• Kamis, 08 Oktober 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Advertorial
  • Inhil

Terumbu Mabloe dan Menongkah, Wisata dan Budaya yang Mempesona

Redaksi

Ahad, 28 Februari 2021 08:11:09 WIB
Cetak
Terumbu Mabloe dan Menongkah, Wisata dan Budaya yang Mempesona
Pengunjung Pantai Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela, Kabupaten Indragiri Hilir mencoba menongkah kerang.

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Destinasi Wisata di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belakangan menjadi primadona objek wisata yang dilirik oleh wisatawan. Objek wisata Pantai Terumbu Mabloe yang berada tidak jauh dari Desa Sungai Bela disana menyuguhkan pantai berpasir serasah dengan jejeran pohon mangrove akan memanjakan mata bagi siapa yang berkunjung kesana. 

Tidak hanya itu pesona ekowisata tersebut, hamparan lumpur luas yang berdempet langsung dengan pantai tersebut menjadi lokasi menongkah yang biasa dilakukan oleh Suku Duanu yang tinggal di Desa Sungai Bela bisa menjadi sarana rekreasi yang sangat menarik. 

Bahkan bagian pesisir timur Sumatera ini juga menyajikan keindahan flora. Disana terdapat hutan mangrove dari berbagai macam jenis pohon hutan tertata secara alami, umumnya pohon Pedada, Perepat, dan Avicennia atau lebih dikenal dengan sebutan Kayu Api-api. 

Terkait hal ini, penulis mengkaji Filosofi Terumbu Mabloe. Singkatnya, Ekowisata ini erat sekali kaitannya dengan budaya warga tempatan, terutama Budaya Suku Duanu yakni Menongkah Kerang. 

Menongkah ini mereka lakukan dengan alat yang disebut tongkah. Tongkah adalah papan sepanjang 1,5-2 meter yang menjadi tumpuan atau titian yang biasanya dipasang pada tempat becek dan basah (lumpur). Teknik menongkah dilakukan dengan satu kaki bertumpu pada tongkah sedangkan kaki lainnya berfungsi sebagai pengayuh agar papan tongkah bisa melaju di lumpur. 

Meski awalnya kegiatan manongkah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Suku Duanu. Namun, sejak 2017 Menongkah telah dikukuhkan oleh pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. 

Pantai Terumbu Mabloe tadi disiapkan sebagai destinasi wisata yang menyajikan budaya menongkah, keindahan mangrove, dan menikmati pasir pantai itu sendiri. 

Berdasarkan KBBI, arti Terumbu sudah jelas dangkalan di laut yang tidak terlalu luas, atau sering kelihatan apabila air surut. Benar adanya, Pantai Terumbu Mabloe akan hilang jika air laut sedang pasang. Para wisatawan hanya dapat menikmati dikala surut. Jadwalnya tidak menentu, bisa pagi, bisa sore, bahkan bisa malam. 

Sedangkan untuk Mabloe, sampai hari ini belum ada KBBI berilis makna yang tersurat. Wajar saja, Mabloe atau Mablu jika dibaca, adalah kosa kata asli dari Suku Duanu yang artinya Sungai Bela. 

Jika ada yang berpendapat Suku Duanu baru berkembang-biak kemarin sore, maka dapat dipastikan keliru. Sebab nyatanya, suku yang termasuk kategori Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Riau ini sudah lahir sejak zaman batu. 

Hal ini dibenarkan oleh salah seorang tokoh Suku Duanu, Sarpan dan selaras dengan catatan Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Inhil dalam Tabloid 'Inhil Nan Molek'. 

Makanya, kata Mabloe di Pantai itu sengaja ditulis dengan ejakan warisan masa kolonial yang pernah digunakan di Republik ini, yaitu Ejaan Van Ophuijsen sebagai tanda keberadaan Duanu sudah lahir sejak dahulu kala. 

Dari catatan sejarah, Suku Duanu sudah berkembang pada tahun 2500 SM sampai dengan 1500 SM. Mereka tinggal di pinggiran pantai Kabupaten Inhil. Dan tradisi menongkah tadi, kala itu mereka sudah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Suku Duanu ini termasuk suku nomaden. Artinya, mereka suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pulau ke pulau lain, atau dari satu ceruk ke ceruk lain. 

Tidak ada pedoman khusus untuk kata Duanu. Sebab dalam catatan Wikipedia, maka yang muncul adalah 'Duano' yakni satu jenis bahasa yang digunakan orang kuala yang persebarannya meliputi pesisir timur Provinsi Riau, Kepulauan Riau bagian barat, dan sebagian pesisir barat Johor, Malaysia. Bahkan Wikipedia juga merilis kata 'Duano' sebagai jenis suku yang terletak di Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi yang berpusat di Jalan Trio Perkasa. 

Lain Wikipedia, lain pula KBBI. Dalam catatan kamus yang dipedomani masyarakat Indonesia ini hanya terdapat kata 'Duane' artinya instansi pemerintah yang bertugas di pelabuhan udara atau laut untuk menyelenggarakan dan mengawasi semua urusan yang berhubungan dengan bea cukai. Sejauh pengetahuan Sarpan, kata 'Duane' diambil dari Bahasa Belanda yakni Douane yang artinya penjaga laut. 

Kenyataannya memang benar. Pada masa kerajaan, masyarakat Suku Duanu ini difungsikan sebagai penjaga laut. "Mereka diberi kewenangan untuk menjaga pesisir pantai oleh raja. Salah satu contoh di wilayah kita adalah Kerajaan Indragiri," cerita Sarpan. 

