PILIHAN
2014, Realisasi Pajak Riau-Kepri Rp17,249 Triliun
INHILKLIK.COM, PEKANBARU – Realisasi penerimaan negara dari pajak di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau selama 2014 mencapai Rp17,249 triliun, lebih tinggi sekitar Rp200 miliar dari target yang ditetapkan.
“Target pajak 2014 adalah sebesar Rp17,1 triliun, sehingga realisasi sudah melebihi bahkan mencapai 100,9 persen,” kata Humas Kantor Wilayah DJP Riau-Kepulauan Riau Mariyaldi kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.
Menurut Mariyaldi, kinerja DJP Riau-Kepri dari segi realisasi pajak cukup baik di tingkat nasional karena berada pada peringkat tiga, di bawah posisi pertama DJP Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah dan DJP Jawa Tengah.
Ia mengatakan, realisasi penerimaan pajak tahun 2014 masih berpeluang untuk bertambah karena masih ada laporan penerimaan pajak yang masuk melalui Bank Riau-Kepri masih dalam proses verifikasi. “Kami prediksikan penerimaan bisa mencapai sekitar 120 persen dari target,” ujarnya.
Menurut dia, penerimaan pajak pada 2014 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2013 yang mencapai sekitar 87 persen dari target. Mariyaldi mengatakan terjadi peningkatan penerimaan pada semua sektor pajak.
“Penerimaan pajak di Riau-Kepri paling banyak dari PPh sekitar 60 persen, kemudian Ppn naik sekitar 30 persen, bea materai, dan PBB dari pertambangan, kehutanan dan perkebunan yang meningkat dengan penerimaan sekitar Rp 1,1 triliun,” ujarnya.
Ia mengatakan kinerja pada lima Kantor Pajak Pratama tercatat melampaui target, yakni KPP Balai Karimun, KPP Batam, KPP Dumai, KPP Bangkingnang dan KPP Pangkalan Kerinci. Realisasi di KPP Balai Karimun mencapai Rp360 miliar atau 129 persen dari target.
Kemudian, kinerja di KPP Batam dari target Rp3,7 triliun bisa terealisasi Rp4,2 triliun. Sedangkan, KPP Dumai dari target Rp1,2 triliun berhasil terealisasi Rp1,35 triliun.
“Peningkatan realisasi pajak ini tidak lepas dari kerja keras bersama pegawai dan pimpinan. Selain itu, tidak lepas juga dari makin tinggi kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” katanya.
Meski begitu, ia mengatakan jumlah pembayar pajak yang secara swadaya membayar masih tergolong rendah karena hanya 20 persen dari jumlah Wajib Pajak sebanyak 774 ribu.
“Secara kualitas memang lebih baik, namun jumlah kuantitasnya yang membayar secara langsung memang masih belum besar,” katanya. (antarariau.com)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network







