• Ahad, 16 Agustus 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Ragam

Ponari Si Dukun Cilik yang Kini Berbadan Kekar dan Hobinya Nge-Game

Redaksi

Senin, 16 Juli 2018 22:53:38 WIB
Cetak
Ponari Si Dukun Cilik yang Kini Berbadan Kekar dan Hobinya Nge-Game

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Pada tahun 2009 silam, seorang bocah asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur mendadak tenar.

Kala itu, sosoknya kerap 'mejeng' di berbagai pemberitaan media massa Tanah Air.

Bocah yang dimaksud tidak lain adalah Ponari si dukun cilik.

Ponari, yang di wawancara itu menyebut nama lengkapnya yakni Muhamad Ponari Rahmatulloh diyakini mempunyai kemampuan bisa menyembuhkan penyakit yang diderita seseorang.

Kabar kesaktian Ponari itupun cepat menyebar ke pelosok negeri dan banyak orang berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk berobat. Bahkan, ada juga pasien yang berasal dari luar negeri.

Kisah awal Ponari berawal saat ia menemukan batu, saat hujan deras mengguyur desanya.

Ponari lantas membawa pulang batu tersebut dan ditunjukkan kepada neneknya.

Sang nenek yang semula menganggap temuan cucunya sebagai hal biasa, lantas membuang batu tersebut ke halaman rumah.

Aneh, keesokan harinya batu tersebut justru tergeletak di atas meja.

Ada pula fenomena lain yang dialami Ponari.

Suatu hari, ia mendatangi tetangganya yang sedang sakit. Kala itu, ia membawa batu yang semula telah dibuang neneknya itu.

Ponari mencelupkan batu tersebut ke air dan diminum oleh tetangga yang sakit itu.

Entah mengapa, tetangga itu langsung sembuh dari penyakitnya.

Kabar tersebut langsung menjalar ke seluruh daerah hingga akhirnya banyak warga yang berbondong-bondong datang ke rumah Ponari untuk berobat.

Selang beberapa bulan kemudian, Ponari membuka praktik pengobatan dan mematok kontribusi tiket bagi pasien sebesar Rp 5.000,-.

Sayangnya, beberapa waktu kemudian praktik itu ditutup karena ada warga yang tewas di sekitar rumah Ponari.

Dua orang pasien dan dua orang pedagang asongan meninggal diduga karena kelelahan.

Para pemerhati hak anak juga meminta supaya Ponari tidak dieksploitasi.

Mereka meminta Ponari dibiarkan untuk sekolah dan bermain layaknya anak pada umumnya.

Namun penutupan ini hanya bersifat sementara.

Beberapa bulan kemudian, praktek pengobatan dibuka kembali.

Berkat praktik pengobatan, Ponari pun berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang kemudian ia gunakan untuk membangun rumah.

Ia juga diketahui membeli sawah seluas 5 hektare dan membangun musala di dekat rumahnya.

Seiring berjalannya waktu, nama Ponari pun menghilang dari pemberitaan.

Kini, si dukun cilik itu telah beranjak dewasa.

Pada Februari 2018 lalu, Ponari sempat diundang menjadi bintang tamu di acara televisi Intermezzo iNews.

Rambutnya bergaya mohawk, badannya pun terlihat berisi.

Ponari nampak malu-malu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pembawa acara.

Menurut Ponari, ia sekarang lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain game.

Ia juga diketahui mempunyai sepeda motor sport berwarna merah.

Dalam video tayangan acara tersebut, Ponari terlihat sedang membersihkan motor 'laki'-nya itu di depan rumah.

Penampilan Ponari di depan layar kaca bukan hanya itu saja. Sebelumnya, ia pernah diwawancara oleh pakar mikro ekspresi Poppy Amalia.

Kepada Ponari, Poppy menanyakan perihal kehidupan bocah yang terkenal memiliki batu ajaib yang bisa menyembuhkan penyakit itu.

Setelah melakukan wawancara singkat, Poppy kemudian memberikan penjelasan dari hasil pengamatannya terhadap Ponari dari kacamata keilmuannya selaku seorang psikolog.

Seperti apa hasil wawancaranya?

Poppy : "Kalau sakit, berobat ke mana?"

Ponari : "Kalau aku sih takut sama dokter, dikasih obat dikasih obat, saya gak mau minum, terus akhirnya sembuh sendiri."

Poppy : "Kamu percaya sama batu petir?"

Ponari : "Kalau aku sendiri percaya."

Poppy : "Bisa mengobati orang?"

Ponari : "Percaya dengan hal-hal gaib."

Ponari : "Kalau batu itu keramat atau bukan, saya tidak tahu, soalnya semua kan makhluk Allah."

Ponari : "Mimpi aku sih, pingin punya usaha sendiri, pengen menanam buah (berkebun), menanam buah lokal."

Poppy : "Kapan mau mulai usaha?"

Ponari : "Ya secepatnya, insyaallah tahun depan."

Poppy : "Masih ingat bagaimana mengobati pasien dulu?"

Ponari : "Kalau itu saya sudah tidak sadar."

Poppy : "Jadi kamu setiap hari tidak sadar?"

Ponari : "Iya, tidak sadar, sampai sepi itu baru sadar, kan kayak tidur itu satu tahun."