Maka dari itu, slogan Pantai Terumbu Mabloe digaungkan dengan kalimat 'Piak Duanu Lap Ne Dolak', artinya tak kan Duanu hilang di laut. Apalagi jumlah populasi Suku Duanu saat ini sudah menyebar lebih kurang 17 ribu jiwa di Kabupaten Inhil. Terutama di wilayah pesisir seperti Kecamatan Kuindra, Kecamatan Concong, dan Kecamatan Tanah Merah. 

Pantai Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela, Kabupaten Inhil.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olaharaga dan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy, S.Sos, M.Si mengungkapkan, Pantai Terumbu Mabloe terbentuk dari cangkang kerang-kerangan. Kerang-kerangan diketahui berasal dari perairan Muara Lajau yang merupakan salah satu muara dari sungai Indragiri. 

Perpaduan antara pantai berlumpur dengan hutan Mangrove diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai yang hanya berjarak sekitar 5 menit dari bantaran Desa Sungai Bela jika menggunakan pompong--sampan atau perahu bermesin yang lumayan banyak digunakan di Kabupaten Indragiri Hilir. 

"Bagi kita dari sektor pariwisata, memang kita mengembangkan kawasan pesisir dalam satu konsep ekowisata," kata Junaidy yang turut serta mendampingi awak media di Pantai Terumbu Mabloe. 

Lokasi yang relatif dekat dari Kota Tembilahan--Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir--membuat Pantai Terumbu Mabloe begitu potensial dikembangkan dan menarik pengunjung. Untuk mencapai Pantai Terumbu Mabloe dari Kota Tembilahan menggunakan speedboat, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. 

Sayangnya, wisatawan hanya dapat berkunjung ke Pantai Terumbu Mabloe di waktu tertentu, yakni ketika air sungai surut. Pantai Terumbu Mabloe akan hilang dari pandangan sesaat setelah air pasang dan akan kembali muncul ke permukaan ketika air surut. Fenomena ini lah yang membuat sebagian dari kawasan pantai menjadi berlumpur. 

"Ini akan kita rancang pengembangannya. Kalau sudah kita tata, para pengunjung dapat rutin, misalnya di hari libur hadir di sini," tutur Junaidy. 

Selain masih alami, Pantai Terumbu Mabloe memiliki beragam jenis fauna, khususnya spesies burung yang tersebar di sekitar kawasan pantai. Hal tersebut dikarenakan Pantai Terumbu Mabloe merupakan persinggahan burung migrasi. Burung-burung migran itu umumnya berasal dari Asia Selatan. Namun, tak jarang juga berasal dari Australia dan Asia Timur. 

"Pantai ini juga termasuk sabuk hijau hutan Mangrove di pesisir pantai timur Sumatera," jelas Junaidy seraya mengatakan, kawasan Pantai Terumbu Mabloe dan sekitarnya termasuk ke dalam wilayah dengan sebutan Tanjung Bakung yang menjadi persinggahan burung migran di dunia berdasarkan pendapat para peneliti. 

Salah satu spesies burung migran di Pantai Terumbu Mabloe adalah burung Kedidi (Calidris). Burung Kedidi (Calidris) biasanya akan bermigrasi saat musim kawin. "Kalau salju besar Burung Kedidi juga akan migrasi dan bermain di sini (pantai, red)," ungkap Junaidy.


 Editor : Ardiansyah

[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Advertorial

Pemda Indragiri Hilir Terapkan WFH Setiap Rabu

Sabtu, 25 April 2026 - 12:22:55 WIB

Tembilahan – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WF.

Advertorial

Apresiasi Konfercab GMNI, Bupati Inhil Harapkan Kontribusi Bangun Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 12:21:14 WIB

Bupati Indragiri Hilir (Inhil) melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dwi Budianto, apresiasi Ko.

Advertorial

Pemkab Inhil Lepas Kontingen Futsal ke Gubernur Cup 2026,

Selasa, 21 April 2026 - 12:19:45 WIB

Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, TM. Syaifullah, seca.

Advertorial

Sosialisasi dan Harmonisasi Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit di Inhil, Dirangkai Penyerahan dari Satgas PKH

Jumat, 17 April 2026 - 12:18:16 WIB

Indragiri Hilir – Upaya mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang tertib dan berkelan.

Advertorial

Apel Akbar Sabuk Kamtibmas 2026, Pemkab Inhil Dukung Penuh Sinergi Keamanan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 12:15:52 WIB

ndragiri Hilir – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Staf Ahli Bupati, Muammar Q.

Advertorial

Bupati Inhil Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional

Selasa, 14 April 2026 - 12:13:35 WIB

Bupati Indragiri Hilir, Herman, menghadiri sekaligus melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, pe.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Semarak HUT TNI ke-81, BRI Branch Office Tembilahan Sampaikan Apresiasi
05 Oktober 2026
Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
28 September 2026
BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
26 September 2026
Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
19 September 2026
PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
19 September 2026
PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
17 September 2026
PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
17 September 2026
PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
15 September 2026
Serapan Pasar Melemah, DPRD Riau Melihat Langsung Produk Kelapa Menumpuk di Gudang SAMBU Group
11 September 2026
PT GIN Salurkan 313 Botol Vitamin Kelapa untuk Tingkatkan Produksi Petani di Desa Bantayan
09 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan
  • 2 BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil
  • 3 Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor
  • 4 PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung
  • 5 PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi
  • 6 PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil
  • 7 PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network