• Jumat, 24 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa
  • Inhil

Misteri Ratusan Buaya Raksasa Penyerang Manusia di Teluk Belengkong, Katanya Berasal dari...

Redaksi

Senin, 29 Januari 2018 16:30:13 WIB
Cetak
Misteri Ratusan Buaya Raksasa Penyerang Manusia di Teluk Belengkong, Katanya Berasal dari...

INHILKLIK.COM, INDRAGIRIHILIR -  Sedang asyik duduk di tepi kanal, Tulus (40) buruh harian lepas PT RSUP, Teluk Belengkong Indragiri Hilir diterkam buaya, Sabtu (27/1/2018). Tubuhnya ditemukan warga sudah dalam kondisi tidak bernyawa hanya 5 meter dari lokasi awal dia diterkam penghuni parit kanal yang mengerikan itu.

Kasus tewasnya Tulus kembali menguak misteri kekejaman satwa beringas perairan itu, khususnya bagi warga Teluk Belengkong.

Bagi warga, perairan Teluk Belengkong memang mengerikan. Tapi, itu beberapa tahun lalu, ketika Suwarso, 46 tahun, warga Dusun II, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau diserang seekor buaya di kanal SP 3, Desa Hibrida Jaya.

Tak ingin kehilangan nyawa, Suwarso pun menyerang balik buaya yang menggigit kakinya menggunakan arit.

Buaya itu pun semakin ganas dan menarik tubuh Suwarso ke dalam kanal.

Upaya penyelamatan terakhir pun akhirnya dilakukan Suwarso. Dia menebas kaki kirinya hingga putus.

Predator raksasa yang disebutkan Suwarso punya panjang sekitar 3 meter tersebut akhirnya membawa lari potongan kaki tersebut, sementara tubuh Suwarso akhirnya berhasil diselamatkan warga yang menemukannya dengan kaki penuh luka.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (8/1/2016) lalu.

Ternyata, Kejadian buaya yang menyerang warga di Kecamatan Teluk Belengkong bukan hanya sekali itu saja terjadi. Bahkan, sudah sering.

Setidaknya, ada tiga kasus buayaa menyerang manusia di daerah tersebut.  

Pada 25 Desember 2015, Sumini (37) warga Desa Rotan Semelur, Belengkong disambar buaya saat hendak berwudhu. Jasadnya ditemukan sudah tidak bernyawa.

Sebelum kasus Sumini diterkam buaya, Dua bulan sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong.

Buaya menyerang warga dengan mengigit kaki sebelah kiri. Untuk korban selamat dan hanya saja mengalami luka robek.

Pasca kasus penyerangan buaya terhadap Suwarso, warga Teluk belengkong pun akhirnya melakukan ritual penangkapan buaya secara besar-besaran di SP 1 Desa Hibrida Mulya, Kecamatan Teluk Belengkong.

Warga merasa terancam dengan keberadaan puluhan ekor buaya yang meneror warganya, termasuk anak-anak mereka.

Apalagi, parit atau kanal merupakan salah satu sarana trnasportasi utama yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan, termasuk untuk memberangkatkan anak-anak mereka ke sekolah.

Sebuah fakta menarik diperoleh dari ritual penangkapan buaya yang melibatkan sejumlah pawang tersebut.

Dalam dua minggu, warga berhasil menangkap tak kurang dari 40 ekor buaya.

Mulai dari buaya indukan dengan panjang mencapai 5 meter, hingga buaya dengan ukuran kecil (anakan).

 

Suwarso, salah seorang warga yang selamat dari serangan buaya di kanal Teluk Belengkong setelah menebas kakinya sendiri.

 

Dalam sehari, warga dibantu pawang saat itu bahkan bisa menangkap delapan ekor buaya. 

''Ya bang, hari itu saja, sehari kita bisa tangkap delapan ekor buaya,'' ungkap Tri salah seorang warga kala itu.

