• Ahad, 19 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Peristiwa

Ternyata, Anak Gunung Krakatau Meletus Dulu, Disusul Tsunami Dahsyat

Redaksi

Ahad, 23 Desember 2018 23:56:21 WIB
Cetak
Ternyata, Anak Gunung Krakatau Meletus Dulu, Disusul Tsunami Dahsyat

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Tsunami Banten disebut-sebut bukan hanya disebabkan fenomena gelombang pasang dan bulan purnama saja. Melainkan juga ada longsor dasar laut.

Dan ternyata benar, bahwa sebelum gelombang tsunami menerjang Banten dan Lampung, anak Gunung Krakatau ternyata mengalami erupsi.

Tak hanya sekali, melainkan sampai dengan dua kali, tepat sebelum tsunami menerjang. Yakni pada Sabtu (22/12/2018) pagi dini hari, dan berlanjut sampai dengan malam hari.

Seperti yang diunggah akun Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Kepulauan Krakatau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Sabtu pagi, 22 Desember 2018, Pantauan Tim Patroli dari Pulau Panjang CAL Kepulauan Krakatau, Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas vulkanologi aktif,” tulis akun tersebut.

Aktivitas itupun ditandai dengan semburan asap dan material disertai dengan getaran-getaran gempa kecil (tremor) yang terus berlanjut hingga siang hari.

“Dan intensitasnya semakin tinggi serta disertai suara-suara letusan,” lanjutnya.

Menjelang malam hari, ‘batuknya’ gunung berapi itu bukannya berhenti, melainkan bertambah dengan letusan-letusan yang dibarengi dengan keluarnya pijaran-pijaran api serta suara letusan yang bertambah keras.

“Kondisi ini terus berlanjut dan semakin banyak pijaran api yang terlihat keluar. Sekitar pukul 20.30 WIB terlihat api yang keluar dari kawah sudah berbentuk hembusan api, dan awan pekat tertiup arah angin dan abu vulkanik mengarah ke Pulau Panjang lokasi Pos Jaga BKSDA,” katanya.

Hal itu ternyata juga diamini Sumarni (36), penjaga kantin Sekolah Menengah Atas Kejuruan Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur, Grogol, Jakarta Barat, yang selamat dari terjangan tsunami di Pantai Carita.

Sumarni mengaku, sudah memilik firasat kurang enak setiba di Villa Layung tempat dia dan rombongan menginap.

Sore sebelum kejadian, Sumarni melihat dengan jelas erupsi gunung anak Krakatau dan berlanjut pada malam hari.

“Apalagi, saya melihat dengan jelas anak gunung Krakatau terus mengeluarkan pijar api,” terang dia kepada Indopos (Jawa Pos Grup-PojokSatu.id) di Puskesmas Carita, Minggu (23/12).

Setelah makan malam, dia bersama 36 orang anggota koperasi BPK Penabur terkejut dengan ombak besar sampai ke halaman Vila.

Saat itulah kemudian gelombang laut menerjang seluruh angota romboongan hingga berhamburan keluar dari villa Layung.

Setelah itu, datang ombak lebih besar menyusul, menyapu semua isi villa dan listrik langsung padam.

“Saya sempat digulung ombak dan melihat ibu Eka (korban meniggal) juga diserat ombak besar sehinga saya tak sadarkan diri,” ungkap dia.

Dia baru siuman setelah ditolong oleh masyarakat yang membawanya ke Puskesmas Carita yang terletak tidak jauh lokasi dia menginap.

“Hanya karena kebesaran Allah, sehingga saya masih bisa selamat,” katanya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, usai tsunami Banten, masyarakat pun harus lebih waspada. Pasalnya, anak Gunung Krakatau dinyatakan masuk dalam zona merah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Wawan Irawan mengatakan, Gunung Anak Krakatau masuk dalam zona merah.

Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau berdiameter kurang lebih 2 kilometer (km) merupakan kawasan rawan bencana.

Berdasarkan data-data visual dan instrumental, potensi bahaya dari aktifitas Gunung Anak Krakatau kini adalah lontaran material pijar dalam radius 2 km dari pusat erupsi.

“Sedangkan, sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin,” kata Wawan di Bandung, Minggu (23/12/2018).

Dari hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 23 Desember 2018, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level II (Waspada).

“Dengan status Level II (Waspada) tersebut, kami minta kepada masyarakat jangan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 km dari Kawah,” ucap dia.

Dia menghimbau kepada masyarakat di sekitar wilayah Banten dan Lampung agar tetap tenang serta waspada.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami,” imbaunya.

Pihaknya juga menyarankan bahwa masyarakat dihrapkan mengukuti anjuran dan arahan BPBD setempat.

“Serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” papar dia. (pojoksatu)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Peristiwa

Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung

Ahad, 28 Juni 2026 - 11:42:19 WIB

INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.

Peristiwa

Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:52:36 WIB

Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.

Peristiwa

Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:09:29 WIB

TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.

Peristiwa

Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:05:41 WIB

Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.

Peristiwa

Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total

Jumat, 02 Januari 2026 - 19:27:18 WIB

Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.

Peristiwa

Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan

Ahad, 23 November 2025 - 09:38:56 WIB

TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 2 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 3 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 4 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 5 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 6 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 7 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network