• Jumat, 09 Oktober 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Ragam

Misteri Pohon Kaboa dan Hutan Sancang Petilasan Prabu Siliwangi

Redaksi

Kamis, 31 Januari 2019 22:31:32 WIB
Cetak
Misteri Pohon Kaboa dan Hutan Sancang Petilasan Prabu Siliwangi
Hutan Sancang tak seangker dikira. Perkampungan yang sudah maju dengan jalan cukup baik akan dijumpai jika pergi ke Hutan Sancang. Foto/SINDOnews/Jani Noor

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Bagi masyarakat Sunda tak akan asing lagi dengan nama "Sancang". Karena hutan di ujung selatan Garut itu dilegendakan sebagai tempat "tilem" (menghilangnya) Maha Raja Padjajaran, Sri Baduga Maha Raja atau Prabu Siliwangi. Secara mistis pun dikenal dengan Harimau Sancang yang dianggap jelmaan Sang Prabu Siliwingi, termasuk tempat menaikan ilmu kedigjayaan dan kanuragan yang tersebar di berbagai tempat. Ada sancang satu sampai sancang sembilan sesuai tempat mencari ilmu.

Dikutip inhilklik.com dari laman sindonews.com, perkembangan zaman telah mengubah nama Sancang menjadi tak seangker dikira. Jika bertandang ke Hutan Sancang, akan berbanding terbalik dengan riwayat-riwayat dulu kala.

Cerita harimau yang berlalu lalang dan pohon kaboa yang diyakini memiliki kesaktian telah diabaikan masyarakat. 

Ke Sancang, hampir tak pernah ada orang menemukan harimau atau pengalaman mistis. Mengunjungi Sancang bisa sekedar berwisata meski masih dijaga kealamiannya.

Masuk lah dari Garut Kota menuju Jalan Bungbulang. Perjalanan sekira lima jam akan disuguhi berbagai pemandangan. Di Cikajang dijumpai kebun teh, begitupun dari Bungbulang sampai Pameungpeuk dirindangi pepohonan dengan jalan mulus berhotmix.

Dari Pameungpeuk dengan jalanan curam berbelok akan ditemui suatu Perkebunan Karet dengan nama "Mira Mare". Siang atau malam tak lagi sepi karena banyak warung pinggir jalan.

Kemudian belok di Gapura Harimau yang menunjukkan jalan menuju Hutan Sancang. Rumah-rumah permanen seperti perkotaan dengan suasana perkampungan yang ramai memudarkan anggapan bahwa Hutan Sancang belum tersentuh modernisme. 

Dealer motor sampai warung serupa mini market akan dijumpai di perkampungan. Papan nama kuncen berjajar sepanjang jalan, menawari jasa pemandu ke tempat yang dimitoskan memberi Ilmu Kedigjayaan. Siapa yang punya maksud naik jabatan, kekayaan dan lepas dari utang, katanya, tersedia tempat memohon di Hutan Sancang.

Di gerbang hutan, kita harus mengisi buku tamu dengan membayar tiket masuk. Roda dua atau empat harus terparkir di lahan dekat gerbang karena kendaraan tak diperkenankan masuk hutan.

Pepohonan besar dengan akar melilit menunjukkan hutan yang masih perawan. Namun motor-motor warga lalu lalang yang katanya nelayan Pantai Sancang.

Meski demikian, jika mengunjungi tempat yang dikeramatkan rasa merinding datang dengan sendirinya. Sebab terdapat saung penunggu yang katanya tempat beristirahat menuju Cikajayaan. Disana siapapun bisa bertapa, memanjatkan dzikir-dzikir diatas bebatuan dengan air gemercik jatuh menimpa petapa.

Hutan Sancang memang masih alami makanya masuk kawasan konservasi alam yang dilindungi Pemerintah. Namun, hutan yang bersentuhan dengan Samudera Indonesia ini sudah ramai oleh pemondokan nelayan, pemancing dan pengunjung yang sekedar jalan-jalan di Pantai Sancang. 

Maka siapa saja yang pernah ke Hutan Sancang sekaligus Pantai Sancang, belum merasa kenyang kalau hanya satu kali menikmati rimbunya hutan dengan keindahan pantainya karena sudah menjadi objek wisata dadakan.

Pohon Kaboa
Wajar kalau Sancang tak seangker yang dikira. Di Pantai yang lebih banyak batu karang dengan pasir putih menghampar terdapat Kampung Nelayan yang bersebelahan dengan tumbuhnya Pohon Kaboa.

Pohon yang diyakini tempat adanya Prabu Siliwangi masih berdiri kokoh, memenuhi pinggir pantai yang secara mitos dimana ada Pohon Kaboa, disanalah Prabu Siliwangi pernah ada.