Itu juga dibenarkan Kepala Desa Hibrida Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong kala itu, Benni. Penangkapan ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu warganya diserang buaya di sebuah kanal. 

"Ya ada penangkapan buaya setelah menyerang warga beberapa waktu lalu, namun yang menangkap pawang yang didatangkan oleh perusahaan," jawab Benni ketika itu.

Disebutkan, pertama berhasil ditangkap buaya sepanjang 4 meter yang diduga menyerang warga setempat tersebut. Namun ia mengelak menyebutkan jumlah pasti buaya yang berhasil ditangkap di desanya tersebut. 

"Buaya tersebut saat ini sudah diamankan oleh perusahaan," sebutnya.



Misteri Asal Mula Buaya di Teluk Belengkong 

Mengapa di teluk belengkong banyak sekali ditemukan buaya? Sejauh ini misterinya masih belum berhasil terungkap.

Tulus, korban serangan buaya di Teluk belengkong yang ditemukan sudah meninggal dunia

 

Namun, banyak pihak menyebutkan, perairan di sekitar Teluk belengkong itu memang cocok untuk kembang biak buaya. 

Airnya payau, juga banyak ditumbuhi bakau.

Namun, banyak juga yang menyebutkan, asal mula berkembangnya puluhan buaya dikanal-kanal itu diduga dilakukan oleh perusahaan. 

Seperti dilansir dari riauone, dulu, buaya-buaya tersebut konon sengaja di lepas oleh pihak perusahaan perkebunan untuk mencegah karyawannya melarikan diri. 

 Buaya-buaya tersebut sengaja dilepas di dalam kanal untuk menakut-nakuti karyawan agar tidak melarikan diri dari perusahaan yang baru berdiri di teluk belengkong kala itu.
 
Entah sudah berapa lama, buaya tersebut bersarang di kanal itu sehingga semakin berkembang biak hingga jumlahnya hampir ratusan ekor.
 
Karena sudah meresahkan warga dan telah memakan korban, akhirnya buaya tersebut ditangkap warga yang hingga saat ini dikabarkan sudah mencapai 40 ekor jumlah yang sudah ditangkap warga Telok Belengkong.
 
"Hampir 40 ekor buaya kanal tersebut sudah berhasil ditangkap, semoga aktivitas warga terutama yang melintas di kanal, tidak terhambat lagi," cerita Anto salah seorang warga setempat ungkap Riauone.
 
Warga setempat terpaksa melintasi kanal tersebut dikarenakan akses jalan yang terhubung ke desa lainnya di Kecamatan Teluk Belengkong ini sudah tidak layak lagi untuk dilewati.
 
Buaya-buaya yang jumlahnya diperkirakan ratusan ekor tersebut memang kerap mengganggu aktivitas warga yang ada di lima desa di kecamatan tersebut.



Ukurannya, katanya melanjutkan, juga bermacam-macam, mulai dari yang kecil hingga ada yang panjangnya hampir sepuluh meter.
 
Sejauh ini, warga telah mencoba melakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut agar ratusan buaya tersebut bisa dipindahkan ketempat yang lain sehingga tidak mengganggu aktivitas warganya.
 
"Saya bingung mau mengadu kemana agar buaya itu bisa diatasi, kemarin saya mendatangi kantor kelautan dan perikanan, tapi kata mereka itu bukan wewenang dinas mereka," ungkap Arfan Hijazi Camat ketika itu.
 
Oleh karena itu, ia berharap agar ada pihak yang bisa membantu untuk mengatasi hal tersebut agar masyarakat yang berada didaerah itu bisa merasa aman.
 
"Sebaiknya jika ada yang bisa membantu, buaya-buaya itu bisa dimasukkan ke kebun binatang atau kemana sajalah asal tidak mengganggu aktivitas warga," sebutnya.kala itu.

 

Sumber: riausky


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 2 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 3 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 4 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 5 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 6 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 7 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network