Ilmuwan: Ruang Angkasa Dipenuhi Minyak Kotor
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Meski terlihat dingin, gelap dan kosong, para astronom mengungkapkan bahwa ruang antarbintang diresapi dengan kabut halus dari molekul yang mirip minyak.
Studi ini memberikan perkiraan paling tepat tentang jumlah “grease trap” atau alat perangkap minyak di Bima Sakti dengan menciptakan kembali senyawa berbasis karbon di laboratorium.
Tim peneliti gabungan dari Australia dan Turki ini menemukan lebih dari 10 miliar triliun ton gloop, atau setara dengan 40 triliun paket mentega.
Guru Besar Kimia dari Universitas New South Wales, Sydney, Australia, Tim Schmidt mengatakan bahwa kaca depan pesawat luar angkasa di masa depan yang melakukan perjalanan melalui ruang antarbintang mungkin akan terkena lapisan bertekstur lengket.
"Hal lain yang akan terjadi adalah debu antarbintang, minyak, jelaga (butiran arang) dan silikat seperti pasir. Minyak akan tersapu habis dalam Tata Surya akibat angin Matahari," kata Schmidt, dikutip dari The Guardian, Kamis 28 Juni 2018.
Temuan ini membuat Schmidt dan ilmuwan lainnya lebih mudah untuk mencari tahu jumlah total karbon di ruang antarbintang, yang menjadi bahan bakar pembentukan bintang, planet, dan tentunya sangat penting bagi kehidupan.
Hingga kini belum ada ketidakpastian mengenai jumlah karbon yang melayang di antara bintang-bintang. Namun, sekitar setengahnya diharapkan bisa ditemukan dalam bentuk yang masih murni.
Sisanya secara kimia terikat dengan hidrogen dalam bentuk mirip minyak, atau dikenal sebagai karbon alifatik atau gas naftalena, komponen kimia utama kapur barus.
Mereka menemukan sekitar 100 atom karbon berminyak untuk setiap juta atom hidrogen yang terhitung antara seperempat dan setengah dari karbon yang tersedia di Bima Sakti.
"Minyak di ruangan ini (Bima Sakti) bukan jenis yang bisa Anda sebar di sepotong roti panggang. Ini kotor. Kemungkinan beracun dan hanya terbentuk di lingkungan ruang antarbintang dan laboratorium kami," ujarnya.
Sumber: viva.co.id
Potensi Bitcoin Capai Rekor Baru di Tengah Kenaikan Data Ekonomi AS
INHILKLIK - Bitcoin (BTC) dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai level tertinggi baru, sei.
Harga Minyak Naik Seiring Sanksi Baru terhadap Rusia dan Iran
INHILKLIK - Harga minyak naik 2% ke level tertinggi dalam 3 minggu pada perdagangan Jumat (13/12/.
Harga Emas Dunia Turun Dibebani Imbal Hasil Obligasi AS
INHILKLIK - Harga emas dunia melemah pada Kamis (5/12/2024) seiring kenaikan imbal hasil obligasi.
Harga Emas Anjlok 3 Persen, Dipicu Berita Gencatan Senjata Israel-Hezbollah dan Bessent
INHILKLIK - Harga emas turun lebih dari 3% pada Senin (25/11), mengakhiri reli lima sesi yang mem.
Pertama Kali Terjadi dalam 130 Tahun, Gunung Fuji Kehilangan Lapisan Saljunya
INHILKLIK - Gunung Fuji yang ikonis di Jepang, dikenal karena lapisan saljunya yang selalu bertah.
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.840, Terpukul Sentimen Pilpres AS dan Kenaikan Dolar
INHILKLIK - Mata uang rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.840 per dolar Amerika Serikat (AS) pad.
iKlik Network