Pohon itu pun hanya tumbuh di Pantai Sancang menggenapi berbagai 'petilasan' (Bekas Singgah) Sang Prabu seperti seperti Batu Cikajayaan, Karang Gajah dan lokasi Pohon Kaboa. Tempat itu dianggap suci sehingga tak seorang pun berani merusaknya.

"Siapa yang berani merusak, Harimau Sancang siap-siap menerkam meski harimau tersebut jarang sekali ditemui," ujar Ketua Pengawas Sancang, Abidin.

Asal muasal Pohon Kaboa, diyakini masyarakat Sancang sebagai jelmaan Siliwangi dan Pasukan-pasukan Siliwangi. Konon, ketika Kiansantang pulang dari Tanah Arab ingin mencoba kesaktian ayahnya, Siliwangi.

Dikejarlah Siliwangi sampai ke Hutan dan Laut Sancang tadi, setelah dikejar dari Cirebon, Godog Garut, Gunung Gelap Pameungpeuk, Cilauteureun, dan Santolo. Lalu Siliwangi menyelam ke dasar laut sampai muncul di laut Sancang diikuti anaknya tadi Kiansantang.

Akan tetapi, Kiansantang tidak menjumpai Siliwangi karena yang ada hanya prajurit-prajurit Siliwangi. Terus ia bertanya dimana Siliwangi, dan para prajurit menggelengkan kepala. 

Ketika Prajurit-prajurit p menggelengkan kepala, Kiansantang melihat kayu tegak (berupa tongkat) menancap pinggir pantai. Kiansantang berujar jangan-jangan itulah (kayu tegak) Siliwangi. "Boa-boa ieu Siliwangi (Mungkin ini Siliwangi)," gumamnya.

Atas prasangka itulah Kiansantang mengeluarkan perintah kepada siapa yang mengikuti dirinya akan terus menjadi manusia, sementara yang ikut ayahnya, Siliwangi akan menjadi pohon.

Maka jadilah Prajurit-prajurit yang ikut Siliwangi menjadi pohon tadi yang sekarang disebut Pohon Kaboa. "Nyak sabab tina boa-boa Siliwangi tea, tangkal eta disebut kaboa. Boa-boa atawa siapa tahu lamun dina bahasa Indonesa mah (Ya karena dari ucapan mungkin ini Siliwangi sehingga pohon tersebut disebut pohon kaboa)," tutur Abidin.

Kini Pohon yang dianggap jelmaan Pasukan Siliwangi itu menjadi pohon yang dilindungi Pemerintah. Selain memiliki nilai sejarah, keberadaan pohon kaboa juga berfungsi menangkal abrasi pantai dari serangan ombak. 

Maka tak ada yang berani mengambil apalagi merusak pohon kaboa karena jelmaan Pasukan Siliwangi itu.

Mengenai keyakinan masih ada satu Pohon Kaboa asli yang dianggap jelmaan Siliwangi, Abidin menyatakan makna hanya satu pohon yang asli adalah berupa keyakinan ke pada yang Maha Tunggal yakni Allah SWT. Ketika manusia yakin Allah itu satu, hakikatnya sudah memiliki pohon kaboa yang satu itu.

Begitupun dengan nama Sancang, diyakini memiliki arti "Sa" artinya "Sarasa urang, rasa urang ka batur, rasa batur ka urang (Satu rasa kita, rasa kita ke orang lain dan rasa orang lain ke kita)", serta kata "Cang" artinya menggantungkan diri ke yang maha memiliki yakni Allah SWT.

Jadi Sancang berarti bagaimana manusia saling merasakan perasaan manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. Maka itulah "Sancang".


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ragam

Ayun Bapukung: Warisan Budaya Suku Banjar di Indragiri Hilir yang Ternyata Bermanfaat Bagi Kualitas Tidur Bayi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:21:18 WIB

INHILKLIK, - Sebuah tradisi sederhana dalam perawatan bayi masyarakat Banjar di Kabupaten Indragi.

Ragam

Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung

Selasa, 07 Juli 2026 - 14:57:23 WIB

INDRAGIRI HILIR – Panglima DPD Laskar Melayu Riau Kabupaten Indragiri Hilir, D.

Ragam

Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita

Sabtu, 04 Juli 2026 - 18:17:38 WIB

Siak- Personel Polsek Sabak Auh melaksanakan pemantauan lahan tanaman jagung pipil sebagai bagian.

Ragam

Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:42:41 WIB

Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Setelsel.

Ragam

Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:41:42 WIB

Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibma.

Ragam

Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:37:14 WIB

Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
05 Oktober 2026
Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
28 September 2026
BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
26 September 2026
Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
19 September 2026
PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
19 September 2026
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
17 September 2026
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
17 September 2026
PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
15 September 2026
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
11 September 2026
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
09 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
  • 2 Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
  • 3 BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
  • 4 Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
  • 5 PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
  • 6 PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
  • 7 PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network