• Jumat, 17 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Dunia

PBB: Seribu Lebih Warga Rohingya Tewas Dibunuh Tentara Myanmar

Redaksi

Kamis, 09 Februari 2017 09:38:28 WIB
Cetak
PBB: Seribu Lebih Warga Rohingya Tewas Dibunuh Tentara Myanmar
Rohingya menangis setelah ditangkap oleh Penjaga Perbatasan Bangladesh di perbatasan Cox Bazar, Bangladesh, beberapa waktu lalu. (Reuters)

INHILKLIK.COM, COX'S BAZAR - Otoritas Myanmar disebut telah menewaskan lebih dari seribu warga Muslim Rohingya dalam operasi militer di Negara Bagian Rakhine sejak Oktober lalu. Hal ini diungkapkan dua pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menolak disebutkan namanya kepada Reuters, Kamis 9 Februari 2017.

 

 
Kedua pejabat PBB yang berasal dari dua organisasi berbeda tetapi sama-sama mengurusi pengungsi Rohingya di Bangladesh, khawatir kondisi yang dialami warga Rohingya jauh lebih buruk dari yang dibayangkan komunitas internasional.
 
"Saat ini baru tercatat ratusan korban tewas,” kata pejabat pertama. “Namun ini kemungkinan jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Kami bahkan memprediksi ada ribuan kematian.”
 
Sejak Myanmar menggelar operasi militer untuk memburu pembunuh sembilan polisi penjaga perbatasan di Rakhine empat bulan lalu, sekitar 70 ribu warga Rohingya terpaksa melarikan diri ke Bangaldesh karena tak kuat menghadapi siksaan dan ancaman pembunuhan.
 
Pemerintah Myanmar mengakui operasi ini setidaknya menewaskan 100 warga Rohingya. Tapi, mereka membantah tudingan para korban bahwa tentara Myanmar membunuh, menyiksa dan memperkosa perempuan serta anak-anak Rohingya.
 
Saat ditanya mengenai kemungkinan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang, juru bicara kepresidenan Myanmar, Zaw Htay,mengatakan, “Jumlah mereka lebih besar dari hitungan kami. Kami harus mengecek lagi.”
 
Menurut kesaksian para pengungsi Rohinya yang dikumpulkan Reuters selama dua pekan terakhir, tentara mulai meningkatkan serangan sejak pertengahan November lalu. Badan PBB, OHCHR menyebut serangan ini sebagai, “kebijakan teror sistematis.”
 
"Jika melihat para pengungsi yang datang, mayoritas adalah perempuan. Mereka bicara tentang suami yang tewas atau saudara lelaki yang hilang. Di mana para lelaki itu,” kata sang pejabat PBB.
 
Khatun Hazera, salah satu pengungsi Rohingya yang ditemui Reuters di kamp pengungsian Bangaldesh mengisahkan tentara menembak mati suaminya, sepulang mengajar dari sekolah.
 
“Setelah menembak, jasad suami saya digantung terbalik, kemudian dipasang pedang, dan dipotret,” ujar perempuan berusia 35 tahun asal Kya Guang Taung itu.
 
Mertua Hazera memberikan kesaksian serupa dalam wawancara terpisah.
Laporan ini hanya berselang beberapa jam setelah Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia, mengutuk kekejaman terhadap warga Rohingya.
 
Fransiskus, imigran Italia di Argentina ini terang-terangan mengatakan bahwa warga Rohingya telah disiksa dan dibunuh, “Hanya karena mereka ingin hidup sesuai dengan budaya dan agama Islam.”
 
Pernyataan Paus dikeluarkan dalam rangka menanggapi laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada pekan lalu yang mengatakan pasukan keamanan di utara negara itu telah melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan dan telah membakar desa-desa.
 
Setelah laporan itu dikeluarkan pada hari Jumat pekan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad al-Hussein, mengatakan bahwa pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi telah berjanji untuk menyelidiki tuduhan.
 
Myanmar, sebuah negara yang mayoritas warganya menganut Buddha, sebelumnya membantah hampir semua tuduhan pelanggaran HAM terhadap Muslim di utara negara itu, Rakhine.
 
Tetapi laporan PBB sejak lama menyebut sekitar 1,1 juta warga Rohingya hidup dalam kondisi seperti era apartheid Afrika Selatan. Karena dianggap sebagai imigran illegal dari Bangladesh, penduduk Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan dan hak-hak dasar lain sebagai warga negara yang dilindungi. (max/tmp)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS

Ahad, 15 Desember 2024 - 11:41:09 WIB

INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.

Dunia

Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:32:41 WIB

INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.

Dunia

Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS

Jumat, 06 Desember 2024 - 10:56:36 WIB

INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.

Dunia

Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent

Selasa, 26 November 2024 - 10:10:47 WIB

INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.

Dunia

Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya

Kamis, 07 November 2024 - 09:52:57 WIB

INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.

Dunia

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar

Rabu, 06 November 2024 - 11:43:35 WIB

INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 2 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 3 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 4 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 5 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 6 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 7 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network