Tak Puas Usai Dipangkas, Oknum Polisi Pukuli Tukang Cukur
INHILKLIK.COM, BANYUMAS - Seorang pemangkas rambut bernama Sofyan Doni Kurniawan (24), di Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, dipukuli oknum polisi berinisial ER.
ER yang berpangkat brigadir itu memukuli Sofyan karena persoalan sepele, yakni tak suka dengan model rambutnya setelah dicukur korban, Sabtu (25/11/2017) akhir pekan lalu.
Kapolda Lampung , Irjen Pol Suroso Hadi Suswoyo mengakui sudah mendapat informasi mengenai hal tersebut.
“Ya, saya sangat menyayangkan, kenapa terjadi insiden seperti itu. Seharusnya, dia bisa menahan diri. Tidak melakukan hal tak mengenakkan seperti itu,” kata Suroso.
Ia menegaskan, personelnya tengah melakukan penyelidikan mengenai kasus tersebut. Kalau benar anak buahnya melakukan kesalahan, ia akan menindak tegas ER.
“Makanya kami selidiki dulu. Kalau terjadi kesalahan, akan kami tindak secara tegas,” jelasnya dilansir laman Suara, Selasa (28/11/2017).
Sementara itu, Kapolsek Sukoharjo, AKP Wahidin mengatakan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa patok bambu dan pisau cukur yang diduga menjadi alat pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Kami sudah menerima laporannya. Kasusnya kini langsung ditangani polda,” ungkap Wahidin.
Berdasarkan keterangan korban, ia mengakui mendapat perlakuan tak mengenakkan dari oknum polisi tersebut pada Sabtu akhir pekan lalu.
Ia dipukul setelah selesai mencukur rambut pelaku. Ternyata, hasil pekerjaannya tak disukai oleh pelaku. Menurut pelaku, hasil cukuran Sofyan terlampau tipis.
Sofyan mengakui sudah berkali-kali meminta maaf kepada ER yang berdinas di Polres Tulang Bawang itu. Tapi, ucapan maaf itu tak digubris dan meredakan amarah pelaku.
Pelaku lantas memukul kaca kios Sofyan dan kali berulang menampar korban. Sofyan lari keluar kios, tapi dikejar ER. Tangannya dipelintir oleh polisi tersebut.
Karena sakit, Sofyan mencoba melawan dengan menendang pelaku hingga terjatuh. Setelah bangkit, ER masuk ke kios Sofyan untuk mengambil pisau cukur dan mengejar korban.
Selain itu, pelaku juga sempat mencabut patok bambu untuk memukul kaki Sofyan. Setelahnya, ER sempat pulang ke rumah mertuanya. Tak berselang lama, ia kembali mendatangi kios Sofyan membawa pistol.
Ia sempat empat kali menembakkan pistolnya ke arah atas. Padahal, warga sudah berkerumun di sana. Sofyan yang takut ditembak, melarikan diri.
Sementara warga yang marah segera berkerumun hendak melawan. Pelaku lantas dibawa ke Mapolsek Sukoharjo. Pelaku lantas diserahkan ke Propam Polda Lampung pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Sumber: rakyatku
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
Tembilahan - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan dalam mewujudkan lingku.
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
PEKANBARU – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbar.
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
PEKANBARU-Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sam.
Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau
PEKANBARU – Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wart.
Refleksi Akhir Tahun 2025, Kejari Inhil Paparkan Capaian Kinerja Penegakan Hukum
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 pad.
Kejari Inhil Umumkan Capaian Penanganan Korupsi pada Momentum HAKORDIA 2025
TEMBILAHAN — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kej.
iKlik Network







