Tupperware Sang Anak Tertinggal di Sekolah, Pria ini Balik Lagi Karena Takut Dimarahi Istri
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Tupperware merupakan salah satu produk yang memiliki harga yang lumayan mahal. Walau terkadang dispelekan, harga sebuah tupperware bisa mencapai ratusan ribu rupiah per-buah. Bahkan beberapa waktu lalu, ada sebuah kejadian di Manado jika Tupperware bisa digadaikan.
Kisah unik berikut ini merupakan salah satu contohnya. Hanya karena Botol Tupperware milik sang anak tertinggal di sekolahan, Pria ini sampai rela balik lagi untuk mengambil botol Tupperware.
Kejadian unik ini dialami oleh seorang pria di Malaysia. Dalam sebuah unggahan di akun facebook-nya Ia menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Kejadian berawal saat pria ini datang menjemput anaknya yang baru pulang dari sekolah. Saat dalam perjalanan pulang, pria ini mendapat telepon yang ternyata dari guru sang anak.
Dikutip dari keterangan unggahan akun facebook Mohd Fadli Salleh, Senin (20/01/2020), Ia mengaku jika pengalaman singkat itu membuatnya panik dan stres.
Ia menjemput anaknya bernama Asyraff pada pukul 18.30 waktu setempat di sekolah. Saat akan pulang, sang anak berkata padanya jika dompetnya ketinggalan di kelas.
Mohd Fadli menyebutkan jika di dompet anaknya yang ketinggalan terdapat uang sebesar 8 ringgit atau sekitar Rp 27.000. Mohd Fadli tetap mengajak anaknya pulang karena ia bisa mengambilnya lagi besok.
"Aku malas kembali ke sekolah. Kelasnya juga cukup jauh dari gerbang sekolah.” ungkapnya di Facebook.
Namun saat di tengah perjalanan, sang anak kembali mengatakan jika ia juga meninggalkan Tupperware di kelas. Dengan cepat, Mohd Fadli langsung menginjak rem motornya dan berbalik ke sekolah.
"Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa? Jika uang itu hilang, itu bukan milik ayah. Tetapi jika botol air kamu hilang, kamu bukan satu-satunya yang akan dimarahi. Ayah mungkin akan mati juga." tulis Mohd Fadli saat menjawab ucapan anaknya.
Ternyata sang Ayah lebih memintingkan tupperware daripada dompet dan uang.
Awalnya Asyraff tak yakin jika tempat minumnya adalah Tupperware dan mengajak ayahnya untuk pulang. Tetapi Mohd Fadli memilih untuk tetap kembali ke sekolah karena takut dimarahi istrinya.
Saat diamati, ternyata benar tempat minum itu adalah Tupperware.
Saat hendak keluar dari sekolah, Mohd Fadli dan anaknya dihadang satpam. Ia ditanya untuk apa kembali ke sekolah dan apa yang telah ia ambil.
"Hidupku," ucap Mohd Fadli.
Sumber: planet.merdeka.com
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Bhabin.
Menyebrangi sungai demi sampai ke lokasi ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan kontrol tanama jagung di Seberang Tembilahan Selatan
Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, BRIPTU KUKUH TRI KURNIA.
Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan Pantau Pertumbuhan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan
Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabink.
Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM
TEMBILAHAN – Menginjak usia 18 tahun pada Jumat (22/5/2026), Universitas Islam Indragiri (UNISI.
iKlik Network







