.COM YERUSALEM - Arkeolog yang menggali kota Ramla di Israel te.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
26 Juli 2026
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
  • 2 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 3 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 4 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 5 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 6 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 7 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network