Pilih Jokowi atau Prabowo, Ini Kata Yusril
INHILKLIK.COM - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, partainya masih belum menentukan sikap untuk mendukung ke salah satu pihak pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ia menegaskan, akan mengikuti keputusan para ulama dalam Ijtima Ulama GNPF Jilid II.
Menurut dia, pada Sabtu (11/8) sore Habib Rizieq Syihab telah meminta para ulama segera melakukan Ijtima' Ulama Jilid II untuk memutuskan.
“Kami, PBB manut kepada para ulama," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (11/8).
Ia menegaskan, hingga saat ini sikap PBB masih netral. Karena itu, Yusril mengaku, banyak mendapat kecaman seolah PBB tidak patuh pada ulama.
Bahkan, ia menambahkan, ada pihak yang menuduhnya mengkhianati komando para ulama. “Lha, kami ini partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Masa kami manut sama orang yang teriak-teriak di medsos," kata dia.
Sebelumnya, hasil Ijtima' Ulama GNPF memutuskan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) dipasangkan dengan ustaz Abdul Samad atau Salim Segaf Al Jufri sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Namun, partai koalisi Prabowo justru mencancalonkan Sandiaga Uno sebagai cawapres tanpa pernah bermusyawarah dengan PBB. “Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB tunggu dulu, bagaimana petunjuk ulama yang berijtima' di Hotel Peninsula itu. Kan mereka yang memutuskan,” ujar Yusril.
Ia mengatakan, dalam pemilihan Sandiaga sebagai cawapres dirinya sama sekali tidak pernah diajak bicara oleh partai koalisi Prabowo. Ia juga kecewa karena Prabowo dan partai koalisi tak menaati keputusan para ulama. Sementara, Joko Widodo yang tidak dikomando ulama justru memilih KH Ma’ruf Amin.
Ia mengakui, Kiai Ma'ruf sebagai ulama tulen. Karena itu, ia berharap Ijtima Ulama Jilid II dapat menjernihkan dilema yang ada saat ini.
Yusril menambahkan, Ijtima' Ulama Jilid II akan menjadi dilematis. Jika hasilnya membatalkan keputusan pertama dan memberikan legitimasi kepada Prabowo, kata dia, para ulama harus menunjukkan dengan jelas rujukan nash syari yang menjadi dasar keputusannya.
"Salah-salah mengambil keputusan bisa menyebabkan merosotnya wibawa ulama di mata umat," kata dia. (*).
Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora
TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.
2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan
INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan
INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.
Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026
INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.
Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton
INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun
INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.
iKlik Network







.jpg)