• Kamis, 02 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Ragam

Ramai ‘Cak Jancuk’ untuk Jokowi, Ini Asal Kata ‘Jancuk’, Ternyata Ada 6 Versi, Salah Satunya ML

Redaksi

Rabu, 06 Februari 2019 20:08:38 WIB
Cetak
Ramai ‘Cak Jancuk’ untuk Jokowi, Ini Asal Kata ‘Jancuk’, Ternyata Ada 6 Versi, Salah Satunya ML

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Kata ‘Jancuk’ tiba-tiba ramai diperbincangkan publik setelah Joko Widodo (Jokowi) mendapat sebutan ‘Cak Jancuk’.

‘Gelar’ baru calon presiden nomor urut 01 itu didapatnya saat deklarasi dukungan Forum Alumni Jawa Timur.

Banyak yang menganggap, ‘Jancuk’ sebagai kata makian khas Surabaya dan populer di gunakan merata di Jatim.

Tapi dari mana asal muasal frase tersebut? Apakah benar makian dan selalu bermakna negatif?

Berdasarkan penelusuran PojokSatu.id, ternyata ada enam versi yang disebut-sebut menjadi asal muasal lahirnya ‘Jancuk’, ‘Jancok’ atau ‘Dancuk’.

Lima versi itupun bermacam-macam. Sayangnya, belum ada pihak manampun yang bisa memastikannya.

Berikut enam versi asal kata ‘Jancuk’:

1. Versi kedatangan Arab
Salah satu versi asal-mula kata Jancuk, Jancok atau Dancuk disebut-sebut berasal dari kata Da’Suk. Da’ diartikan sebagai ‘meninggalkanlah kamu’, dan assyu’a artinya ‘kejelekan’. Kedua kata tersebut kemudin digabungmenjadi Da’Suk diartikan sebagai ‘tinggalkanlah keburukan’. Saat dilafalkan dengan logat Suroboyo, kosakata itu menjadi ‘Jancok’.

2. Versi penjajahan Belanda
Salah seorang anggota Cagar Budaya Surabaya, istilah kata tersebut diduga berasal dari bahasa Belanda ‘yantye ook’ yang memiliki arti ‘kamu juga’. Istilah tersebut popular di kalangan Indo-Belanda sekitar tahun 1930-an yang dalam perkembangannya diplesetkan oleh para remaja Surabaya untuk mencemooh warga Belanda atau keturunan Belanda dan mengejanya menjadi ‘yanty ok’ dan terdengar seperti ‘yantcook’. Seiring perjalanan waktu, kata tersebut dilafalkan sebagai Jancuk, Jancok atau Dancok.

3. Versi tank Belanda
Pada zaman penjajahan di Surabaya dulu, tentara Belanda kerap menggunakan tank untuk meredam perlawanan Arek-arek Suroboyo. Dalam setiap pertempuran, tank itu menjadi andalan Belanda. Di salah satu foto sejarah, terdapat satu foto yang cukup meyita perhatian. Pasalnya, ada tulisn ‘Jan Cox’ di tank tersebut. Jan Cok sendiri merujuk nama seorang pelukis kelahiran Den Haag, Belanda. Disebutkan pula, para pejuang kemerdekaan di Surabaya, kerap meneriakkan ‘Jan Cox’ jika tank itu datang dalam sebuah pertemupuran. Tujuannya, tidak lain untuk mengingatkan kepada pejuang lain dan masyarakat untuk ekstra waspada.

4. Versi penjajahan Jepang
Kata ini berasal dari kata ‘Sudanco’ berasal dari zaman romusha yang artinya ‘Ayo Cepat’. Karena kekesalan pemuda Surabaya pada saat itu, kata perintah tersebut diplesetkan menjadi ‘Dancok’. Kini, kata itu menjadi cukup bervariatif. Selain Dancok, juga kerap diucapkan dengan Jancuk atau Jancok.

5. Versi umpatan
Warga salah satu Kampung di Surabaya, Palemahan, disebutkan memiliki kebiasaan melontarkan kata ini yang merupakan akronim dari ‘Marijan ngencuk’ yang bisa diartikan sebagai ‘Marijan berhubungan badan’. ‘Encuk’ merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti ‘berhubungan badan’ di luar nikah. Versi lain menyebutkan bahwa ‘Jancuk’ berasal dari kata kerja ‘diencuk’. Kata tersebut akhirnya berubah menjadi Dancuk, Jancuk atau Jancok.

6. Versi Penelitian Jaseters
Menurut badan penelitian Jaseters, Kata Jancok merupakan suatu ungkapan kekecewaan yang merupakan sebuah gabungan kosakata berbahasa jawa. ‘Jan’ yang berarti ‘teramat sangat’ atau ‘benar-benar’. Sedangkan ‘Cak’ berarti ‘kakak atau senior’. Jika digabungkan, bisa diartikan: kakak (kamu) sangat kelewatan. Namun karena tidak ingin
menyakiti hati senior tersebut, maka dirubahlah ‘Cak’ menjadi ‘Cok’.

Di sisi lain, bagi masyarkat Jawa Timur, khusunya Surabaya, ‘Jancuk’, ‘Jancok’ atau Dancok sudah mejadi frase yang lazim dipakai dan multi makna bergantung konteks, intonasi dan cara penyampaiannya.

Budayawan Jawa Timur yang mendeklarasikan diri sebagai Presiden Jacukers, Sudjiwo Tedjo, dalam bukunya pun pernah membahas masalah ini.

Menurutnya, ‘Jancuk’, ibarat sebilah pisau yang sangat tergantung dari user-nya dan suasana psikologis si user.

Ia menyampaikan, jika kata tersebut diucapkan dengan niat tak tulus, penuh amarah, dan penuh dendam maka akan dapat menyakiti.

Tetapi bila diucapkan dengan kehendak untuk akrab, kehendak untuk hangat sekaligus cair dalam menggalang pergaulan, ‘Jancuk’ laksana pisau bagi orang yang sedang memasak.

‘Jancuk’ dapat mengolah bahan-bahan menjadi jamuan pengantar perbincangan dan tawa-tiwi di meja makan.

Di kalangan para pemuda Surabaya, atau Jatim, kata itu  juga merupakan simbol keakraban. Simbol kehangatan. Simbol kesantaian.

Bahkan, sampai ada adagium yang berlaku bahwa sebuah pertemanan tak akan bisa disebut akrab dan dekat jika dalam setiap pembicaraan tak diselingi dengan kata tersebut. (pojokastu)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ragam

Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:42:41 WIB

Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Setelsel.

Ragam

Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung

Kamis, 02 Juli 2026 - 11:41:42 WIB

Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibma.

Ragam

Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:37:14 WIB

Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.

Ragam

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:17:07 WIB

SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.

Ragam

Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:30:44 WIB

Tembilahan – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Bhabin.

Ragam

Menyebrangi sungai demi sampai ke lokasi ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan kontrol tanama jagung di Seberang Tembilahan Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:01:02 WIB

Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, BRIPTU KUKUH TRI KURNIA.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan yang selalu Cek Tanaman Jagung
02 Juli 2026
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
18 Juni 2026
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
17 Juni 2026
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
16 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network