• Selasa, 01 September 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Kim Jong-un Paksa Rakyat Miskin Korea Utara Jadi Hacker

Redaksi

Kamis, 15 Februari 2018 23:04:44 WIB
Cetak
Kim Jong-un Paksa Rakyat Miskin Korea Utara Jadi Hacker

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Salah satu cara Korea Utara (Korut) untuk menambah pendapatan negaranya di tengah sanksi ekonomi yang terus menghimpit adalah dengan mencuri uang lewat peretasan komputer atau hacking. Negara pimpinan Kim Jong-un ini dikabarkan memiliki pasukan hacker yang sengaja dilatih untuk menyerang berbagai situs dan perusahaan.

Tapi tak banyak orang yang tahu darimana pasukan hacker ini berasal. Dilansir dari Fastcompany.com, Rabu (14/2/2018), pasukan hacker ini ternyata berasal dari wilayah terpencil di Korea Utara yang sebagian besar penduduknya adalah orang miskin.

Penduduk miskin ini sengaja dikumpulkan dan dikirim ke China untuk berlatih. Laporan yang dirilis New York Time mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir Pyongyang telah mengirim 1.700 orang hacker bersama dengan 5.000 staf pembantu. Mereka dirumahkan dalam satu pemukiman terpusat dengan akses internet super kencang sehingga penggunaannya bisa dilakukan secara anonim.

Kerugian yang disebabkan dari pasukan hacker Korut ini cukup masif. Ada beberapa pencurian mata uang digital yang dicurigai dilakukan oleh pasukan tersebut. Termasuk pembobolan mata uang digital di situs cryptocurrency asal Jepang Coincheck senilai US$ 523 juta.

Bukan hanya uang, hacker Korea Utara juga mencuri berbagai dokumen militer Korea Selatan. Rhee Cheol-hee, anggota parlemen Korea Selatan, adalah orang yang mengungkapkan temuan itu. Dia mengatakan, informasi pencurian data rahasia oleh peretas atau hacker Korea Utara berasal dari Kementerian Pertahanan Korsel.

Dokumen rahasia tersebut mencakup rencana kontinjensi perang yang disusun oleh AS dan Korea Selatan. Sejumlah pakar keamanan siber bahkan meyakini kemampuan para peretas Korut sudah mencapai tahap yang 'cukup merusak'.

Para peretas Korut dikabarkan mampu mencuri data lewat kode virus yang sudah ditanamkan di dalam perangkat lunak yang menyediakan layanan bagi sub kontraktor militer Korea Selatan.

Kim Jong-un Kehabisan Uang?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan bakal segera kehabisan cadangan uang akibat terlalu sering mengadakan uji coba nuklir. Padahal, cadangan uang rahasia tersebut didapat Kim Jong-un dari dana warisan ayahnya, Kim Jong-il.

Kabar ini didapat Radio Free Asia dari sumber asal China yang kenal dekat dengan pemerintahan diktator tersebut. Menurutnya, keikutsertaan Korea Utara dalam olimpiade Musim Dingin yang bakal diselenggarakan di Korea Selatan juga merupakan cara pemerintah Korut untuk menyokong perekonomiannya yang sudah mencekik.

Dilansir dari Radio Free Asia, dana rahasia diturunkan ke Kim Jong-un setelah sang ayah meninggal. Kondisi perekonomian yang terus memburuk di Negeri Ginseng Merah tersebut adalah hasil keputusan Kim Jong-un yang terus menerus melakukan peluncuran misil dan uji coba nuklir.

Tak hanya itu, pengeluaran Kim Jong-un dalam jumlah besar seperti pembangunan resor ski di Masikryong pada 2013 dan konstruksi kondominium di Ryomyong juga membuat kondisi finansialnya makin memburuk.

Sumber yang ingin dirahasiakan identitasnya itu mengatakan, banyak orang yang takut dana yang tersimpan di Office 39 ini bisa segera habis. Office 39 merupakan organisasi penyedia dana gelap bagi keluarga Kim Jong-un agar tetap bisa hidup bergelimangan harta.

"Akibat pemborosan yang dilakukan Kim Jong Un, dana yang ditinggalkan sang ayah, sudah semakin menipis," ujar sumber tersebut.

Anggaran yang disediakan organisasi ini berasal dari banyak kegiatan ilegal semisal pemalsuan uang, produksi obat terlarang, dan penipuan asuransi internasional.

Uang yang dihasilkan organisasi ini berkisat antara 500 juta hingga US$ 1 miliar.

"Saya mendengar adanya kekhawatiran kurangnya dana di Kantor No.39. Dan, para pejabat tinggi Korea Utara sudah mengetahui hal ini, jadi ini bukan rahasia lagi," ujar sang sumber.

Lebih lanjut sumber itu mengatakan, selama masa pemerintahannya Kim Jong-un telah menadakan empat uji coba senjata nuklir dan 20 kali uci coba misil balistik. Sebagian besar dana untuk uji coba itu dikeruk dari dana rahasia.

Perekonomian Korea Utara semakin terpuruk berkat diterapkannya sanksi oleh Dewan Keamanan (DK) PBB. DK PBB menjatuhkan sanksi dengan melarang seluruh negara di dunia menerima para pekerja asal Korea Utara dan mengharuskan semua pekerja Korea Utara pulang ke negaranya dalam waktu dua tahun.

Langkah terbaru PBB ini memberi pukulan berat bagi keuangan Pyongyang. Rusia yang biasanya menjadi tujuan pekerja asing Korea Utara akan segera mendeportasi puluhan ribu pekerja asal Pyongyang dari negaranya.

 

sumber: liputan6


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
PT GIN dan Kelompok Tani Ternak Satria Meranti Panen Perdana Ayam Kampung, Dorong Ekonomi Masyarakat Tanjung Simpang
30 Agustus 2026
Semarak MOKA 2026, STIKes Husada Gemilang Sambut Generasi Baru Sekaligus Peringati Dies Natalis ke-5 dan Maulid Nabi
29 Agustus 2026
PT GIN Bergerak Bersama Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Binaan
26 Agustus 2026
Pemenang Program GERAK (Gerakkan Transfer Antar Rekening) di Agen BRILink
22 Agustus 2026
Asap di Kampar Dipastikan Merupakan Kiriman dari Wilayah Jambi
22 Agustus 2026
Ayun Bapukung: Warisan Budaya Suku Banjar di Indragiri Hilir yang Ternyata Bermanfaat Bagi Kualitas Tidur Bayi
21 Agustus 2026
Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
14 Agustus 2026
Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
04 Agustus 2026
LBH Sri Rakyat Dorong Perlindungan Hukum bagi UMKM, Pelaku Usaha Berhak Dapat Pendampingan Hukum dari Negara
01 Agustus 2026
Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
26 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Semarak MOKA 2026, STIKes Husada Gemilang Sambut Generasi Baru Sekaligus Peringati Dies Natalis ke-5 dan Maulid Nabi
  • 2 PT GIN Bergerak Bersama Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Binaan
  • 3 Pemenang Program GERAK (Gerakkan Transfer Antar Rekening) di Agen BRILink
  • 4 Asap di Kampar Dipastikan Merupakan Kiriman dari Wilayah Jambi
  • 5 Ayun Bapukung: Warisan Budaya Suku Banjar di Indragiri Hilir yang Ternyata Bermanfaat Bagi Kualitas Tidur Bayi
  • 6 Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
  • 7 Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network