Poppy : "Apa yang kamu rasakan ketika kebanjiran pasien?"

Ponari : "Nelangsa!"

Poppy : "Mengapa?"

Ponari : "Gak bisa gabung sama keluarga, waktu dulu itu ramai-ramai, bapak saya kan merantau."

Untuk diketahui, saat pengobatan Ponari meraup banyak uang, terjadi perebutan antara ayah Ponari dan kerabatnya.

Hingga ayah Ponari yang dari awal tidak setuju harus rela berpisah dengan Ponari dan ibunya.

Ponari : "Kalau sekarang, jarang, kadang seminggu kadang ada."

Poppy : "Kalau dulu?"

Ponari : "Gak bisa menghitung, soalnya terlalu banyak."

Dari pengakuan Ponari, ia menjalani praktik pengobatannya sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar hingga kelas enam.

Poppy : "Jadi lebih enak dulu atau sekarang?"

Ponari : "Menurut aku sih enakan sekarang, kalau dulu terlalu ramai."

Poppy : "Tapi uangnya kan tidak sebanyak dahulu?"

Ponari : "Kan nanti kalau usaha, kalau sukses kan kembali lagi."

Setelah melakukan wawancara dengan Ponari, Poppy menjelaskan hasil analisanya.

Poppy mengaku mengunakan metode NLP atau 'Neuro Linguistic Program'.

Metode ini adalah proses pengolahan pikiran dengan menggunakan bahasa dan cara yang efektif.

"NLP, sebuah metode yang bisa kita gunakan untuk mengetahui apa pikiran manusia itu yang mungkin tidak mau dia ungkap dengan bentuk kalimat, atau metode ini bisa kita gunakan saat kita mau mereframing atau memprogram ulang pikiran manusia dalam waktu yang sangat singkat," ujar Poppy.

Poppy menggunakan metode ini karena Ponari dinilai sebagai orang yang tertutup.

Poppy kemudian menjelaskan mengenai ekspresi dari Ponari ketika diwawancara.

Saat ditanya mengenai pergi berobat ke dokter, Poppy menyebut jika Ponari menunduk.

Menurut Poppy, orang menunduk menandakan kalau ada rasa malu, tidak yakin, atau kondisi tidak nyaman.

Terlebih jika dikaitkan dengan Ponari yang bisa menyembuhkan dengan menggunakan batu.

Poppy kemudian menjelaskan ekspresi Ponari ketika ditanya mengenai keyakinannya terkait batu ajaib.

Menurut Poppy, tangan dan mulut Ponari menggambarkan jika dirinya tidak yakin dengan kekuatan batu tersebut.

Analisa selanjutnya, Poppy menjelaskan mengenai ekspresi Ponari saat ditanya mengenai ingatannya saat mencelupkan batu ke air milik para pasiennya.

Menurut Poppy, Ponari ingin mengatakan bahwa dirinya benar-benar tidak sadar ketika mencelupkan batu kepada para pasiennya.

Ekspresi selanjutnya, Poppy menyinggung soal cita-cita Ponari.

Menurut Poppy, Ponari memiliki harapan dan keinginan untuk membuat keinginan dan mimpinya terwujud.

Analisa berikutnya, Poppy menyinggung saat Ponari menjalani praktiknya mengobati orang di masa lalu.

Menurut Poppy, Ponari yang saat itu menutup matanya menunjukkan bahwa Ponari merasakan kesedihan karena tidak menjadi dirinya dan berpisah dengan keluarganya.

Poppy juga mengatakan jika Ponari lebih menyukai kondisinya saat ini dibanding kehidupannya di masa lalu.

Sumber Tribunjabar.id


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ragam

Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung

Selasa, 07 Juli 2026 - 14:57:23 WIB

INDRAGIRI HILIR – Panglima DPD Laskar Melayu Riau Kabupaten Indragiri Hilir, D.

Ragam

Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita

Sabtu, 04 Juli 2026 - 18:17:38 WIB

Siak- Personel Polsek Sabak Auh melaksanakan pemantauan lahan tanaman jagung pipil sebagai bagian.

Ragam

Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:42:41 WIB

Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Setelsel.

Ragam

Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:41:42 WIB

Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibma.

Ragam

Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:37:14 WIB

Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.

Ragam

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:17:07 WIB

SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Kantah Inhil Siap Dukung Transformasi Pelayanan Pertanahan, Pengukuran dan Balik Nama Makin Cepat
14 Agustus 2026
Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
04 Agustus 2026
LBH Sri Rakyat Dorong Perlindungan Hukum bagi UMKM, Pelaku Usaha Berhak Dapat Pendampingan Hukum dari Negara
01 Agustus 2026
Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
26 Juli 2026
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Ketua Komisi IV DPRD Inhil Fasilitasi Pertemuan Guru Besar FTUI, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan Bayi Prematur
  • 2 LBH Sri Rakyat Dorong Perlindungan Hukum bagi UMKM, Pelaku Usaha Berhak Dapat Pendampingan Hukum dari Negara
  • 3 Peringati Hari Mangrove Sedunia, PT Guntung Idamannusa Tanam 5.000 Bibit Mangrove
  • 4 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 5 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 6 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 7 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network