Pria tua itu seharusnya istirahat di rumah.
Kisah haru seorang kakek yang dipaksa jualan kerupuk oleh anaknya
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Tidak ada cinta yang lebih baik dari rasa cinta yang diberikan oleh keluarga. Cinta mereka seolah datang tanpa syarat dan tak pernah mengharapkan balasan.
Orangtua adalah sosok yang dengan susah payah membesarkan kita. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi sayangnya, dalam kenyataan masih ada anak-anak yang masih belum menghargai setiap darah, keringat dan air mata yang diberikan orangtua selama bertahun-tahun.
Seperti kisah yang baru-baru ini terjadi di Malaysia. Seorang pengguna media sosial Facebook bernama Suhaida merekam sebuah video yang menunjukkan seorang pria tua penjual kerupuk di jalanan. Pria tua yang tak diketahui identitasnya itu berjualan dengan alat bantu jalan berupa tongkat.
[kakek jualan kerupuk © 2018 worldofbuzz.com]
Suhaida yang pada saat itu datang bersama dengan temannya, Prianya, mengatakan bahwa pria itu sebenarnya dikirimkan ke jalanan oleh anak-anaknya sendiri.
"Mereka yang membawamu ke sini lebih awal, apakah mereka anak-anakmu?," tanya Suhaida dan temannya.
Pria itu hanya menanggapi dengan kata "ah", yang artinya ya.
"Ayo, Pak cik. Anda seharusnya tinggal di rumah, bukannya bekerja seperti ini," katanya.
Suhaida kemudian bertanya berapa harga kerupuk jualannya kemudian pria tua itu menjawab harganya senilai RM 5 atau senilai Rp 17 ribu.
Perempuan itu pun membeli seluruh jualannya. Ia mengatakan bahwa ia akan mengirimkan kerupuk itu kepada panti asuhan.
Dalam akun Facebook-nya, sehari sebelum perayaan Idul Adha, ia menulis,
"Keberanian seorang anak melakukan hal seperti itu kepada orangtuanya. Besok Hari Raya, dan Anda menyuruh ayah Anda menjual kerupuk. Ayah Anda sedang tidak dalam kondisi yang sehat."
"Ketika saya bertanya apakah dia sudah makan, diapun menjawab 'belum lapar'. Ia mempunyai anak, cucu dan menantu yang sehat. Tapi kenapa mereka memperlakukan ini kepada ayah mereka sendiri?," lanjut Suhaida seperti dikutip brilio.net dari worldofbuzz.com, Jumat (24/8).
Ia menambahkan, dengan kondisi seperti ini, seharusnya pria itu istirahat di rumah. Terlebih lagi menjelang momen Hari Raya Idul Adha. Bukankah seharusnya berkumpul bersama keluarga?
Video yang posting oleh Suhaida ini mendapat perhatian banyak warganet dan viral di media sosial. Dalam waktu 9 jam sejak diposting, video ini sudah dibagikan sebanyak 65 ribu kali.
Dalam akun Facebook-nya, sehari sebelum perayaan Idul Adha, ia menulis,
"Keberanian seorang anak melakukan hal seperti itu kepada orangtuanya. Besok Hari Raya, dan Anda menyuruh ayah Anda menjual kerupuk. Ayah Anda sedang tidak dalam kondisi yang sehat."
"Ketika saya bertanya apakah dia sudah makan, diapun menjawab 'belum lapar'. Ia mempunyai anak, cucu dan menantu yang sehat. Tapi kenapa mereka memperlakukan ini kepada ayah mereka sendiri?," lanjut Suhaida seperti dikutip brilio.net dari worldofbuzz.com, Jumat (24/8).
Ia menambahkan, dengan kondisi seperti ini, seharusnya pria itu istirahat di rumah. Terlebih lagi menjelang momen Hari Raya Idul Adha. Bukankah seharusnya berkumpul bersama keluarga?
Video yang posting oleh Suhaida ini mendapat perhatian banyak warganet dan viral di media sosial. Dalam waktu 9 jam sejak diposting, video ini sudah dibagikan sebanyak 65 ribu kali.
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Bhabin.
Menyebrangi sungai demi sampai ke lokasi ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan kontrol tanama jagung di Seberang Tembilahan Selatan
Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, BRIPTU KUKUH TRI KURNIA.
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan Pantau Pertumbuhan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabink.
Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM
TEMBILAHAN – Menginjak usia 18 tahun pada Jumat (22/5/2026), Universitas Islam Indragiri (UNISI.
iKlik Network







