• Rabu, 22 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Kucing dan Anjing Jalanan yang Disiksa: 'Apa Salah Kami Sehingga Dijahati?'

Redaksi

Rabu, 20 Juni 2018 18:30:32 WIB
Cetak
Kucing dan Anjing Jalanan yang Disiksa: 'Apa Salah Kami Sehingga Dijahati?'

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seekor kucing liar yang tengah hamil ditemukan dengan dua kuping berdarah karena dipotong, luka bakar disiram air panas di bagian perut dan empat puting susu yang dipotong.

Seseorang yang melihat kucing itu di Cibinong, Bogor, di depan restoran cepat saji pada Jumat (15/06) lalu memfoto dan melaporkan kasus penyiksaan ini ke komunitas pelindung binatang melalui media sosial yang segera menyelamatkannya.

Kucing yang masih dirawat di satu klinik di Jakarta ini masih diinfus dan masih dalam proses pemulihan, menurut Wahyu Winono dari Cat Lovers in the World, organisasi yang menyelamatkan kucing ini.

Kucing ini termasuk dari ratusan yang diselamatkan dari penyiksaan yang dialami, kata Wahyu, yang bekerja sama dengan sejumlah organisasi lain termasuk Garda Satwa Indonesia, dalam menyerukan penghentian penyiksaan hewan jalanan melalui media sosial.

kucing yang disiksa

(Hak atas foto Cat Lovers in the World/Image caption Kondisi kucing yang disiksa masih dalam pemulihan dan masih diinfus)

Salah satu unggahan melalui media sosial untuk penghentian kekerasan terhadap hewan, antara lain berbunyi, "Apa salah kami sehingga banyak orang yang membenci kami? Kami pergi bertahan hidup tanpa bekal apapun. Tanpa kalian jahati, hidup kami pun sudah sulit...Apa salah kami? Mengapa banyak yang menjahati kami padahal kami tidak membawa sebilah belati untuk melukai kalian?"

"Apa karena kami tidak berdaya sehingga manusia tega memperdayakan kami? Apa karena kami tidak bisa bicara sehingga kalian tidak mempedulikan kami?" tulis Garda Satwa melalui akun Facebook.

"Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin hidup nyaman dan aman. Hidup kami hanya sebentar, tak sepanjang hidup kalian."

Seruan seperti ini berdampak positif, kata Anisa Ratna Kurnia, direktur operasional Garda Satwa dan ini terlihat dari "semakin banyak orang yang melaporkan dan semakin banyak kelompok penyelamat binatang."

anjing yang disiksa

(Hak atas foto Cat Lovers in the World/Image caption Anjing yang disiksa pemiliknya dan diselamatkan)

"Sangat positif dampaknya, karena kita percaya manusia dianugerahi dengan cinta, dengan pesan-pesan seperti itu akan membangkitkan cintanya lagi terhadap sesama makhluk hidup," kata Anisa.

Dia juga mengatakan melalui seruan-seruan seperti ini, semakin banyak orang yang lapor dan semakin banyak muncul "penyelamat-penyelamat" binatang liar di masyarakat.

Komunitas Garda Satwa, menurut Anisa, dapat menerima laporan paling banyak 30 per hari atas penyiksaan kucing dan anjing.

Anisa juga mengatakan penyiksaan yang dilakukan terhadap anjing dan kucing jalanan di kota-kota besar Indonesia ini "mempengaruhinya secara mental" karena penganiyaan yang begitu sadisnya.

Dari sejumlah kasus penyiksaan yang dicatat oleh Cat Lovers in the World, hanya tiga yang sampai ke meja hijau dan satu pelaku yang dikenakan denda, berdasarkan KUHP Pasal 302 tentang perlindungan satwa.

Namun baik Anisa maupun Wahyu mengatakan pasal menyangkut kekejaman terhadap binatang ini masih sangat lemah dengan ancaman hukuman penjara tiga bulan dan denda yang tak banyak.

Trimedya Panjaitan dari Komisi III DPR yang mengurus soal hukum dan perundang-undangan, saat dihubungi BBC Indonesia mengatakan belum ada pembahasan terkait perlindungan satwa ini karena anggota dewan masih disibukkan dengan hukum terkait korupsi.

anjing yang tertabrak

(Hak atas foto Garda Satwa Indonesia/Image caption Anjing yang kakinya diamputasi karena tertabrak)

Ada kucing: Pukul, siram, buang

Wahyu Winono mengatakan kucing-kucing yang diselamatkan biasanya langsung dibawa ke klinik sampai pulih sebelum dibawa ke tempat penampungan.

Ia mengatakan dalam satu minggu, paling tidak terdapat 10 kucing yang diselamatkan dari penganiyaaan dari berbagai kota besar di Indonesia, yang dimungkinkan dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai komunitas pencinta binatang.

"Kucing dianggap hama (karena terlalu banyak), sehingga yang kami lakukan adalah edukasi terhadap masyarakat untuk mengurangi penyiksaan terhadap kucing...Jadi (bagi sejumlah orang), kalau ada kucing, mereka pukul, siram dan buang," kata Wahyu.

Ratusan komentar tentang kucing hamil yang dipotong telinganya di Facebook BBC Indonesia, banyak yang mengungkapkan kemarahan terhadap pelaku, yang masih ditelusuri identitasnya.

"Yaa Allah,di manakah hati nurani orang yang tega melakukan hal keji seperti ini," tulis Ika Indah Ratna Ningsih, sementara Leny Pambudi menulis, "Semoga saja bisa terealisasikan di berlakukannya UU perlindungan hewan, sehingga bisa cepat dijebloskan ke penjara orang yang menyiksa kucing ini dengan begitu kejam."

kucing yang disiksa

(Hak atas foto Cat Lovers in the World/Image caption Kucing yang disiksa dan diselamatkan.)

Pembaca lain, Eka Septianingtyas menulis, "Kadang suka bingung sama manusia yang berlaku jahat sama binatang. Apakah hati nurani kalian sudah hilang? Apakah hanya karena mencuri ikan, iseng, atau hal sepele lain kucing pantas diperlakukan seperti itu?"

Sejumlah pembaca lain berbagi cerita tentang penyiksaan hewan, termasuk Tina Sirait.

"Di kampung tempat saya di Samosir, tupai, musang, biawak, burung pada ditembakin. Anak-anak remaja bawa senapan angin malam hari dan dengan senter yang terang menembaki ke arah hewan-hewan tersebut...Mohon bantuan aparat, apakah memang bebas membunuh satwa-satwa tersebut," tulis Tina.

Seruan penghentian penyiksaan terhadap kucing.

(Hak atas foto Cat Lovers in the World/Image caption Seruan penghentian penyiksaan terhadap kucing)

"Saya tahu orang kampung masih minim pengetahuannya tentang kelestarian juga kasih ke satwa mereka belum ada, masih barbar, pemerintah mohon masalah ini juga dianggap serius. Satwa juga punya hak untuk hidup!" tambahnya.

Dan pembaca lain, Den Rio mengusulkan untuk memulai dari lingkungan sekitar untuk menghentikan penyiksaan binatang.

"Hal yang paling mudah buat menekan penyiksaan terhadap hewan termasuk kucing adalah dengan tidak membiarkan anak atau saudara kita menyakitinya. Miris kadang liat ibu-ibu asik ngerumpi anaknya ngelempar atau endang anak kucing yang lagi jalan, tapi malah dibiarkan," tulis Den Rio.

 

Sumber: bbc indonesia


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 2 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 3 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 4 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 5 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 6 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 7 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network