• Selasa, 01 September 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

Lahan Bisnis Minim, Yakuza Beralih Jadi Pencuri Buah dan Teripang

Redaksi

Selasa, 03 Juli 2018 22:50:27 WIB
Cetak
Lahan Bisnis Minim, Yakuza Beralih Jadi Pencuri Buah dan Teripang

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Yakuza, kelompok kriminal terkenal asal Jepang beralih menjadi pencuri buah-buahan dan selundupkan teripang ke luar negeri setelah terhimpit tekanan ekonomi.

Kelompok kriminal yang dulu sangat meresahkan warga Jepang itu terkenal dengan bisnis ilegalnya, mulai dari penculikan, pemerasan, perjudian hingga perdagangan manusia. Namun dengan semakin gencarnya operasi pemerintah memberantas kejahatan, Yakuza mulai kehilangan lahan uangnya.

Untuk mengatasi hal itu beberapa anggota geng tersebut direduksi menjadi pencuri teripang dan menjarah ladang buah untuk dijual ke toko atau pedagang pasar yang tidak terlalu banyak bertanya.

Geng yang anggotanya dicirikan dengan tato yang memenuhi badan terkenal bersedia  bertempur dengan pesaing untuk mendapatkan lahan basah perkotaan yang menguntungkan. Yakuza secara sebelumnya menghasilkan uang dari pemerasan, perjudian ilegal, perdagangan seks dan obat-obatan terlarang.

Namun undang-undang yang diberlakukan selama  satu dekade terakhir telah memaksa beberapa gangster untuk enggan beraksi dan mencegah anggota baru bergabung.

Undang-undang itu membuat angka kejahatan di Jepang menurun ke rekor terendah sejak statistik pertama kali dikompilasi pada 1958.

Di seluruh Jepang, keanggotaan Yakuza turun sekitar 4.600 orang dari tahun sebelumnya. Adapun mereka yang diidentifikasi sebagai anggota inti kelompok yakuza berjumlah 16.800 orang.

"Angka untuk anggota inti turun di bawah 20.000 untuk pertama kalinya pada tahun 2016," kata polisi, seperti dilansir South China Morning Post pada 2 Juli 2018.

Kesulitan ini berdampak pada minimnya  keterampilan yang dimiliki anggota Yakuza. Nama mereka yang masuk dalam daftar polisi membuat sulit mendapatkan pekerjaan.

Keadaan itu memaksa mereka mengambil beberapa pekerjaan mudah yang dampak hukumannya tidak terlalu besar seperti perburuan ilegal atau mencuri, kejahatan yang tidak terpikirkan oleh yakuza.

Pada  April tahun lalu, kepala gang Yakuza cabang Kobe yang terkenal ditangkap karena mencoba mengutil 64 barang dari sebuah supermarket di Nagoya. Masato Gunji dan dua bawahan ditangkap setelah mengisi keranjang dengan barang-barang dari rak dan pergi tanpa membayar.

Sebulan kemudian seorang eks pemimpin geng itu menyebabkan kehebohan publik Jepang ketika dia diwawancarai untuk sebuah film dokumenter oleh NHK. Dia menyatakan geng yang beroperasi di daerah pedesaan Jepang tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pencurian kecil.

Para yakuza itu menjarah ladang siap panen dan mencuri hewan ternak. Mantan gangster itu mengaku, melon adalah target favorit, meskipun hasilnya tidak besar dan pekerjaannya sulit dan melelahkan.

Di bagian lain negara itu, para petani mulai bersikap bijak terhadap kejanggalan para gangster dan telah bekerja sama untuk mengoperasikan patroli keliling guna melindungi tanaman melon, anggur, mangga, dan buah serta sayuran lain yang mungkin menarik perhatian yakuza.

Target tak terduga terbaru dari geng yakuza adalah penangkapan ilegal teripang di Laut Jepang. Penjaga pantai melaporkan kini banyak kapal mencurigakan yang tampaknya tengah memancing, tapi ketika didekati mereka langsung kabur dengan kecepatan tinggi.

Hukuman untuk perburuan teripang adalah maksimal enam bulan penjara dan denda 10,000 yen atau Rp 1,2 juta. Angka itu dianggap tidak akan memberikan efek jera bagi Yakuza.

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan denda kepada Yakuza setelah meningkatnya jumlah kasus penangkapan teripang ilegal . Yakuza diyakini menyelundupkan teripang ilegal ke luar negeri termasuk ke Cina dengan harga tinggi.  


sumber: TEMPO


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
PT GIN dan Kelompok Tani Ternak Satria Meranti Panen Perdana Ayam Kampung, Dorong Ekonomi Masyarakat Tanjung Simpang
30 Agustus 2026
Semarak MOKA 2026, STIKes Husada Gemilang Sambut Generasi Baru Sekaligus Peringati Dies Natalis ke-5 dan Maulid Nabi
29 Agustus 2026
PT GIN Bergerak Bersama Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Binaan
26 Agustus 2026
Pemenang Program GERAK (Gerakkan Transfer Antar Rekening) di Agen BRILink
22 Agustus 2026
Asap di Kampar Dipastikan Merupakan Kiriman dari Wilayah Jambi
22 Agustus 2026
Ayun Bapukung: Warisan Budaya Suku Banjar di Indragiri Hilir yang Ternyata Bermanfaat Bagi Kualitas Tidur Bayi
21 Agustus 2026
Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
14 Agustus 2026
Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
04 Agustus 2026
LBH Sri Rakyat Dorong Perlindungan Hukum bagi UMKM, Pelaku Usaha Berhak Dapat Pendampingan Hukum dari Negara
01 Agustus 2026
Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
26 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Semarak MOKA 2026, STIKes Husada Gemilang Sambut Generasi Baru Sekaligus Peringati Dies Natalis ke-5 dan Maulid Nabi
  • 2 PT GIN Bergerak Bersama Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Binaan
  • 3 Pemenang Program GERAK (Gerakkan Transfer Antar Rekening) di Agen BRILink
  • 4 Asap di Kampar Dipastikan Merupakan Kiriman dari Wilayah Jambi
  • 5 Ayun Bapukung: Warisan Budaya Suku Banjar di Indragiri Hilir yang Ternyata Bermanfaat Bagi Kualitas Tidur Bayi
  • 6 Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
  • 7 Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network