Anak buruh cuci ini lulus berpredikat cumlaude, Kisahnya Mengharukan
INHILKLIK.COM, FILIPINA - Semua anak yang lahir di dunia ini memang tidak bisa memilih, dari rahim siapa ia lahir. Namun setiap anak bisa mengusahakan masa depannya. Mereka bebas bermimpi untuk menjadi orang sukses di kemudian hari meski kemiskinan menghimpit hidupnya setiap hari.
Semangat itulah yang ditunjukkan oleh Francis Sinaban, anak seorang buruh cuci yang mampu menyelesaikan pendidikannya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sejak kecil Sinaban sudah bekerja keras banting tulang dan memeras keringat.
Perjuangan hidupnya dimulai sejak tahun 2009. Kala itu Sinaban kehilangan ayahnya yang menderita stroke. Hidupnya terasa makin sulit sehingga memaksanya untuk bekerja lebih keras. Mencuci dan membersihkan botol menjadi kesibukannya sehari-hari waktu itu. Situasi tersebut membuatnya harus berhenti sekolah. "Saya akan mencuci 24 buah botol untuk mendapatkan uang 2 peso," kata pria 25 tahun ini.
Tak hanya Sinaban, ibunya, Nida Sinaban, juga ikut bekerja keras demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Sang ibu bekerja sebagai buruh cuci dan mendapatkan uang 200-300 peso atau sekitar Rp 53.000-80.000 per hari. Dari penghasilan tersebut, Nida dapat menyekolahkan dan menyelesaikan pendidikan anaknya hingga SMA.
Teman-teman sekelas Sinaban banyak yang mengejeknya karena ia menjadi lebih tua dari mereka. Namun ejekan tersebut tak pernah menganggu Sinaban untuk terus belajar dengan giat. Alhasil, ia berhasil lulus dengan nilai terbaik dan bisa mendapatkan beasiswa di sebuah universitas swasta. "Saya mendesaknya untuk belajar lagi, tapi dia mengatakan bahwa dia sudah terlalu tua. Saya mengatakan kepadanya bahwa usia bukanlah masalah jika kamu ingin belajar. Saya tidak ingin di amenjadi seorang tukang kayu atau pekerja di lapangan," kata sang ibu, Minggu (16/4).
Kini, semua kerja keras mereka terbayar. Sinaban mampu menyelesaikan studinya di Bachelor of Science in Psychology dengan predikat cumlaude di salah satu universitas di Santiago City, Filipina. "Tidak pernah ada kata terlambat dalam maraton (belajar). Selama kamu memiliki mimpi, kejarlah. Impian akan menjadi sangat jauh jika kamu hanya berdiri dan tak melakukan apa-apa. Tapi jika kamu berjalan, kamu lebih dekat dengan garis finish," ujar Sinaban.
Sosok Francis Sinaban menjadi bukti bahwa meski dilahirkan dari rahim seorang buruh cuci, dirinya mampu mengejar mimpi-mimpinya. Sinaban mampu membalas jerih payah ibunya lewat prestasi bukan dengan berdiam diri dan menyesali hidup yang ia miliki. Salut untuk Francis Sinaban dan ibunya! (brilio)
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
TEMBILAHAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar ra.
Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
Tembilahan – Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indra.
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
Indragiri Hilir – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V GMNI Indragiri Hilir dilaksanakan pada Rab.
Malam Puncak Sosialpreneur Award Jilid 6: Mahasiswa UNISI Sukses Hidupkan Kembali UMKM Lokal
TEMBILAHAN - Malam puncak ajang bergengsi Sosialpreneur Award Jilid 6 Tahun 2025.
Pemuda Inhil Raih Juara di Ajang Internasional PAN-SEA AI Developer Challenge 2025
Prestasi membanggakan kembali hadir dari Indragiri Hilir. Fengkie Junis, pemuda asal Inhil, berha.
Wisuda STIKes Husada Gemilang Tahun Akademik 2024/2025: 58 Lulusan Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi
Tembilahan, 27 November 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Husada G.
iKlik Network







