Masih Banyak Masyarakat Salah Maksud, Ini Perbedaan ODP dan PDP Covid-19
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Di tengah kepanikan wabah Corona, masih banyak masyarakat salah maksud atau sulit membedakan ODP dan PDP Covid-19. Padahal keduanya mempinyai arti yang berbeda.
Sebab itu, kepanikan selalu muncul setelah melihat data yang dikeluarkan pemerintah mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu. Padahal itu adalah data ODP atau Orang Dalam Pemantauan (ODP).
“Setiap orang yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah atau negara yang warganya positif corona, itu bisa jadi ODP,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.
Misal, seseorang baru saja melakukan perjalanan dari Malaysia, artinya dia telah menjadi ODP. Sebab selama di negara tersebut, dia telah melakukan interaksi atau kontak secara langsung dengan warga di sana. Dan setiap warga di daerah yang warganya positif Corona, berpotensi akan menularkan virus ke orang lain.
Selema menjadi ODP, seseorang diminta untuk melakukannya isolasi sendiri dengan berdiam diri selama 14 hari di rumahnya. Meski demikian, orang tersebut tetap tidak luput dari pengawasan petugas kesehatan.
Biasanya perkembangan tentangan kondisi ODP akan dipantau secara berkala, bisa dengan berkomunikasi via seluler atau petugas yang akan datang ke rumah untuk mengetahui secara langsung kondisi kesehatannya.
Jika dalam masa isolasi itu, seseorang merasa perubahan suhu tubuh dan mulai batuk, pilek, demam, hingga sesak nafas, maka diminta untuk sesegera mungkin mendatangani fasilitas kesehatan terdekat, dan dia telah berstatus sebagai PDP.
PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan. Orang ini biasanya sudah dilakukan perawatan, dan penanganannya dilakukan di rumah sakit. Artinya, si pasien sudah mengalami gejala-gejala yang mengarah pada wabah corona.
Orang dengan status PDP akan dilakukan sampel darah yang disebut swab. Sampel darah PDP akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Jakarta untuk dicek hasil tes-nya, apakah positif atau negatif (Covid-19). Dan tes ini dilakukan sebanyak dua kali.
Jika hasilnya negatif, maka kemungkinan besar dia mengalami demam biasa, setelah sembuh total biasanya akan diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
PDP Lebih besar potensi menjadi pasien positif corona, jika dibandingkan dengan ODP. Tapi tidak menutup kemungkinan ODP juga bisa langsung terjangkit virus sehingga dinyatakan positif.
Oleh sebab itu angka ODP jauh lebih tinggi jika dibandingkan angka PDP. Sebab sebarannya lebih luas, tapi potensi untuk positif lebih sedikit dari PDP.
Misalnya, ada satu orang yang dinyatakan positif Covid-19. Korban ini ternyata pernah menghadiri sebuah acara di dalam aula dengan jumlah peserta sekita 50 orang. Maka ada 49 orang di dalam ruangan itu berstatus ODP.
Ketum BPC HIPMI Inhil Ardiansyah Julor Dukung Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora
TEMBILAHAN – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupate.
2025 Harga Rokok Naik, Pemerintah Batasi Konsumsi Produk Berdampak Negatif bagi Kesehatan
INHILKLIK - Pemerintah telah menetapkan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2025.Meski tar.
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan
INHILKLIK - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini Senin (9/12/2024) terhadap kurs dolar Am.
Potensi Transaksi Judi Online Mencapai Rp 1.000 Triliun pada 2026
INHILKLIK - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, potensi transaksi judi online me.
Indonesia Bakal Impor Beras 1 Juta Ton
INHILKLIK - Pemerintah membuka peluang impor beras 1 juta ton. Menteri Koordinator bidang Pangan .
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.623 Triliun
INHILKLIK - Dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri (ULN) tetap sehat, Bank Indonesi.
iKlik Network







.jpg)