Derajat Kesehatan Masyarakat Sumut Terus Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir
INHILKLIK.COM, MEDAN – Derajat kesehatan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah.
Salah satunya terlihat dari peningkatan angka harapan hidup di Sumut. Sejak 2018 terus meningkat dari 68,61 tahun menjadi 68,5 pada tahun 2019. Selanjutnya meningkat lagi menjadi 69,10 tahun pada tahun 2020. Angka tersebut melebihi target yang telah ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Sumut untuk tahun 2020.
"Kita lihat terjadi perbaikannya dalam indikator-indikator, meski angka-angka tersebut masih perlu terus ditingkatkan, " kata Pengamat Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Drs Heru Santosa MS PhD, saat menjadi narasumber dalam Diskusi Panel Ahli Kaleidoskop Tiga Tahun Pemprov Sumut dalam Kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Medan Club, Jalan RA Kartini, Medan, Sabtu (4/9).
Agar kualitas kesehatan semakin meningkat dan baik, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah, di antaranya melakukan percepatan-percepatan dan revitalisasi program tertentu. Hal itu dilakukan agar memberikan daya ungkit pada angka indikator kinerja utama. "Untuk percepatan, juga perlu dilakukan inovasi di sisa kepemimpinan beberapa tahun lagi, " kata Heru.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga memiliki program kesehatan yang inovatif untuk menjangkau seluruh masyarakat Sumut, yaitu program Bakti Kesehatan Bermartabat. Program yang diluncurkan sejak tahun 2019 oleh Gubernur Edy Rahmayadi, kini dilengkapi dengan tiga unit bus yang memiliki berbagai peralatan medis, sehingga memungkinkan melakukan tindakan operasi medis di lapangan.
Rumah sakit bergerak ini, juga bertujuan untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil, yang sulit mengakses pelayanan kesehatan. Sejauh ini sudah ratusan orang dari seluruh penjuru Sumut yang dilayani oleh rumah sakit bergerak tersebut.
Selain itu, mengenai ketersediaan sarana kesehatan di Sumut juga cukup memadai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah rumah sakit yang ada di Sumut tahun 2020 mencapai 178 unit rumah sakit, 8 rumah sakit bersalin, 835 poliklinik, 628 Puskesmas, dan 1.874 Puskesmas Pembantu.
Jumlah tenaga medis juga meningkat setiap tahun. Jumlah dokter umum di Sumut tahun 2020 terdapat sebanyak 5.560 orang, dokter gigi 1.029 orang. Sedangkan tenaga medis bidan tersedia sebanyak 20.924 orang dan perawat sebanyak 21.234 orang.
Untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurut Heru, juga perlu dilakukan peningkatan sinergi antara Pemprov Sumut dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Antara lain, dengan cara menyelaraskan program-program yang ada di provinsi dengan kabupaten/kota.
(H17/DISKOMINFO SUMUT)
Inovasi Bunda Jentik UPT Puskesmas Kuala Enok Sukses Tekan Kasus DBD Selama Satu Dekade
Kuala Enok — Upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di .
Putri Daerah Indragiri Hilir Gelar Penyuluhan Cegah Kanker Payudara di Desa Simpang Tiga
Indragiri Hilir – Semangat mengabdi pada kampung halaman ditunjukkan oleh Nurs.
BRI Gunungsitoli Gelar BRI Peduli Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat
Gunungsitoli | Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan sebagai bagian .
Roscik : Pilihan Menu Sehat & Lezat Saat Ramadhan
Roscik, Rotisserie Chicken, memiliki menu ‘Ayam Western’ menjadi salah satu pilihan favorit m.
Program Makan Sehat Bergizi (MBG) Dimulai di Kabupaten Sergai
SERGAI,INHILKLIK.COM,- Dapur Umum Program Makan Sehat Bergizi (MBG) di Kabupaten.
Kinerja Puskesmas Simpang Gaung Dinilai Bobrok, Diduga Lakukan Pembiaran Terhadap Pasien
TEMBILAHAN - Pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indra.
iKlik Network







