PILIHAN
Islah Golkar Bakal Berujung di Meja Hijau
![]() |
| Foto: Okezone.com |
Agung mengatakan, hasil rapat pengurus harian yang dilakukan hari ini telah mematangkan sikap dan kesiapan untuk melaksanakan perundingan islah kedua pada 8 Januari 2014. Salah satunya, kembali menyepakati untuk tidak mengubah syarat islah dengan kubu Ical.
"Lima juru runding kami juga sudah siap mengacu pada yang sudah ditetapkan sebelumnya yang akan dibawa ke persidangan baik visi dan pandangan politik yang kemudian dilakukan dalam pembicaraan itu," katanya di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (2/1/2015).
Mantan Menteri Koordinator dan Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) ini menjelaskan, beberapa pandangan yang akan dibawa dalam perundingan islah nanti, pertama, terkait sikap politik Golkar untuk memberikan dukungan kepada pemerintah. Tetapi, dalam posisi kritis, bukan mendukung dalam arti bersama-sama di pemerintahan.
"Jadi masih ada ruang demokrasi, dan bisa memberikan dukungan penuh bila program itu pro-rakyat. Kedua, dalam membangun iklim politik lebih baik ke depan, maka Partai Golkar harus keluar dari Koalisi Merah Putih," tuturnya.
Keputusan tersebut, kata Agung, bukanlah semata-mata keputusan DPP melainkan hasil Munas Jakarta. Pasalnya, koalisi tersebut hanya dibentuk saat Pilpres, dan ketika usai koalisi itu tidak ada lagi.
"Kita ingin terciptanya soliditas dalam parlemen sehingga keluar dari KMP," tegasnya.
Selain itu, lanjut Agung, Golkar harus mendukung pemilu secara langsung, baik itu Pilkada maupun Pilpres. Kemudian, dalam mekanisme pelaksanaan Pileg, sebagai bentuk pengejawanjatahan demokrasi, sistem yang pakai harus berdasarkan proporsional terbuka dan suara terbanyak.
"Jadi di sini kembali masyarakat yang memilih, bukan proporsional tertutup dan elit partai yang memilih. Ini sejalan dengan azas negara sistem presidensil. Itu berikutnya soal personalia dan teknis penyelenggara, itu yang dibawa juru runding kami," tuturnya.
Jika nantinya perundingan dengan kubu Ical tidak menemui titik temu, pihak Agung, mengaku tak segan untuk membawa persoalan konflik Golkar ke meja hijau.
Namun, dia berharap islah kedua kubu ini bisa segera berakhir tanpa harus melalui jalur hukum.
"Kalau tidak bisa islah ya ke jalur hukum. Kami yang menyampaikan gugatan. Tim penyelamat yang kemudian (gugat) akibat banyak hal yang aneh-aneh," pungkasnya.
Sikap kubu Agung ini sedianya berlawanan dengan keinginan kubu Ical yang tetap ingin bersama KMP sebagaimana dikatakan oleh Bendahara Umum Partai Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo. Kata dia, tidak ada alasan membawa Golkar keluar dari KMP. Bahkan, bila ada kelompok lain ingin memaksa mendukung pemerintah disinyalir agar konspirasi mereka terlindungi karena tidak ada partai kuat yang kritis. (*)
Source: Okezone.com
BERITA LAINNYA +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
INDRAGIRI HILIR – Kapolsek Kateman Polres Indragiri Hilir KOMPOL BACHTIAR, S.H., M.H. memberika.
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
Gorontalo – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indragiri H.
Kecamatan GAS Catat 131 Ekor Lembu dan 16 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
TELUK PINANG - Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Gaung Anak.
Panen Padi Bersama Masyarakat, Polsek Sungai Batang Komitmen Dukung Pertanian Lokal
Indragiri Hilir,- Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polsek Sungai Batang, Polres.
Pipa Gas Transgasindo Bocor di Inhil, Jalan Lintas Timur Sumatra Terancam Ditutup Total
Indragiri Hilir — Jalur distribusi pipa gas utama milik PT Transgasindo (PT Perusahaan G.
Buaya Super Jumbo Inhil Mati, Isi Perutnya Bikin Geleng-geleng: Pisau Hingga Karung Goni Ditemukan
TEMBILAHAN - Bangkai buaya besar dari Sungai Undan Kecamatan Reteh Ka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS
iKlik Network








